Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
DOI:
https://doi.org/10.30872/jtm.v10i1.7496Keywords:
Cromium, hiperakumaltor, Logam BeratAbstract
Logam berat adalah unsur logam dengan berat/ massa atom tinggi. Dalam kajian lingkungan logam dikategorikan menjadi logam berat jika memilki berat jenis lebih besar dari 5 g/ml. Secara umum logam berat sudah bersifat racun pada konsentrasi yang rendah bagi tumbuhan, hewan dan manusia. Logam berat dapat bersumber pada aktivitas alam (geogenic) dan aktivitas manusia (anthropogenic). Secara alami magma gunung api mengandung logam berat, demikian juga berbagai batuan juga mengandung logam berat. Sumber logam berat yang berasal dari aktivitas manusia antara lain gas buangan kenderaan bermotor, pertambangan, industri elektronika dan kimia, pestisida, pupuk dan lain-lain. Fakta yang ada menunjukkan bahwa masuknya logam berat ke tanah/ lingkungan terutama akibat aktivitas manusia. Masuknya logam berat ke lingkungan tidak serta merta meracuni makhluk hidup akan tetapi logam berat baru meracuni jika masuk ke dalam sistem metabolisme makhluk hidup dan melampaui ambang batas. Ambang batas untuk setiap jenis logam berat dan makhluk hidup berbeda. Mekanisme tanaman dalam mengahdapi logam berat dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung jenis tanaman yaitu melalui fitoekstrasi dan fitokelatin. Fitoekstraksi adalah salah satu bentuk fitoremediasi dimana tanaman melalui akar tanaman menyerap pencemar (logam berat) dari larutan tanah dan diakumulasi di batang dan daun (bagian tanaman yang dapat dipanen). Fitoekstraksi biasa digunakan untuk memulihkan tanah tercemar khususnya logam berat seperti Pb. Tanaman yang memiliki kemampuan untuk menyerap logam berat dalam jumlah yang lebih banyak disebut tanaman hyperaccumulator (hiperakumulator). Tanaman hiperakumulator adalah tanaman yang mampu mengakumulasi logam berat pada jaringan tanam dan bagian yang dapat dipanen yang berada diatas tanah pada kisaran 0,1 – 1% dari berat keringnya.References
Alloway, B.J. 1995a. The origin of heavy metals in soil. In Alloway, B.J. (ed.). Heavy Metal in Soils. Blackie Academic & Professional, Glasgow.
Alloway, B.J. 1995b. Cadmium. In Alloway, B.J. (ed.). Heavy Metal in Soils.Blackie Academic & Professional, Glasgow.
Anaka S. S., R. Deht, D. Sarker, S. K. M. Samanathan, C. P. Millas and S. Burd. 2001.Analysis of Phytochelatin Complexition in the Lead Tolerant VetiverGrass (Vetiveria zizanioides (L.) Nash). Environtment Pollutan (15)7 : 2173-2183
Bhattacharyya, M.H., B.D. Whelton, P.H. Stern, and D.P. Peterson. 1988. Cadmium Accelarates Bone Loss in Ovariectomized Mice and Fetal Rat Limb Bones in Culture. Proc.Natl.Acad.Sci. USA.
Campbell, at al. 2003. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Chen, W., N.N. Krage, L. Wu, G. Pan, M. Khosrivafard, and A.C. Chang. 2008. Arsenic, Cadmium, and Lead in California Cropland Soils: Role of Phosphate and Micronutrient Fertilizer. J. Envirol Qual. 37:689-695
Choppala, G., Bolan, N., Park, J.H. 2013. Chromium Contamination and Its Risk Management in Complex Environmental Settings, Advances in Agronomy. Elsevier.
Connell, D. W. & Miller, G.J. Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran. Terjemahan oleh Yanti Koestoer. 2006. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).
Cooper, G.R.C. 2002. Oxidation and toxicity of chromium in ultramafic soils in Zimbabwe. Appl. Geochemistry 17, 981–986.
Fendorf, S.E. 1995. Surface reactions of chromium in soils and waters. Geoderma 67, 55– 71.
Gautama, 2007, Bakteri Thiobacillus Ferrooxidans Sebagai Penanganan Limbah Pertambangan (BatuBara).http://.bioindustri.blogspot.com/2008/09/bakteri-thiobacillus-ferrooxidans. html., 2 Maret 2012.
Gomes, P.C., M.P.F. Fontes, A.G. da Silva, E. de S. Mendonca, and A.R. Netto. 2001. Selectivity sequences and competitive adsorption of heavy metals by Brazilian Soil. Soil Sc. Soc. Am. J. 65:1115-6842
Hindersah, R. & Kalay, A.M. 2009. Akumulasi timah hitam dan kadmium pada tajuk selada setelah aplikasi Azotobacter dan lumpur IPAL.J. Budidaya Pertanian 2:1-5
Iriawati dan R. Fitriana. 2006. Cadmium Toxicity on Root Growth of Water Hyacinth [Eichornia crassipes (Mart. ) Solms]. International Conference on Mathematics and Natural Sciences.
Kotas, J., Stasicka, Z. 2000. Chromium occurrence in the environment and methods of its speciation. Environ. Pollut. 107, 263–283.
Lasat, M.M. 2002. Phytoextraction of Toxic Metals: A Review of Biological Mechanisms.J.Environ. Qual., 31: 109-120.
Narula, N., Behl, R.K. & Kothe, E. 2011. Heavy Metal Resistance Among Azotobacterspp. and Their Survival in HM Contaminated Soil Using Indian Mustard. The IUP Journal of Genetics & Evolution, 4 (2): 55-62.
Notohadiprawiro, T. 2013. Logam Berat dalam Pertanian. Artikel: Naskah Ceramah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan 28 Agustus 2016.
Roechan, S., I. Nasution, L. Sukarno, dan A.K. Makarim. 1995. Masalah Pencemaran Kadmium pada Padi Sawah. Dalam Syam, M dkk (Penyunting). Kinerja Penelitian Tanaman Pangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Badan Litbang Pertanian, Jakarta.
Salem, F.Y., Parkerton, T.F., Lewis, R. V., Huang, J.H., Dickson, K.L. (1989). Kinetics of chromium transformations in the environment. Sci. Total Environ. 86, 25–41.
Salisbury, F.B. and C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Jilid3. Penerbit ITB. Bandung
Stefánsson, A., Gunnarsson, I., Kaasalainen, H., Arnórsson, S. 2015. Chromium geochemistry and speciation in natural waters, Iceland. Appl. Geochemistry 62, 200– 206.
Suresh B., and G. A. Ravishankar. 2004. Phytoremediation-A Novel and PromisingApproach for Enviromental Clean – up. Critical Reviews in Biotechnology 24, 2-3 : 97 – 110
Vatamaniuk, O.K., Mari, S., Lu, Y.P. & Rea, P.A. 2000. Mechanism of heavy metal ion activation of phytochelin synthase. J. Biol. Chem. 275: 31451-31459.
Wikipedia. 2008. Bahaya Logam Berat terhadap Kesehatan. Melalui
Zhuang P., Z. H. Ye, C. Y. Lan, Z. W. Xie and W. S. 2005. Chemically AssistedPhytoextraction of Heavy Metal Contaminated Soil Using Trees Plant Species. Plantand Soil 278 : 153-162
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice

Authors who publish in JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).