Daya Dukung Lingkungan Lahan Tanaman Pangan Berdasarkan Pendekatan Telapak Ekologis Di Provinsi Kalimantan Timur
DOI:
https://doi.org/10.35941/jatl.2.2.2020.2799.71-78Keywords:
Biokapasitas, Keseimbangan Ekologis, Lahan Tanaman Pangan, dan Telapak EkologisAbstract
Abstrak. Laju pertumbuhan penduduk di Provinsi Kalimantan Timur mendorong bertambahnya permintaan berbagai kebutuhan sumberdaya terutama bahan pangan yang dihasilkan oleh lahan pertanian. Pembangunan yang cenderung mengarah pada pertumbuhan ekonomi,, lahan pertanian terutama pertanian tanaman pangan terus mendapatkan tekanan dari perluasan lahan pertambangan dengan laju pertumbuhan lahan rata-rata tahun 2012 – 2016 sebesar 2,18%. Tekanan dari penggunaan lahan pertambangan mempengaruhi kondisi ketahanan pangan Provinsi Kalimantan Timur di masa mendatang karena terus berkurangnya lahan pertanian yang ada saat ini. Dengan kondisi tersebut, diperlukan arahan untuk mengoptimalkan lahan pertanian tanaman pangan dengan mempertimbangkan kondisi ekologisnya. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan metode optimalisasi lahan tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan pendekatan telapak ekologis. Telapak ekologis merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengukur total biaya ekologis (dalam area lahan) dari aktivitas manusia. Pendekatan ini dipilih karena merupakan salah satu pendekatan yang memperhatikan daya dukung lingkungan sebagai tolok ukur keseimbangan dan keberlanjutan. Dalam penelitian ini teknik analisis yang digunakan ialah analisis biokapasitas, analisis telapak ekologis, dan analisis daya dukung ekologis. Hasil analisis biokapasitas secara keseluruhan tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Timur yaitu 267.013,96 gha dengan Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi yang paling besar biokapasitasnya dengan persentase 44,03% dari total biokapasitas provinsi. Hasil analisis telapak ekologis terhadap konsumsi tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Timur yaitu 204.719,06 gha dengan Kota Samarinda menjadi yang paling besar telapak ekologisnya dengan persentase 21,78% dari total telapak ekologis provinsi. Hasil analisis daya dukung ekologis menunjukkan kondisi keseimbangan antara ketersediaan pasokan tanaman pangan di alam dengan konsumsi penduduk terhadap tanaman pangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara agregat Provinsi Kalimantan Timur memiliki kondisi ekologis yang surplus pasokan tanaman pangan, namun secara parsial Kota Balikpapan, Bontang, dan Samarinda berada pada kondisi ekologis defisit pasokan tanaman pangannya.Downloads
References
Ariningsih, E. & Irawan, B., 2015. Dinamika Kebijakan dan Ketersediaan Lahan Pertanian. Jurnal Agro Ekonomi, pp. 9-25.
Badan Pusat Statistik. 2016. Provinsi Kalimantan Timur dalam Angka 2016. Samarinda: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur.
Badan Pusat Statistik. 2017. Provinsi Kalimantan Timur dalam Angka 2017. Samarinda: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur.
Badan Pusat Statistik. 2018. Provinsi Kalimantan Timur dalam Angka 2018. Samarinda: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur.
Budiharjo, E. & Hardjohubojo, S., 2012. Wawasan Lingkungan dalam Pembangunan Perkotaan. Bandung: PT. Alumni.
Dangnga, 2002. Pengaruh Interaksi antara Pertumbuhan Penduduk, Permukiman, dan Kualitas Lingkungan terhadap Sarana dan Prasarana Permukiman dan Faktor-Faktor Kualitas Lingkungan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Disertasi. Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor.
Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura. 2017. Data Produksi Pertanian Provinsi Kalimantan Timur. Samarinda: Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur.
Ewing, B. et al., 2010. Ecological Footprint Atlas 2010. California: Global Footprint Network.
Food and Agriculture Organization. 2017. World Crops Production. [Online] Available at: http://www.fao.org/faostat/en/#data/QC [Diakses 24 April 2017].
JATAM, 2017. Hungry Coal: Pertambangan Batu Bara dan Dampaknya terhadap Ketahanan Pangan. JATAM.
Lazarus, E. et al., 2014. Working Guidebook to the National Footprint Accounts: 2014 Edition. Oakland: Global Footprint Network.
Moleong, A., 1989. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Mubyarto, 1996. Pengembangan Kawasan Terpadu sebagai Program Penanggulangan Kemiskinan. Yogyakarta: Adiyya Media.
Munibah, K., Sitorus, S. R. P. & Rustiadi, E., 2009. Model Hubungan Antara Jumlah Penduduk dengan Luas Lahan Pertanian dan Permukiman (Studi Kasus DAS Cidanau, Provinsi Banten). Jurnal Tanah dan Lingkungan, 11(1), pp. 32-40.
Muta'ali, L., 2012. Daya Dukung Lingkungan untuk Perencanaan Pengembangan Wilayah. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi UGM.
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Timur 2016 – 2036.
Saragih, B., 2018. Kalimantan Timur Swasembada Beras 2018. Samarinda.
Supriatna, J., 2008. Melestarikan Alam Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Transfer Statement
The copyright of this article is transferred to Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab and when the article is accepted for publication. the authors transfer all and all rights into and to paper including but not limited to all copyrights in the JATL. The author represents and warrants that the original is the original and that he/she is the author of this paper unless the material is clearly identified as the original source, with notification of the permission of the copyright owner if necessary. The author states that he has the authority and authority to make and carry out this task.
The author states that:
This paper has not been published in the same form elsewhere.
This will not be submitted elsewhere for publication prior to acceptance/rejection by this Journal.
A Copyright permission is obtained for material published elsewhere and who require permission for this reproduction. Furthermore, I / We hereby transfer the unlimited publication rights of the above paper to Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab. Copyright transfer includes exclusive rights to reproduce and distribute articles, including reprints, translations, photographic reproductions, microforms, electronic forms (offline, online), or other similar reproductions.
The author's mark is appropriate for and accepts responsibility for releasing this material on behalf of any and all coauthor. This Agreement shall be signed by at least one author who has obtained the consent of the co-author (s) if applicable. After the submission of this agreement is signed by the author concerned, the amendment of the author or in the order of the author listed shall not be accepted.
Rights / Terms and Conditions Saved
The author keeps all proprietary rights in every process, procedure, or article creation described in Work.
The author may reproduce or permit others to reproduce the work or derivative works for the author's personal use or for the use of the company, provided that the source and the JATL copyright notice are indicated, the copy is not used in any way implying the Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab (JATL) approval of the product or service from any company, and the copy itself is not offered for sale.
Although authors are permitted to reuse all or part of the Works in other works, this does not include granting third-party requests to reprint, republish, or other types of reuse.






