PREDIKSI WAKTU LONGSOR MENGGUNAKAN METODE INVERSE VELOCITY PADA AREA TAMBANG EMAS, HAURAKI DISTRICT, SELANDIA BARU
DOI:
https://doi.org/10.30872/jtgeo.v8i1.18911Abstract
Longsor adalah pergerakan massa tanah, batuan, atau bahan lain yang turun di bawah lereng karena gaya gravitasi. Fenomena ini sering terjadi di wilayah pegunungan atau lereng yang curam, dan merupakan salah satu bencana alam yang dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan dan mengancam kehidupan. Prediksi waktu terjadinya longsor sangat sulit dilakukan karena banyaknya faktor yang saling berpengaruh, seperti cuaca, kondisi tanah, dan aktivitas manusia. Namun, dengan perkembangan teknologi saat ini, upaya untuk memprediksi longsor semakin berkembang. Pemodelan geoteknik dapat memberikan prediksi tentang kemungkinan terjadinya longsor berdasarkan parameter seperti jenis tanah, kemiringan lereng, dan kadar air tanah. Analisis deformasi adalah bagian penting dari prediksi waktu longsor. Pergerakan tanah dapat dideteksi dengan presisi tinggi menggunakan teknologi Radar yang terbagi menjadi dua yaitu RAR (Real Aperture Radar) dan SAR (Syntethic Aperture Radar) yang menggunakan gelombang radio yang dipancarkan kearah lereng dan mendapatkan pantulan balik yang berisi nilai deformasi.Downloads
Published
2025-07-02
Issue
Section
Articles
License
Copyright Notice

Authors who publish in Jurnal Teknik Geologi: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).