Analisis Volume Longsor Berbasis Pengukuran Lapangan dan Fotogrametri UAV pada Jalan Kuburan Cina, Samarinda Ilir

Agustin Abraham Juk, Hamzah Umar, Fatmah Rahinah Nuraini, Marsandha Marsandha

Abstract


Longsor yang terjadi di Jalan Kuburan Cina, Sidomulyo, Samarinda Ilir, merupakan bentuk kegagalan lereng yang dipengaruhi oleh kondisi geologi, morfologi, hidrologi, serta aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan menghasilkan estimasi volume longsoran yang akurat melalui integrasi pengukuran lapangan langsung dengan pemodelan fotogrametri berbasis UAV. Data sebelum kejadian diperoleh dari citra Google Earth untuk merepresentasikan kondisi permukaan awal, sedangkan data pascakejadian dikumpulkan melalui pemetaan UAV dan diolah menggunakan Agisoft Metashape untuk menghasilkan ortomosaik dan Digital Elevation Model (DEM), dengan pengamatan lapangan digunakan untuk menentukan batas longsoran dan memverifikasi perubahan permukaan. Lokasi penelitian didominasi oleh lempung terlapukkan yang berasal dari Formasi Pulau Balang dan Formasi Balikpapan, dengan Strike dan dip N46°E/65°, yang memengaruhi pergerakan translasi massa longsoran, di mana lempung plastis mengalami penurunan kuat geser yang signifikan saat jenuh sehingga meningkatkan ketidakstabilan lereng. Analisis spasial menggunakan pendekatan AHP–GIS menunjukkan bahwa kemiringan lereng merupakan faktor paling berpengaruh, diikuti oleh perubahan tutupan lahan, litologi, dan intensitas curah hujan. Perhitungan manual menghasilkan estimasi volume longsoran sekitar 10.873 m³, sedangkan metode fotogrametri UAV memberikan nilai yang lebih representatif sebesar 7.979,1 m³ dengan selisih sekitar 27 persen, yang menegaskan keunggulan pemodelan UAV dalam menangkap variasi permukaan secara lebih detail. Integrasi data UAV dengan verifikasi lapangan terbukti sebagai metode yang andal untuk menghasilkan estimasi volume longsoran berpresisi tinggi sebagai dasar perencanaan mitigasi dan strategi stabilisasi lereng di masa mendatang.

Kata Kunci: Longsor, fotogrametri UAV, volume longsoran, Metashape, AHP–GIS


Full Text:

PDF

References


Akhirianto, N. A., & Naryanto, S. H. (2016). Kajian Kapasitas Dan Persepsi Masyarakat Terhadap Bencana Tanah Longsor Di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Jurnal Riset Kebencanaan Indonesia, 2(2), 117–126.

Allen, G. P., & Chambers, J. L. C. (1998). Sedimentation in the Modern and Miocene Mahakam Delta, Indonesia. Proceedings of the Indonesian Petroleum Association, Jakarta, Indonesia.

Amin, M. S., dkk., (2022). Interpretasi Bidang Gelincir Longsoran Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner Di Sungai Pinang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan. Prosiding Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi. 641–645.

Arsyad, A., & Hamid, W. (2020). Landslide Susceptibility Mapping Along Road Corridors in West Sulawesi Using GIS–AHP Models. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 419(1), 012080.

Bathini, D. J., & Krishna, V. R. (2022). Performance of Soil Nailing for Slope Stabilization A Review. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1070(1), 012034.

Hardiyatmo, H. C. (2018). Mekanika Tanah 1 (Edisi Revisi). Gadjah Mada University Press.

Kyriou, A., Kakavas, M., Nikolakopoulos, K. G., & Koukouras, I. (2020). Landslide mapping and volume estimation using UAV-based point clouds, GIS and geophysical techniques. (December).

Muhammad Hafidz, R. O., Trides, T., & Juvensius, A. (2025). Analisis Stabilitas Lereng dan Penanganan Longsor dengan Dinding Penahan di Palaran, Samarinda. Globe Publ Ilmu Tek Teknol Kebumian, Ilmu Perkapalan, 3(2), 177–186.

Okoli, J., Nahas, F., Kalantar, B., & Shafri, H. Z. M. (2023). High-Resolution LiDAR-Derived DEM for Landslide Susceptibility Assessment Using AHP and Fuzzy Logic. Geosciences, 13(2), 34.

Paimin, Sukresno, & Pramono, I. B. (2009). Teknik Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor. Tropenbos International Indonesia Programme.

Rose, R., & Hartono, P. (1978). Geological evolution of the Tertiary Kutei–Melawi Basin, Kalimantan, Indonesia. Proceedings of the Indonesian Petroleum Association, 7th Annual Convention, 225–251.

Satyana, A. H., Nugroho, D., & Surantoko, I. (1999). Tectonic Controls on the Hydrocarbon Habitats of The Barito, Kutei, and Tarakan Basins. Journal of Asian Earth Science, 17, 111–121.

Shahabi, H., & Hashim, M. (2015). Landslide susceptibility mapping using GIS-based statistical models and remote sensing data in tropical environment. Scientific Reports, 5, 9899.

Supriyatna dkk. (1995). Peta Geologi Lembar Samarinda, Kalimantan Timur. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Tee Xiong, Indrawan, I. G. B., & Putra, D. P. E. (2019). Landslide Susceptibility Mapping Using Analytical Hierarchy Process, Statistical Index, Index of Entropy and Logistic Regression Approaches in the Tinalah Watershed, Yogyakarta. J Geomatics, 43(2), 87–98.

Terzaghi, K., Peck, R. B., & Mesri, G. (1996). Soil Mechanics in Engineering Practice (3rd ed.). John Wiley & Sons.

Varnes, C., America, N., Vames, F., Symposium, I., Delhi, N., Society, C. G., et al. (1996). Landslide Types. (Bell 1992).

Umar, Hamzah., dkk. (2019). Geologi Dan Analisis Bahaya Tanah Longsor Dengan Metode Analytical Hierarchy Process Di Desa Tanah Datar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Teknik Geologi: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 2(1), 36-42.

Xu, Y., Chen, Y., & Zhang, J. (2021). Numerical Study on Retaining Wall Reinforcement for Urban Slope Stability under Rainfall Conditions. Engineering Geology, 284, 106037.

Yamagishi, H. (2020). The application of GIS-based logistic regression for landslide susceptibility mapping in the Kakuda-Yahiko Mountains, Central Japan. (November).




DOI: http://dx.doi.org/10.30872/jtgeo.v0i1.26907

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.