STUDI FASIES PENGENDAPAN FORMASI PULAU BALANG DAERAH BENANGA LEMPAKE KECAMATAN SAMARINDA UTARA, KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.30872/jtg.v1i1.6419Keywords:
Struktur Sedimen, Asosiasi Fasies, Iknofasies, Lingkungan PengendapanAbstract
Lingkungan pengendapan adalah karakteristik dari suatu tatanan atau sistem geomorfik dengan proses fisik, kimia, dan biologi berlangsung akan menghasilkan suatu jenis endapan sedimen tertentu. Lingkungan pengendapan secara umur dibagi menjadi 3 macam yaitu lingkungan pengendapan darat, transisi dan laut.
Fasies merupakan suatu tubuh batuan yang memiliki kombinasi karakteristik dilihat dari litologi, struktur sedimen dan biologi yang memperlihatkan aspek fasies yang berbeda dari tubuh batuan yang ada di bawah, atas dan di sekitarnya. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis fasies dengan cara pengamatan struktur sedimen pada litogi yang ada, tekstur sedimen dengan melakukan sayatan tipis pada sampel batuan dan melakukan pengamatan kehadiran fosil jejek pada litologi.
Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada daerah penelitian didapatkan 4 asosiasi fasies dan 2 ichnofasies, dari data tersebut didapatkan 2 lingkungan pengendapan yaitu dataran pasang surut (Tidal Flat) merupakan lingkungan pengendapan yang dipengaruhi oleh arus pasang-surut (tidal) dan pantai (Shoreface-0ffshore) yang merupakan lingkungan pengendapan yang dipengaruhi oleh gelombang.
References
Embry, A. F. and Klovan, J. E., 1971, A late Devonian ree/ tract on northeastern Banks Island Northwest Territories. Bulletin Canadian Petroleum Geologists, v. 19, p. 730-781.
Gould, H.R. 1972. Environmental indicators- A key to the stratigraphic record, dalam J.K. Rigby & W.K. Hamblin (eds.). Recognition of ancient 117
sedimentary environments: Soc.Econ. Paleontologists and Mineralogist Spec. Pub. 16, p. 1-3.
Komisi Sandi Stratigrafi Indonesia, 1996, Sandi Stratigra/i Indonesia. Jakarta : IAGI.
Mount, J., 1985, Mixed Siliciclastic and
Carbonate Sediments: a proposed
/irstorder textural and compositional classi/ication, Sedimentology, 32, h.
-442.
Pettijohn, F.J., 1975, Sedimentary Rocks, 3rd ed., Harper&Row Publishing Co : New York, 628h.
Seilacher, A. 1964, Biogenic Sedimentary Structures dalam Imbrie, J dan Newell, N., Eds, Aproaches to Paleoecology, New York, John Wiley. Halaman 295-
Selley, R.C., 1985, Ancient Sedimentary Environment and their sub-sur/ace diagnosis: third edition, Cornell University Press, Ithaca, New York,
p.
Supriatna S., Sukardi R., Rustandi E., 1995, Peta Geologi Lembar Samarinda, Kalimantan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi : Bandung.
Surjono, S.S. dan Amijaya, D.H. 2017, Sedimentologi, Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Walker, R.G., and James, N.P., 1992, Facies Models: Response to Sea Level Change, Geological Association of Canada, Canada, 409p.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice

Authors who publish in Jurnal Teknik Geologi: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).