Analisis Kestabilan Lereng Dengan Menggunakan Metode Rock Mass Rating (RMR) Dan Metode Slope Mass Rating (SMR) Pada Penambangan Batupasir Daerah Bukit Pinang Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur
DOI:
https://doi.org/10.30872/jtm.v7i1.2435Keywords:
Kestabilan lereng, Metode RMR, Metode SMR, Geometri lerengAbstract
Kestabilan pada lereng batuan berhubungan dengan tingkat pelapukan dan struktur geologi yang ada pada massa batuan tersebut, seperti sesar, kekar, lipatan, dan bidang perlapisan. Struktur tersebut selain lipatan disebut dengan bidang lemah. Disamping struktur geologi, kehadiran air dan sifat fisik-mekanik batuan juga mempengaruhi kestabilan lereng. Analisis kestabilan lereng yang digunakan yaitu metode Rock Mass Rating (RMR) dilanjutkan dengan metode Slope Mass Rating (SMR). Metode Rock Mass Rating (RMR) menggunakan lima parameter serta sifat fisik dan sifat mekanik batuan berupa berat jenis batuan dan kuat tekan batuan. Lima parameter tersebut yaitu Kuat Tekan Batuan, Rock Quality Designation (RQD), jarak kekar, kondisi kekar, dan kondisi airtanah daerah penelitian. Slope Mass Rating (SMR) diperoleh dengan menjumlahkan faktor penyesuaian yang bergantung pada orientasi bidang diskontinuitas dan metode penggalian. Dari analisis yang dilakukan pada lereng di lokasi penelitian, didapatkan nilai parameter metode Rock Mass Rating (RMR) yaitu kuat tekan batuan = 81,37 MPa, RQD = 99,72%, jarak kekar = 1,28 meter, kodisi kekar = panjang diskontinuitas 28 - >500 cm, terbuka 0 – 10 mm, agak kasar, isian kasar (lempung), sedikit lapuk. Kondisi Airtanah daerah tersebut termasuk kedalam kondisi kering. Untuk nilai SMR yang didapatkan ada tiga dikarenakan ada tiga potensi longsoran yang terdapat pada daerah penelitian. SMR pada longsoran bidang = 50,2 (kelas SMR nomor III), SMR pada longsoran baji = 43 (kelas SMR nomor III), SMR pada longsoran guling = 49,5 (kelas SMR nomor III). Hal ini menyatakan bahwa lereng dalam keadaan tidak menentu. Perlu dilakukan perubahan pada geometri lereng agar lereng dalam keadaan stabil.
References
Arif, I., 2016 Geoteknik Tambang, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Bieniawski, Z.T., 1989. Engineering Rock Mass Classification. The Pennsylvania State University. America.
Hardiyatmo, H, C. Mekanika Tanah 1. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. http://www.tulane.edu/~sanelson/eens1110/deform.htm
Hudson, J.A., dan John, P.H., 2005. Engineering Rock Mechanics An Introduction to the Principles. Pergamon : London.
Krynine, Dimitri P dan Judd, William R. 2005. Principles of Engineering Geology and Geotechnics. McGraw-Hill Book Co. Inc: New York.
Lin, Hang. 2016. Correlation of UCS Rating with Schmidt Hammer Surface Hardness for Rock Mass Classification. Rock Mechanics and Rock Engineering. China
Price, D.G., 2009. Engineering Geology Priciples and Practice. Springer. Verlag Berlin Heidelberg.
Rai, M.A., Kramadibrata, S., dan Watimena, R.K., 2013. Mekanika Batuan. ITB Press : Bandung.
Singh, B. & Goel, R.K. 2011. Engineering Rock Mass Classification. Elsevier Science Ltd. UK.
Suharyadi, M.S., 2004. Pengantar Geologi Teknik. Dosen Jurusan Teknik Geologi. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada.
Supriatna, S, Sukardi and Rustandi, E. 1995. Geologi Map of the Samarinda Sheet. Kalimantan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice

Authors who publish in JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).