Identification of Homegarden Patterns on Several Etnic in Berau Regency
DOI:
https://doi.org/10.35941/jatl.6.2.2024.14060.61-67Keywords:
Pekarangan, Berau, Nilai Ekonomi, KeberlanjutanAbstract
Pekarangan menjadi bagian warisan budaya bangsa Indonesia sebab praktik pemanfaatannya sangat berkaitan dengan kultur Bangsa Indonesia yaitu bercocok tanam. Pemanfaatan pekarangan sebagai lahan untuk budidaya tanaman, ikan dan ternak sangat berperan dalam membantu meningkatkan nilai ekonomi rumah tangga, fungsi sosial budaya dan kemasyarakatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui komponen penyusun pekarangan; 2) Mengetahui pola pengelolaan pekarangan dan nilai sosial ekonominya; 3) Mengetahui tingkat keberlanjutan pekarangan beberapa suku di Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret-Mei 2023, di Kelurahan Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Pengambilan sampel untuk data primer dilakukan secara purposive sampling dengan memilih 40 responden. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder didapatkan dari desa dan dinas terkait di Kabupaten Berau Propinsi Kalimanta Timur. Hasil penelitian menunjukkan 1) Terdapat perbedaan komponen penyusun pekarangan. Jumlah komponen terbesar terdapat pada pekarangan Suku Toraja (59 jenis), selanjutnya Suku Jawa (56 jenis), Bugis (51 jenis) dan Berau (40). Komponen ternak, komponen terbesar terdapat pada suku Toraja (4 jenis), Bugis (4 jenis), Jawa (2 jenis) dan Berau (1 jenis), sedangkan pekarangan Suku Berau lebih didominasi tanaman hias. 2) Pola pekarangan dominan adalah pola agrosilvopastura, pola ini juga banyak ditemukan pada Suku Toraja (50%). 3) Secara umum tingkat keberlanjutan pekarangan berdasarkan Nilai Indeks Keberlanjutan tertinggi adalah pekarangan Suku Toraja (3), Suku Jawa (2,66), Bugis (2,33) dan Berau (2,00). Nilai Indeks Keberlanjutan Pekarangan adalah 2,50 dengan kategori Tingkat Keberlanjutan Sedang.Downloads
References
Aditiameri, A., Susilastuti, D., & Darmansyah, E. 2021. Analisis Pemanfaatan Pekarangan Berdasarkan Strata Luas di Kelurahan Kalisari Jakarta Timur. AGRISIA Jurnal Ilmu - Ilmu Pertanian, 14(1): 57–73.
Hamidah, S., Arifin, Y. F., & Fitriani, A. 2020. Studi Hasil Budidaya Secara Eksitu Beberapa Jenis Tumbuhan Obat Sebagai Pertimbangan Konsep Pengembangan Agroforestri Berbasis Tumbuhan Obat. Jurnal Hutan Tropis, 8(1): 1–15.
Idris, A. I., Arafat, A., & Fatmawati, D. 2019. Pola dan Motivasi Agroforestry Serta Kontribusinya Terhadap Pendapatan Petani Hutan Rakyat di Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Hutan Dan Masyarakat, 11(2): 92–113.
Irwan, S. N. R., Handayani, V. D. S., & Ilmiah, H. H. 2023. Pekarangan Pinggir Kota untuk Menyangga Ekosistem Perkotaan: Pemanfaatannya dan Keanekaragaman Tanaman. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 28(2): 244–254.
Maulidan, Y., Sukiman, S., Sukenti, K., Julisaniah, N. I., & Kurnianingsih, R. 2022. Study of Habitat Characteristic and Ethnobotanical Aspects of Komak Beans (Fabaceae) in North Lombok Regency. Jurnal Biologi Tropis, 22(4): 1347–1360.
Oelviani, R., & Utomo, B. 2015. Sistem Pertanian Terpadu di Lahan Pekarangan Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga Berkelanjutan: Studi Kasus di Desa Plukaran, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1197–1202.
Satu Data Indonesia. 2023. Data Keadaan Iklim Rata-Rata Berau Tahun 2019-2021.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain the copyright of articles published in Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab (JATL) and grant the journal the right of first publication.
Published articles are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), available at https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.
Under this license, users may copy, redistribute, remix, transform, and build upon the published material for any purpose, including commercial purposes, provided that appropriate credit is given to the author(s) and JATL, a link to the license is provided, and any changes are clearly indicated.
If the material is remixed, transformed, or built upon, the resulting work must be distributed under the same license as the original. Users may not apply additional legal or technological restrictions that limit uses permitted by the license.
Authors may enter into separate arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the article, provided that its initial publication in JATL is acknowledged.
JATL does not require authors to transfer copyright to the journal.