PENGARUH LINGKUNGAN PENGENDAPAN TERHADAP KUALITAS BATUBARA DI PT. KITADIN DESA EMBALUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISA ELEKTROFASIES
DOI:
https://doi.org/10.30872/jtm.v7i2.2953Keywords:
Elektrofasies, Geophysical log,Abstract
Daerah penelitian termasuk dalam wilayah Cekungan Kutai. pada wilayah ini banyak di temukan Sumber Alam yang sangat berpotensi menjadi sumber pendapatan daerah dan negara. Sebagai salah satu resevoir potensial pada Cekungan Kutai, Formasi Balikpapan menjadi salah satu objek penelitian yang menarik, bila dilihat dari keilmuan geologi banyak hal yang dapat di pelajari dari Formasi Balikpapan ini seperti Lingkungan Pengendapan sehingga banyak di jumpai lapisan-lapisan batubara di dalammya. Komposisi hasil pemerian deskripsi terdiri dari; litik 40%, kalsit 14%, feldspar 8%, kwarsa 15%, opak 1% dan lumpur karbonat 22%. Berdasarkan sayatan tipis batuan sedimen memiliki warna kekuningan sampai dengan abu-abu, tekstur klastik dengan ukuran butir 0.2mm-0.6mm. Memiliki bentuk butir menyudut tanggung sampai membulat tanggung. Berdasarkan hasil deskripsi analisa batuan secara petrografi dimana komposisi penyusun yaitu; fosil 2%, kalsit 15%, kwarsa 14%, opak 1%, lempung ±30%, lumpur karbonat ±18%, gelas ±20%. Sehingga berdasarkan nama megaskopis Calcareous tuffaceous claystone atau Mudstone/Silstone berdasrkan Gilbert (1954) dan Marly claystone berdasarkan Pettijohn (1975). Hasil dari sayatan tipis batuan sedimen ini menunjukkan, warna putih kecoklatan, tekstur klastik, ukuran butir 0.05mm-0.3mm. Bentuk butir menyudut tanggung sampai membulat tanggung yang jika dilihat dari hasil log menunjukkan adanya persamaa distribusi butiran dari menyudut tanggung sampai dengan membulat tanggung berada pada posisi cenderung lower delta plain juga merupakan diantara area influenced by fresh water dan marine to brackish water. Hanya saja kehadiran fosil 2% sulit untuk mendeksi apakah fosil tersebut merupakan produk darat atau laut, karena mengalami replacement oleh mineral kalsit. Sehingga faktor penentu adalah ukuran butir dan kehadiran lumpur karbonat.
References
Allen, R.G., Pereira, S.L., Raes, D., Smith, M., 1998, Crop Evapotranspiration Guidelines for Computing Crop Water Requirements, Irrigation and drainage paper 56, Rome.
Bigelow, E.L. 1992. Introduction to Wireline Log Analysis. Houston, Texas: Western Atlas International.
Diessel C.F.K., 1992, Coal Bearing Depositional Systems, Springer-Verlag, Berlin Heidelberg.
Horne, J.C. 1978. Depositional Models in Coal Exploration and Mine Planning in Appalachian Region. Texas: AAPG Convention SEPM, Houston.
Loke,M.H.1999. Elektrical Imaging Survey for Enviromental and Enggineering Studies. personales.upv.es/jpadin/lokenote.pdf
Pettijohn, F.J., 1975, Sedimentary Rocks, Third Edition, Franchis Pettijohn, Printed in USA, 7,18 p.
Russell, W.L. 1944. The total gamma ray activity of sedimentary rocks as indicated by Geiger counter determinations. Geophysics 9(2): 180-216.
Walker, R.G., James, N.P., 1992, Facies Models Response To Sea Level Change: Geological Association of Canada, 1, 409p.
Williams, H., F.J. Turner, C.M. Gilbert, 1954, Petrography, An Introduction to The Study of Rock in Thin Sections, W.H. Freeman and Company, New York, U.S.A.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice

Authors who publish in JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).