Kebermaknaan Hidup Pada Biarawati di Kalimantan Timur
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v3i2.3772Abstract
Penelitian ini ingin mengulas proses penemuan makna hidup biarawati tersebut dalam biara, serta yang melatarbelakangi mereka untuk memilih menjadi biarawati hingga menemukan solusi untuk tetap bertahan dan menjalani hidup sebagai biarawati. Frankl mengatakan bahwa makna hidup dapat dialami oleh siapapun dan dalam keadaan apapun, bahkan dalam keadaan menderita sekalipun. Makna hidup menjadi nilai yang semakin penting dalam kehidupan manusia yang harus direfleksikan demi suatu kehidupan yang tertata dengan baik. Peneliti melihat adanya perbedaan pandangan hidup dan pemaknaan hidup pada masing-masing individu, baik itu oleh biarawati sendiri maupun oleh manusia “awam” pada umumnya. Mencermati pilihan hidup biarawati, peneliti hendak melihat bagaimana biarawati menemukan makna hidup mereka didalam biara sehingga mereka berani memilih hidup sebagai biarawati dengan segala konsekuensi di dalamnya dan tetap bertahan menjadi biarawati setelah mengalami konflik-konflik yang disebabkan oleh konsekuensi yang harus dijalani.References
Aleksander. 2007.Aku Sebagai Citra Allah. Medan. Bina Media Perintis.
Al Haddad. 1996. Mutiara Zikir dan Doa. Bandung. Pustaka Hidayah.
Azwar, S. 2003.Metode Penelitian. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Banister, P. 1994. Qualitative methods in psychology a research guide. Buckingham. Open University Press.
Bastaman. 2007. Logoterapi. Psikologi untuk Menemukan Makna Hidup dan Meraih Hidup Bermakna. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada
Gerungan. 2004. Psikologi Sosial. Bandung. Rafika Aditama.
Jacobus.2007. Dari Keluarga untuk Gereja; Kisah Perjalanan Seorang Imam. Jakarta. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1998. Jakarta. Pustaka Amani
Koeswara, E. 1992. Logoterapi; Psikoterapi Viktor Frankl.Yogyakarta. Kanisius
Lubis, N. M. 2009. Depresi Tinjauan Psikologis. Jakarta: Kencana.
Milles, M. B., dan Hubberman, A. M. 2007. Analisis Data Kualitatif. Jakarta. UI Press.
Moleong. J. L., (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT Remaja Rosdakarya
Munandar, Utami. 2009. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta. Rineka Cipta
Nazir, M. 2001. Metode Penelitian, Cetakan Ketiga. Jakarta. Ghalia Indonesia.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta.
Poerwandari, E.K. 2001. Pendekatan Kualitatif Untuk Penelitian Perilaku Manusia. Jakarta. Lembaga Pembangunan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3).
Salam, A, 2006. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial.Yogyakarta. Tiara Wacana
Santrock, J.W. 2007. Perkembangan Remaja. Jakarta.Erlangga
Schultz, D. 1995. Theories of personality. California. Brooks/Cole Publishing Company.
Suwandi & Baswori. 2002. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta. Rineka Cipta.
Schoun, JW. 1997. The Heart Meaning. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.
Yin, Robert K. 2003. Studi Kasus Desain dan metode, Jakarta.Raja Grafindo Persada.