Kajian Penggunaan Soil Nailing Terhadap Stabilitas Lereng Batuan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/ts.v10i1.27483

Keywords:

Batuan, stablititas, RQD, RMR, faktor aman

Abstract

Longsor merupakan proses perpindahan material tanah atau batuan yang terjadi karena ketidakseimbangan gaya pada lereng  yang dipicu oleh faktor alami maupun aktivitas manusia. Faktor utama penyebab longsor meliputi kemiringan lereng yang curam, curah hujan tinggi, serta kondisi geologi, khususnya pada batuan yang mudah mengalami pelapukan. Degradasi kekuatan batuan akibat proses pelapukan dan infiltrasi air dapat meningkatkan kerentanan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng batuan dan mengidentifikasi struktur batuan. Metode penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel batuan menggunakan pemboran mekanis, pengukuran topografi, serta pengumpulan data geologi regional. Analisis dilakukan dengan pendekatan metode elemen hingga untuk mengevaluasi nilai faktor keamanan (Safety Factor, SF). Hasil klasifikasi massa batuan menunjukkan nilai RQD sebesar 65% dan RMR sebesar 55,1 yang termasuk kategori sedang, dan hal ini mengindikasikan kondisi batuan dengan tingkat rekahan sedang. Analisis stabilitas menunjukkan bahwa kondisi eksisting lereng berada dalam kondisi tidak stabil dengan nilai SF < 1,5. Setelah dilakukan perkuatan menggunakan soil nailing, nilai SF meningkat hingga >1,5, yang menunjukkan peningkatan stabilitas lereng secara signifikan. Evaluasi terhadap mekanisme cabut menunjukkan bahwa nilai FKpo ≥ 2, sehingga memenuhi kriteria keamanan. Secara keseluruhan, dari hasil analisa ini menunjukkan bahwa metode dengan soil nailing sangat baik dalam meningkatkan stabilitas lereng dan mengendalikan potensi kegagalan.

Author Biography

  • Adolf Situmorang, Universitas Semarang
    sd

References

Azimian, A. (2016). A new method for improving the RQD determination of rock core in borehole. Rock Mechanics and Rock Engineering, 49(4), 1559–1566. https://doi.org/10.1007/s00603-015-0789-8

Badan Standarisasi Nasional. (2017). Sni 8460-2017. Persyaratan perancangan geoteknik, 8460, 2017.

Barton, N., Lien, R., & Lunde, J. (1974). Engineering classification of rock masses for the design of tunnel support. Rock Mechanics Felsmechanik Mécanique des Roches, 6(4), 189–236. https://doi.org/10.1007/BF01239496

Bieniawski. (1989). Engineering Rock Mass Clasifications.

Dirjen BM. (2018). Spesifikasi khusus interim seksi skh-1.3.16 jaring kawat wire ...

Komadja, G. C., Pradhan, S. P., Roul, A. R., Adebayo, B., Habinshuti, J. B., Glodji, L. A., & Onwualu, A. P. (2020). Assessment of stability of a Himalayan road cut slope with varying degrees of weathering: A finite-element-model-based approach. Heliyon, 6(11). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2020.e05297

Naryanto, H. S., Soewandita, H., Ganesha, D., Prawiradisastra, F., & Kristijono, A. (2019). Analisis Penyebab Kejadian dan Evaluasi Bencana Tanah Longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur Tanggal 1 April 2017. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 272. https://doi.org/10.14710/jil.17.2.272-282

Shahabi, H., & Hashim, M. (2015). Landslide susceptibility mapping using GIS-based statistical models and Remote sensing data in tropical environment. Scientific Reports, 5, 1–15. https://doi.org/10.1038/srep09899

Situmorang, A., Christa, N. H., & Pratiwi, Y. I. (2022). Pengaruh Pelapukan Lapisan Batuan Terhadap Stabilitas Lereng. 12(2), 331–342.

Zhang, Q., Huang, X., Zhu, H., & Li, J. (2019). Quantitative assessments of the correlations between rock mass rating (RMR) and geological strength index (GSI). Tunnelling and Underground Space Technology, 83(April 2018), 73–81. https://doi.org/10.1016/j.tust.2018.09.015

Zheng, J., Yang, X., Lü, Q., Zhao, Y., Deng, J., & Ding, Z. (2018). A new perspective for the directivity of Rock Quality Designation (RQD) and an anisotropy index of jointing degree for rock masses. Engineering Geology, 240(April), 81–94.

Downloads

Published

2026-06-28