STUDI KESTABILAN LERENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE KINEMATIKA PADA TAMBANG BATU PASIR DI KELURAHAN RAPAK DALAM, KECAMATAN LOA JANAN ILIR, KOTA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.30872/jtm.v8i1.3980Keywords:
Uji Sifat Fisik Batuan, Uji Sifat Mekanik Batuan, Potensi Longsoran, Faktor Keamanan LerengAbstract
Kemantapan (stabilitas) lereng merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam pekerjaan yang berhubungan dengan penggalian dan penimbunan tanah, batuan dan bahan galian, karena menyangkut persoalan keselamatan manusia (pekerja), keamanan peralatan serta kelancaran produksi. Secara umum, kestabilan lereng dikontrol oleh beberapa faktor, antara lain geometri lereng, kondisi geologi (sifat fisik material penyusun lereng, struktur geologi), kondisi hidrogeologi, dan sifat keteknikan material penyusun lereng. Kestabilan lereng yang tersusun oleh massa batuan yang terkekarkan secara intensif terutama dikontrol oleh orientasi kekar dan kekuatan bidang kekar. Tipe longsor yang berpotensi terjadi pada lereng batuan yang terkekarkan dapat ditentukan melalui analisis kinematika. Untuk membuat desain lereng yang aman dan juga ekonomis. Perlu dibuat sudut kemiringan lereng securam mungkin, namun masih tetap dalam batas aman, maka untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu analisis kemantapan lereng menggunakan metode analisis kinematika guna mengetahui keadaan lereng pengamatan tersebut dalam kondisi stabil atau tidak stabil. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, diperoleh bahwa setelah melakukan uji sifat fisik batuan, didapatkan densitas rata-rata pada lereng pengamatan yaitu 2,22 gr/cc. Uji sifat mekanik dan hasil pengolahan perhitungan yang telah dilakukan menghasilkan data berupa nilai kohesi batuan pada lereng pengamatan yaitu 0,1575 MPa atau 16,06 ton/m2 dengan sudut geser dalam yaitu 14,7°. Dan berdasarkan hasil pengamatan yang terdapat pada proyeksi stereografis, potensi longsor yang akan terjadi adalah longsoran baji. Serta nilai faktor keamanan yaitu 6,39 menunjukkan lereng tersebut dalam keadaan aman.
References
Arief. 2016. Geoteknik Tambang, Jakarta : Gramedia
Balfas, M.D. 2014,Geologi Untuk Pertambangan Umum, Yogyakarta : Graha Ilmu
Djauhari, N. 2012. Pengantar Geologi, Universitas Pakuan Bogor
Evon S.K., Shalaho D.D., Tommy, T., 2019, Analisis Kestabilan Lereng Lowwall Pit7 Selatan Blok AM yang dipengaruhi Airtanah Di PT.Alamjaya Bara Pratama, Kecamatan Loakulu, Kabupaten Kutaikartanegara, Kalimantan Timur, Jurnal Teknologi Mineral FT Unmul, Vol. 7, No.1, Samarinda
Grady, B.H.G & Brown, E.T. 2004. Rock Mechanics, USA
Kliche,C.A.1999.Rock Slope Stability. Colorado : Society for Minig, Metallurgy and Exploration,Inc
Rai, M. A., Kramadibrata, S., dan Watimena, R, K. 2013. Mekanika Batuan. Bandung: ITB Press.
Standar Nasional Indonesia, 2005 (SNI 13-7124-2005) Penyusunan peta zona kerentanan gerakan tanah
Supriatna, Sukardi., dan Rustandi, E.1995. Peta Geologi Regional Samarinda, Kalimantan. Bandung : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
Van der Plujim, Ben A., 2004. Earth Structure 2nd Edition. USA
Wyllie,D.C., Mah, C.W. 2004. Rock Slope Engineering 4th Edition. London : Spon Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice

Authors who publish in JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).