Kesepian dan Kecenderungan Perilaku Menyakiti Diri Sendiri pada Remaja dari Keluarga Tidak Harmonis

Khaulah Karimah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesepian dan kecenderungan perilaku menyakiti diri sendiri pada remaja dari keluarga tidak harmonis. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah empat orang. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisa model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat subjek yaitu subjek SZ, ANK, SNM, dan ANA dalam penelitian ini merasakan kesepian terkait dengan kondisi keluarganya yang tidak harmonis. Kesepian tersebut dipengaruhi oleh beberapa aspek yaitu kepribadian, keinginan sosial, dan depresi. Ditemukan kesamaan bentuk perilaku menyakiti diri sendiri pada keempat subjek yaitu menggores tangannya menggunakan peniti. Adapun beberapa faktor mempengaruhi perilaku menyakiti diri sendiri yang paling dominan adalah tumbuh di dalam keluarga yang kacau balau, kurang kasih sayang ataupun kurang perhatian, pernah mengalami kekerasan dalam keluarga, dan adanya komunikasi yang kurang baik dalam keluarga.

Keywords


Kesepian; Perilaku Menyakiti Diri Sendiri Remaja; Keluarga Tidak Harmonis

Full Text:

PDF

References


Creswell, J. W. (2013). Research design: pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed edisi ketiga. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Glenn, C. R., & Klonsky, D. (2013). Nonsuicidal self injury disorder: an empirical investigation in adolescent psychiatric patients. Journal of Clinical Child & Adolescent Psychology, 0 (0), 1-12.

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2019). Situasi dan Pencegahan Bunuh Diri. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI

Romas, M. Z. (2010). Self-injury remaja ditinjau dari konsep dirinya. Jurnal Psikologi-ISSN:1858-3970, 8, 40-51.

Santrock, J. W. (2003). Adolescence: perkembangan remaja. Jakarta: Penerbit Erlangga. Alih bahasa oleh: Shinto B. A. dan S. Saragih

___________. (2007). Remaja. Jilid 1. Edisi 11 Jakarta: Erlangga

Sarbini, W., & Wulandari, K. (2014). Kondisi psikologi anak dari keluarga yang bercerai (the conditions of child psychology toward family divorced). Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 1(1), 1–5.

Sarwono, S.W., & Meinarno, E. A. (2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Sutopo. (2006). Metodologi penelitian kualitatif. Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta

Walsh, B. W. (2012). Treating self-injury, second edition: a practical guide. New York: The Guilford Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi

Department of Psychology
Faculty of Social and Political Siences
Jl. Muara Muntai Kampus Gn. Kelua Samarinda 75411
Phone: +62 813 35350368
E-Mail: psikoborneo@fisip.unmul.ac.id

Creative Commons License
PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi by http://e-journals.unmul.ac.id/index.php is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License