Respons Tanaman Kedelai (Glycine Max L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kotoran Ayam dan Arang Sekam
DOI:
https://doi.org/10.35941/jatl.5.1.2022.7772.1-8Keywords:
arang sekam, Glycine max L., kedelai, pupuk organik, produksiAbstract
Abstrak. Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditas strategis ketiga setelah padi dan jagung. Produktivitas kedelai di Kalimantan 33 Timur cenderung menurun setiap tahun. Upaya meningkatkan produksi kedelai dapat dilakukan dengan pemupukan organik dan 34 pemberian arang sekam. Pupuk kotoran ayam merupakan pupuk organik yang dapat meningkatkan unsur hara makro dan mikro, 35 memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation dan memacu aktivitas mikroorganisme tanah. Penambahan arang 36 sekam dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air dan porositas menjadi lebih baik. Tujuan penelitian untuk 37 mengetahui: 1) interaksi antara pupuk kotoran ayam dan arang sekam, 2) dosis pupuk kotoran ayam, dan 3) dosis arang sekam terhadap 38 pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan pada Januari-April 2020. Lokasi penelitian di Kabupaten Kutai Kartanegara, 39 Kalimantan Timur. Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pupuk kotoran ayam (A) terdiri atas 4 taraf, yaitu a0= 0 Mg ha-1 , a1= 10 Mg ha-1 , a2= 20 Mg ha-1 , dan a3= 30 Mg ha-1 40 . Faktor kedua yaitu arang sekam padi (S) terdiri atas 3 taraf, yaitu s1= 2,50 Mg ha-1 , s2= 5,0 Mg ha-1 , s3= 7,5 Mg ha- 41 1. Data dianalisis dengan sidik ragam, dilanjutkan 42 dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%, serta uji Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pupuk kotoran ayam dan arang sekam. Dosis pupuk kotoran ayam terbaik yaitu 30 Mg ha 43 -1 menghasilkan biji kering kedelai sebesar 2,14 kw ha-1 44 . Dosis arang sekam belum berpengaruh nyata terhadap hasil biji kering kedelai. Aplikasi arang sekam menghasilkan biji kering kedelai berkisar antara 1,69-1,85 kw ha-1 45 .Downloads
References
Agbede, T. M., Ojeniyi, S. O., Awodun, M. A., Giwa, R., Owo, P., State, O., & Management, P. (2008). Effect of tillage method on growth, grain yield
and nutrient content of sorghum. International Journal of Sustainable Crop Production, 3(August), 35–39.
Amrullah, A., Sopandie, D., Sugianta, S., & Junaedi, A. (2014). Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) melalui Pemberian Nano
Silika Increased Productivity of Rice Plants (Oryza sativa L.) through The Application of Nano Silica. JURNAL PANGAN.
Dutta, M. J. (2017). Innovation, Technology, and Development. 57–81. https://doi.org/10.1007/978-981-10-3051-2_3
Handayani, T. (2006). PEMBIBITAN SECARA STEK-MINI TANAMAN MELATI [Jasminum sambac (L.) Aiton]. Sains Dan Teknologi Indonesia, 8,
21–26.
Hasanah, U. (2009). Respon Tanaman Tomat (lycopersicum esculentum Mill) Pada awal Pertumbuhan Terhadap Keragaman ukuran Agregat Entisol.
J.Agroekoteknologi Tropika Lembab Umam, K. et al.
Jurnal Agroland, 16(2), 103–109.
Ismayasari, A. A., Wahyuningsih, & Paramita, O. (2014). Studi Eksperimen Pembuatan Enting-Enting Dengan Bahan Dasar Kedelai Sebagai Bahan
Pengganti Kacang Tanah. Food Science and Culinary Education Journal, 1(1), 56–64.
Mahfudz, M., Isnaini, I., & Moko, H. (2006). Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Merbau. Jurnal
Penelitian Hutan Tanaman, 3(1), 25–34. https://doi.org/10.20886/jpht.2006.3.1.25-34
Marlina, N., Aminah, R. I. S., Rosmiah, & Setel, R. L. (2015). Aplikasi Pupuk Kandang Kotoran Ayam pada Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogeae
L.). Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 7(2), 136–141. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v7i2.3957
Meitasari, A. D., & Wicaksono, K. P. (2017). Inokulasi rhizobium dan perimbangan nitrogen pada tanaman kedelai ( Glycine max ( l ) merrill ) varietas
Wilis inoculation of rhizobium and nitrogen equalization on soybean ( Glycine max ( L ) Merrill ) varieties Wilis. PLANTROPICA Journal of
Agricultural Science, 2(1), 55–63.
Nenobesia, D., Mellab, W., & A, P. S. (2017). Pemanfaatan Limbah Padat Kompos Kotoran Ternak dalam Meningkatkan Daya Dukung Lingkungan dan
Biomassa Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Jurnal Pangan.
Nurul, mas’ud waqiah. (2013). Budidaya padi sawah bukaan baru. In Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian pertanian (Vol. 53,
Issue 9).
Pardal, S. J. (2016). Evaluasi Galur Kedelai Transgenik Toleran Aluminium pada Fasilitas Uji Terbatas Evaluation for Tolerance of Transgenic Soybean
Lines to. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 35(2), 155–162.
Rahmianna, A. A., Pratiwi, H., & Harnowo, D. (2015). Budidaya Kacang Tanah. Monograf Balitkabi, 13, 134–169.
Salam, A. K. (2020). Ilmu Tanah. In Akademika Pressindo.
Suyamto, S., Taufiq, A., & Marwoto, M. (2012). Potensi Pengembangan Tanaman Kedelai di Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal Penelitian Dan
Pengembangan Pertanian, 31(4), 30922.
Timur, B. P. S. K. (2019). Statistik Sayur-Sayuran dan Buah-Buahan Provinsi Kalimantan Timur 2019 1 (1st ed., Issues 1–19). Badan Pusat Statistik
Provinsi Kalimantan Timur.
Widiyaningrum, P., & Lisdiana. (2015). EFEKTIVITAS PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH DAUN DENGAN TIGA SUMBER AKTIVATOR
BERBEDA Priyantini Widiyaningrum dan Lisdiana. Rekayasa, 13 (2)(19), 107–113.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain the copyright of articles published in Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab (JATL) and grant the journal the right of first publication.
Published articles are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), available at https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.
Under this license, users may copy, redistribute, remix, transform, and build upon the published material for any purpose, including commercial purposes, provided that appropriate credit is given to the author(s) and JATL, a link to the license is provided, and any changes are clearly indicated.
If the material is remixed, transformed, or built upon, the resulting work must be distributed under the same license as the original. Users may not apply additional legal or technological restrictions that limit uses permitted by the license.
Authors may enter into separate arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the article, provided that its initial publication in JATL is acknowledged.
JATL does not require authors to transfer copyright to the journal.