KARAKTERISTIK BATUBARA SEAM B DAERAH BANGUN REJO, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.30872/jtm.v8i2.5193Abstract
Indonesia memiliki cadangan sumberdaya alam yang sangat melimpah, salah satunya adalah batubara. Batubara merupakan sumberdaya alam yang sangat potensial untuk dikelola dan dimanfaatkan. Desa Bangun Rejo merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sumberdaya batubara yang melimpah. Desa ini terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Maka dari itu, sangat menarik untuk dipelajari terkait dengan karakteristik batubara. Tujuan dari penelitian ini ada Mengetahui karakteristik fisik secara megaskopis dari lapisan batubara dan mengetahui bentuk geometri dari batubara. Proses dalam kegiatan penelitian ini dengan melakukan pengamatan dilapangan. Kemudian dilanjutkan pada analisis batubara secara megaskopis dan penarikan korelasi batuan. Dari hasil data lapangan dan analisis didapat bahwa Seam B memiliki warna hitam, cerat coklat, pecahan blocky, rekahan tegak lurus lapisan, rekahan sebagian terisi lempung, mengkilap dengan lapisan buram, komposisi karbon, terdapat lapisan shalycoal 20-30 cm. Lapisan seam batubara memiliki tebal 3,1-3, 38 meter masuk kedalam kategori ketebalan sedang. Kemenerusan dari seam ini secara horizontal berarah timur laut ke barat daya dari konsesi dengan besaran arah azimuth N 189o E - N 191o E. Sedangkan mengikuti arah dip batubara berarah barat laut dari konsesi dengan besaran sudut 23-29o masuk dalam katagori lapisan miring. Untuk kemenerusan lapisan batubara berdasarkan data outcrop dengan mengikuti arah strike batubara anatara singkapan OC-03 dan OC-04 berjarak 430 meter bisa dikategorikan menerus ratusan meter.
References
Allen, G.P. & Chamber, J.L.C., 1988, Sedimentary in the Modern and Miocene Mahakam Delta, School of Natural Resource Science, Queensland University of Technology, Brisbane, Australia, p.222.
Horne, J.C., Caruccio, F.T., Baganz., B.P., 1978, Deposistional Models in Coal Exploration and Mining Planning in Appalachian Regioan, AAPG Bulletin 62 p: 2379-2411, America
Jeremic, M.L., 1985, Strata Mechanics in Coal Mining, A.A. Balkema Publs, Netherlands, p.564.
Larry Thomas.2002, Coal Geology. Jhon Wiley & Sons, Ltd, USA.
Moss and Chambers, 1999, Lithostratigrafi Regional Cekungan Kutai.
Prasongko, Bambang Kuncoro, 1996, Perencanaan Eksplorasi Batubara, Program Studi Khusus Eksplorasi Sumberdaya Bumi Program Pasca Sarjana, Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Nuey, E. S., 1987. Early Middle Miosen Deltaic Progradation in .em Kutai Basin. Proceeding of the 14th Annual Convention, Ind Petroleum Assac.
Ott, H.L., 1987, The Kutei Basin – A Unique Structural History. Proceeding of Indonesian Petroleum Association, 16th Annual Convention, Jakarta, Indonesia
Sasmito K. 2010. Geologi dan Pola Sebaran Batubara Daerah Separi Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Magister Teknik Geologi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
Sasmito K. dan Pratiwi P. I. 2017. Kendali Morfostruktur Pasif terhadap Bentuk Morfologi Daerah Bhuana Jaya dan Sekitarnya. Proceeding Seminar Nasional Teknologi Universitas Mulawarman
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice

Authors who publish in JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).