Potensi Alelopati Ekstrak Daun Clidemia hirta sebagai Herbisida Nabati pada Perkecambahan Gulma Cyperus kyllingia, Eleusine indica, dan Praxelis clematidea
DOI:
https://doi.org/10.30872/jatl.6.1.2023.11681.15-20Keywords:
Clidemia hirta, ekstrak daun, gulma, perkecambahanAbstract
v>Keberadaan gulma menimbulkan kerugian berupa penurunan kuantitas dan kualitas hasil pertanian, peningkatan biaya produksi,dan menjadi inang hama. Pengendalian gulma secara kimiawi dengan herbisida menjadi pilihan utama dibandingkan cara lain karenalebih efektif dan efisien mengendalikan gulma. Namun penggunaan herbisida secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak negatifterhadap lingkungan akibat residu herbisida dan munculnya resistensi gulma. Salah satu upaya mendukung program PHT adalahmenggunakan Bioherbisida untuk mengendalikan gulma karena senyawa tumbuhan mudah terurai dan aman bagi lingkungan.Bioherbisida belum banyak digunakan di pertanian dan baru sedikit menjadi produk komersial. Beberapa herbisida organik komersialdigunakan dengan ekstrak tumbuhan yang mengandung alelokimia. Senyawa dalam daun Clidemia hirta mengandung tanin,steroid/triterpenoid, flavonoid. Senyawa terpenoid, flavonoid dan fenol merupakan alelokimia bersifat menghambat pembelahan sel.Untuk mengetahui potensi alelopati daun Clidemia maka perlu dilakukan pengujian pengaruhnya terhadap gulma. Tujuan jangka panjangpenelitian mengembangkan bioherbisida sebagai pengendali gulma dengan memanfaatkan alelokimia daun Clidemia. Sedangkan tujuankhusus: (1) Mengetahui efek alelopati ekstrak daun Clidemia terhadap perkecambahan Cyperus kyllingia, Eleusine indica, dan Praxelisclematidea. (2) Mendapatkan konsentrasi ekstrak daun Clidemia yang mampu menghambat perkecambahan gulma Cyperus kyllingia,Eleusine indica, dan Praxelis clematidea. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan konsentrasi ekstrakdaun Clidemia hirta L: 0,0; 1,5; 3,0; 4,5; 6,0; dan 7,5% dengan 4 ulangan. Data dianalisis ragam dengan terlebih dahulu diujihomogenitasnya dengan uji Barlett dan dilanjutkan Uji Beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian ekstrak daun ClidemiaDownloads
References
Achandi T, Fitriana M. 2008. Berbagai Ekstrak Gulma sebagai Bioherbisida di Perkebunan Karet. Jurnal Agria 5(1): 16-
Afifuddin, Y., Marpaung, L., & Silitonga, Y. (2015). Eksplorasi Tumbuhan Beracun di Cagar Alam Martelu Purba. 1, 1–
Alpert P, Bone E, Holzapel C. 2000. Invasiveness, invasibility and the role of environmental stress in the spread of nonnative plants. Perspective in Plant Ecology, Evolution and Systematics 3(1): 52 - 66.
Djunaedy, A. (2009). Biopestisida sebagai Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang Ramah Lingkungan.
Embryo, 6(1), 88–95.
Elfrida, Jayanthi, S., & Dewi Fitri, R. (2018). Pemanfaatan Ekstrak Daun Babadotan (Ageratum conyzoides L) sebagai
Herbisida Alami. Jurnal Jeumpa, 5(1), 50–55.
Ismaini, L. (2015). Pengaruh alelopati tumbuhan invasif (Clidemia hirta) terhadap germinasi biji tumbuhan asli (Impatiens
platypetala). SEMNAS Masy Biodiv Indon, 834–837.
Marinova, D., Ribarova, F., & Atanassova, M. (2005). Total Phenolics and Total Flavonoids in Bulgarian Fruits and
Vegetables. Journal of the University of Chemical Technology and Metallurgy, 40(3), 255–260.
Pebriani, Rizal L, Mukarlina. 2013. Potensi ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha H.B.K) sebagai
bioherbisida terhadap gulma maman ungu (Cleome rutidosperma D.C) dan rumput bahia (Paspalum notatum
Flugge). Protobiont 2(2): 32-38.
Rahayu ES. 2003. Peranan Penelitian Alelopati dalam Pelaksanaan Low External Input dan Sustainable Agriculture
(LEISA). IPB, Bogor.
Reigosa, M. J., Souto, X. C., & González, L. (1999). Effect of phenolic compounds on the germination of six weeds
species. Plant Growth Regulation, 28(2), 83–88.
Riskitavani, D. V., & Purwani, K. I. (2013). Studi Potensi Bioherbisida Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa)
terhadap Gulma Rumput Teki (Cyperus rotundus). Jurnal Sains Dan Seni Pomits, 2(2), 2337–3520.
Senjaya, Y. A., & Surakusumah, W. (2008). Potensi Ekstrak Daun Pinus (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) sebagai
Bioherbisida Penghambat Perkecambahan Echinochloa colonum L. dan Amaranthus viridis. Perennial, 4(1), 1–5.
Tanor MN, Sumayku BRA. 2009. Potensi eugenol tanaman cengkeh terhadap perkecambahan benih jagung. Jurnal
Lingkungan Tanah 1(7): 35-44.
Triyono, K. (2009). Pengaruh Saat Pemberian Ekstrak Bayam Berduri (Amaranthus spinosus) dan Teki (Cyperus
rotundus) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum). Jurnal Inovasi Pertanian,
(1), 20–27.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain the copyright of articles published in Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab (JATL) and grant the journal the right of first publication.
Published articles are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), available at https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.
Under this license, users may copy, redistribute, remix, transform, and build upon the published material for any purpose, including commercial purposes, provided that appropriate credit is given to the author(s) and JATL, a link to the license is provided, and any changes are clearly indicated.
If the material is remixed, transformed, or built upon, the resulting work must be distributed under the same license as the original. Users may not apply additional legal or technological restrictions that limit uses permitted by the license.
Authors may enter into separate arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the article, provided that its initial publication in JATL is acknowledged.
JATL does not require authors to transfer copyright to the journal.