THE INEQUALITY ISSUES OF MALE SUPREMACY TOWARDS ROSE CHARACTER IN TITANIC MOVIE

Novia Eka Saidatunnisa, Surya Sili, Nasrullah Nasrullah

Abstract


This study discussed  about the inequality issues experienced by a woman character in Titanic movie, Rose character who lived in a male supremacy society. This study used Beauvoir’s feminist criticism on the ideas of male supremacy and independent woman to find out the types of inequality issues experienced by Rose character and her efforts in overcoming those inequalities. This study also used Mahon’s supporting explanation on Beauvoir’s two ideas to get a thorough understanding of the theory itself. This study was a qualitative research with content analysis as its approach. Words (narrations and dialogues) related to the objectives in this study were taken from Titanic movie script. This study found that Rose character experienced two types of inequality issues and chose to be an independent woman to overcome the two inequalities she experienced in Titanic movie. The two inequalities experienced by Rose character were the burden of marriage and set up expectations. However, these two inequalities were successfully overcome by Rose character when she chose to be an independent woman through two stages: defensive and aggressive. Thus, the conclusions of this study viewed Rose character, regardless coming from the royal class in society, was inevitable to experience the inequality issues due to the fact that her society was a male supremacy one and the way to get one self freed from the inequalities was by becoming an independent woman.

 

Penelitian ini membahas soal isu-isu ketidaksetaraan yang dialami oleh karakter perempuan dalam film Titanic yaitu Rose sebagai seorang yang tinggal dalam lingkungan masyarakat yang berorientasi pada supremasi laki-laki. Penelitian ini menggunakan kritik feminis Beauvoir mengenai supremasi laki-laki dan perempuan mandiri untuk mengetahui tipe-tipe isu ketidaksetaraan yang dialami oleh karakter Rose dan usaha-usaha yang ia lakukan dalam menghadapi bentuk-bentuk ketidaksetaraan tersebut. Penelitian ini juga menggunakan penjelasan tambahan dari Mahon mengenai pemahaman supremasi laki-laki dan perempuan mandiri yang dikemukakan oleh Beauvoir. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif dengan menggunakan analisa konten sebagai pendekatannya. Kata-kata (dalam bentuk narasi dan dialog) yang berhubungan dengan kedua objektif dalam penelitian ini merupakan data yang dipakai dan diambil dari skrip film Titanic. Penelitian ini menemukan bahwa karakter Rose mengalami dua tipe isu ketidaksetaraan dan memutuskan untuk menjadi seorang perempuan mandiri dalam menghadapi kedua tipe ketidaksetaraan tersebut difilm Titanic. Kedua tipe ketidaksetaraan yang dialami oleh karakter Rose yaitu kewajiban menikah dan ekspektasi-ekspektasi terhadap seorang perempuan dalam masyarakat. Namun, kedua tipe ketidaksetaraan ini dapat dihadapi dengan baik oleh karakter Rose saat ia memutuskan untuk menjadi seorang perempuan mandiri setelah melalui dua tahapan: defensif dan agresif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakter Rose, terlepas dari fakta bahwa ia berasal dari golongan kelas atas, tetap tidak bisa terhindar dari isu-isu ketidaksetaraan yang menimpa kaum perempuan dikarenakan sistem supremasi laki-laki yang digunakan dalam masyarakat yang Rose tinggali dan cara untuk terlepas dari isu-isu ketidaksetaraan tersebut yaitu dengan menjadi perempuan mandiri.


Keywords


feminist criticism, male supremacy, inequality issues, independent woman

Full Text:

PDF

References


Al Rosyidah, Afiifah. A Discourse Analysis On Coherence Found in “TITANIC” Movie. Thesis. Malang: The State Islamic University of Malang, 2008. Web. 03 Dec. 2018.

Alsaleh, Shakir Ahmed. “Gender Inequality in Saudi Arabia: Myth and Reality.” International Conference on Innovation, Trade and Economics 39. 25. Saudi Arabia: University for Health Sciences Riyadh, (2012): 123-130. PDF.

Beauvoir, de Simone. The Second Sex (First Vintage Books Edition). United States: Vintage Books, (2010): 105-813. PDF.

Cameron, J. Titanic. Forever Dreaming Transcripts. n.d. Web. 14 Sep. 2018.

Freeman, Katherine G. The Feminist Superheroine: A Critical Evaluation of Patty Jenkins’ Wonder Woman. MA thesis. Sam Houston State University, 2018. PDF.

Hadi, Saputra. The Representation of Class Struggle in the Movie Titanic. Thesis. Semarang: Diponegoro University, 2011. Web. 20 June 2018.

Mahon, Joseph. Existentialism, Feminism, and Simone de Beauvoir. Great Britain: Macmillan Press LTD, (1997): 123-152. Web. 18 June 2018.

Patton, Michael Q., and Michael Cochran. A Guide To Using Qualitative Research Methodology. (2002): 2-3. Web. 23 June 2018.

Rokhmansyah, Alfian, et al. “Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Cerpen-Cerpen Karya Oka Rusmini.” Litera, vol. 17, no. 3, Dec. 2018, pp. 279–98, doi:10.21831/ltr.v17i3.16785.

Rokhmansyah, Alfian. Pengantar Gender Dan Feminisme: Pemahaman Awal Kritik Sastra Feminisme. Garudhawaca, 2016.

Titanic. Directed by James Cameron, performances by Leonardo Dicaprio and Kate Winslet, Paramount Pictures and 20th Century Fox, 1997.




DOI: http://dx.doi.org/10.5281/ilmubudaya.v3i4.2364

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Novia Eka Saidatunnisa, Surya Sili, Nasrullah

 

 Creative Commons License 

Ilmu Budaya site is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
and managed by Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

ISSN: 2549-7715 (online)

_______________________________________________________________________________________________

Editorial Address

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman
Jalan Pulau Flores Nomor 1 Kota Samarinda, Kalimantan Timur − Indonesia 75112
Telepon: (0541) 734582
Email: jurnalcalls@fib.unmul.ac.id
Website: http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/CALLS

Indexed by:

        PKP Index Logo   PKP Index Search