MUSIK PA’RAWANA DAN SAYYANG PATTUDDU DALAM PROSESI UPACARA KHATAM ALQURAN SUKU MANDAR DI PROVINSI SULAWESI BARAT (SEBUAH PENDEKATAN ETNOMUSIKOLOGIS)

Asril Gunawan

Abstract


ABSTRAK

 

Musik pa’rawana dan sayyang pattuddu merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang dimiliki oleh masyarakat suku Mandar. Kesenian tersebut sangat digemari oleh masyarakat suku Mandar sehingga selalu dihadirkan setiap tahun, khususnya pada upacara khataman Alquran. Penyajian musik pa’rawana dan sayyang pattuddu senantiasa disajikan berdasarkan pada kesesuaian sosio-kultural masyarakat Mandar yang tidak terlepas dengan sistem religinya. Hal ini ditandai dengan prosesi saat ada anak yang telah menamatkan hafalan Alquran. Mereka akan diarak keliling kampung dengan menggunakan musik pa’rawana dan sayyang pattuddu. Keseluruhan kegiatan prosesi khataman Alquran sangat kompleks. Selain prosesi upacara, seni pertunjukan juga turut dilibatkan, khususnya musik pa’rawana dan sayyang pattuddu. Penyajian musik pa’rawana dan sayyang pattuddu merupakan penggabungan beberapa bentuk kesenian dalam setiap pertunjukannya. Adapun kesenian yang tergabung di antaranya terdiri atas musik pa’rawana, pa’denggo, sayyang pattuddu dan pa’kalindagdag. Di samping itu, kelengkapan dari sayyang pattuddu selalu terdiri atas pesayyang, disayyang dan pesarung. Kelengkapan sayyang pattuddu di atas sangat penting karena memiliki fungsi untuk menjaga keselamatan bagi peserta khatam saat prosesi arak-arakan berlangsung. Oleh karena itu, kompleksitas yang terbentuk dalam prosesi tersebut akan dijadikan fokus kajian dalam pembahasan ini.

 

Kata kunci: musik Pa’rawana dan Sayyang Pattuddu, upacara khatam Alquran, arak-arakan Maulid Nabi Muhammad SAW

 

 

ABSTRACT

 

Pa’rawana and sayyang pattuddu music are ones of the traditional arts owned by Mandar tribe. These are very popular and always presented every year, especially at khatam Qur’an ceremony. The performance of pa’rawana and sayyang pattuddu music is always based on the socio-cultural suitability of the Mandar people who cannot be separated from their religious system. It is marked by a procession of the Qur’an recital by children. They will be paraded around the village accompanied by pa’rawana and sayyang pattuddu music. The whole process of khatam of Qur’an is very complex. In addition to the ceremonial procession, performing arts are also involved, especially pa’rawana and sayyang pattuddu music. The presentation of pa’rawana and sayyang pattuddu music is a combination of several forms of art in every performance. The incorporated arts among which consist of music pa’rawana, pa’denggo, sayyang pattuddu and pa’kalindagdag. In addition, the completeness of the sayyang pattuddu always consists of pesayyang, disayyang and pesarung. The above-mentioned sayyang pattuddu is very important because it is concerned for the safety of the participants in the procession. Therefore, the complexity formed in the procession will be the focus of this study.

 

Keywords: pa’rawana and sayyang pattuddu music, khatam ceremony of Qur'an, cavalcade of Prophet Mohammad Maulid


Full Text:

PDF

References


Asdy, Ahmad. 2003. Mandar dalam Kenangan. Makassar: Yayasan Maha Putra Mandar.

Hasan, Fuad. 1991. Renungan Budaya. Jakarta: Balai Pustaka.

Heriyawati, Yanti. 2016. Seni Pertunjukan dan Ritual. Yogyakarta: Ombak.

Hughes-Freeland, Felicia. 1998. Ritual, Performance, Media. New York: Routledge.

Jazuli, M. 2014. Sosiologi Seni: Pengantar dan Model Studi Seni. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Koentjaraningrat. 1987. Sejarah Teori Antropologi. Jakarta: UI Press.

Lidiawati. 2017. “Perilaku Remaja terhadap Nilai-Nilai Keagamaan: Studi di Desa Betung Kec. Semendawai Barat, Kab. OKU Timur, Sumatera Selatan” dalam Jurnal Dakwah Tabligh, Volume 18 Nomor 1, Juni 2017, hal. 82-102. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tabligh/article/view/2866/ 2728 (diakses 2 November 2017).

Mandrra, A.M. 1984. “Budaya Messawe pada Upacara Khatam Alquran di Mandar: Tinjauan Syariat Islam” Makalah Seminar Sehari (Majene 27 Agustus 1984). Tidak Diterbitkan.

Merriam, P. Alan. 1964. The Anthroprology of Music. Chicago: North Western University Press.

Moleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Nettl, Bruno. 1964. Theory and Method in Ethnomusicology. London: The Free Press of Glencoe (Collier-Macmillan).

Ratna, Nyoman Kutha. 2016. Metodologi Penelitian: Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ritzer, George dan Doglas J. Goodman. 2008. Teori Sosiologi Modern, Edisi Keenam. Jakarta: Kencana.

Riyadi, Slamet. 2002. “Alan P. Merriam versus Mantle Hood dalam Orientasi Studi Etnomusikologi” dalam Jurnal Keteg, Volume 2 Nomor 1, hal. 101-114. http://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/keteg/article/download/549/553 (diakses 2 November 2017).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics (CaLLs)

_________________________________________________

p-ISSN 2460-674X 
e-ISSN 2549-7707

The CaLLs managed by Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman
_________________________________________________

Editorial Address

Redaksi Jurnal CaLLs
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman
Jalan Pulau Flores Nomor 1 Kota Samarinda, Kalimantan Timur − Indonesia 75112
Telepon: (0541) 734582
Email: jurnalcalls@fib.unmul.ac.id
Website: http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/CALLS

_________________________________________________

 Creative Commons License  The CaLLs site is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

_________________________________________________

This journal indexed by

         PKP Index Logo