KONSULTAN PENGAWAS SEBAGAI ALAT PENGENDALI PADA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN NASIONAL
DOI:
https://doi.org/10.30872/ts.v9i1.19891Keywords:
Konsultan Pengawas, Wakil Pemilik Proyek, Mobilisasi, KeterlambatanAbstract
Jasa konsultan pengawas konstruksi digunakan pada proyek berskala kecil, menengah dan besar, dimana konsultan pengawas konstruksi berperan untuk mengelola proyek, sehingga pekerjaan memenuhi terhadap aspek mutu waktu dan biaya. Meskipun demikian, penggunaan jasa konsultasi ini tidak menjamin tujuan suatu proyek berjalan dengan lancar. Justru berbagai permasalahan dalam tahap pelaksanaan sering terjadi. Oleh karena itu, perlu ditinjau apa saja peranan konsultan pengawas konstruksi dan bagaimana implementasi peranan tersebut di lapangan. Sebagai wakil pemilik proyek, konsultan pengawas konstruksi mempunyai wewenang untuk bertindak atas nama pemilik proyek dan bertindak sebagai pemimpin dari pada tim. Konsultan pengawas konstruksi dapat berperan sebagai penasehat, pembantu, dan partner. Keterlibatan konsultan pengawas diharapkan dapat memberikan informasi terpercaya kepada pemilik proyek. Pada tahap pelaksanaan konstruksi, konsultan pengawas melakukan koordinasi terhadap pengadaan material, peralatan juga terhadap seluruh proses pembangunan. Proyek pembangunan konstruksi longsoran ruas jalan Tanjung Selor - Malinau, khususnya pada pekerjaan struktur menunjukkan adanya keterlambatan waktu pelaksanaan yang di sebabkan beberapa factor antara lain, kurangnya tenaga kerja, kurangnya koordinasi di lapangan, keterlambatan mobilisasi alat bor, dan gangguan cuaca. Sehingga pada realisasinya pekerjaan sering mengalami keterlambatanReferences
DAFTAR PUSTAKA
Abrar Husen. 2010.”Manajemen Proyek”.Penerbit ANDI Yogyakarta
Barrie S. Donald, Boyd C. Pauldson, 1987, “Manajemen Konstruksi Profesional”. Penerbit Erlangga, Jakarta.
Diraatmaja E. 1986, “Membangun Manajemen Konstruksi Untuk Para Kontraktor”. Penerbit Erlangga – Jakarta
Ervianto, Wullfram. 2002. Manajemen Proyek Konstruksi. Yogyakarta. ANDI.
Siregar Ali Basyah. 1987. Manajemen. Institut Teknologi Bandung