KAJIAN LAPISAN AKUIFER METODE GEO-ELECTRICAL RESISTIVITY SAMARINDA UTARA, KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.30872/jtm.v6i2.1751Keywords:
Geolistrik, Konfigurasi Wenner-Schlumberger, Evapotranspirasi, Surface Run-off, Imbuhan AirtanahAbstract
Salah satu sektor penyokong perekonomian di Indonesia adalah Industri pertambangan. Di wilayah Kalimantan khususnya Kalimantan timur, aktivitas penambangan terbuka batubara telah banyak dilakukan. kegiatan penambangan terbuka batubara menyumbang peran besar dalam pertumbuhan ekonomi serta kemajua teknologi bagi Indonesia. Untuk itu perlu dilakukan kajian pada setiap aspek penting seperti kajian hidrologi dan hidrogeologi berupa akuifer sehingga kegiatan penambangan dapat berjalan dengan baik dan dampak lingkungan yang ditimbulkan dapat diatasi. Kajian akuifer pada lokasi penelitian didasarkan pada nilai resistivitas material yang diperoleh lewat salah satu metode geofisika yaitu geolistrik dengan menggunakan konfigurasi wenner-schlumberger. Pada penelitian ini metode geolistrik dilakukan untuk mengetahui keadaan bawah permukaan bumi dengan menginjeksikan dua buah elektroda kedalam tanah menggunakan arus listrik searah dengan jarak tertentu sehingga dengan mengalirkan arus listrik searah dapat diketahui beda potensial dan diperoleh informasi tahanan jenis lapisan bawah permukaan bumi. Nilai tahan jenis material yang diperoleh kemudia diintepretasikan sehingga jenis akuifer pada daerah penelitian dapat diketahui. Hasil interpretasi dari nilai resistivitas material pada daerah penelitian menunjukkan bahwa sebaran akuifer untuk lintasan geolistrik 1,2 dan 3 adalah jenis akuifer semi tertekan sementara untuk lintasa geolistrik 4 adalah jenis akuifer tertekan. Berdasarkan hasil kajian hidrologi, Daerah yang diteliti memiliki curah hujan tahunan sebesar 3053,704 mm/tahun dengan luas daerah aliran sungai sebesar 16,586 km2. Sementara itu nilai evapotranspirasi daerah penelitian adalah 1784,21 mm/tahun, surface run-off sebesar 913,51mm/tahun dan imbuhan airtanah sebesar 355,98mm/tahun.References
Brooks, Kenneth N., 2013. Hydrology and The Management of Watersheds, 4th Edition. Malaysia: Willy-Blackwell.
Devy, S.D., 2018, April. Hydrogeology of Karang Mumus Watershed in Samarinda, East Kalimantan Province, Indonesia. In Forum Geografi (Vol. 32, No. 1).
Glass, Gene V. 1997. Interupted Time Series Quasi-experiments. Washington D.C.: American Education Research Association.
Hariani, 2013. Kompetensi Dasar Olimpiade Sains Nasional Geografi. Yogyakarta: Gadja Mada University Press.
Muhammad, 2016. Potensi Airtanah Berdasarkan Nilai Resistivitas Batuan di Kelurahan Cangkorah, Kecamata Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Vol.14. hlm 150.
Puradimaja, Deny J dan Irawan, Erwin D. 2015. Hidrogeologi Umum. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Shadis, William R. 2002. Experimental and Quasi-experimental Desing for Generelizes Casual Inference. Boston & Newyork: Houghton Miffin Company.
Supriatna, S, 1995. Peta Geologi Lembar Samarinda, Kalimantan, skala 1: 250.000. Puslitbang Geologi Bandung.
Suryadi, 2015. Jurnal: Identifikasi Struktur Perlapisan Bawah Permukaan dan Sebaran Temperatur Daerah Panas Bumi Desa Matikole, Vol 14. Palu: Universitas Tadulako. Hlm 29.
Telford, 1990. Applied Geophysic. London: Cambridge University Press.
Triatmodjo, Bambang., 2008. Hidrologi Terapan. Yogyakarta: Beta Offset
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice

Authors who publish in JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).