Interpretasi Struktur Geologi Berdasarkan Fault Fracture Density (FFD) dan Implikasinya Terhadap Potensi Likuifaksi di Daerah Lempake, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur
DOI:
https://doi.org/10.30872/jtgeo.v7i2.18084Abstract
Pemahaman terhadap struktur geologi suatu daerah sangat penting dalam konteks mitigasi bencana alam, terutama untuk menilai potensi terjadinya likuefaksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memahami struktur geologi adalah analisis Fault Fracture Density (FFD), yang mengukur dan memetakan kepadatan rekahan dan sesar di wilayah tertentu. Penelitian ini diterapkan di daerah Lempake, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, untuk mengidentifikasi potensi likuefaksi yang dapat dipicu oleh aktivitas seismik. FFD digunakan untuk menginterpretasi struktur geologi dan menilai risiko likuefaksi, dengan fokus pada zona-zona yang memiliki kepadatan rekahan tinggi, yang berpotensi meningkatkan permeabilitas tanah dan memungkinkan akumulasi air. Penelitian ini menggabungkan pendekatan mixed-method, mengintegrasikan analisis kuantitatif dan kualitatif melalui data Digital Elevation Model (DEMNAS), pemetaan FFD, pengukuran anomali gaya berat, dan analisis Normalized Difference Water Index (NDWI). Hasil analisis menunjukkan bahwa daerah dengan kepadatan kelurusan tinggi berpotensi mengalami likuefaksi dan kelongsoran, terutama di wilayah dengan kemiringan lereng yang lebih curam dan struktur geologi yang terdeformasi. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengelolaan risiko bencana geologis di daerah Lempake, dengan rekomendasi praktis untuk perencanaan mitigasi bencana. Kata Kunci: Fault Fracture Density (FFD), likuefaksi, struktur geologi, mitigasi bencana, pemetaan, Digital Elevation Model (DEMNAS), Normalized Difference Water Index (NDWI), anomali gaya berat, kepadatan rekahan, kelongsoran, resiko geoteknik.References
Hidayat, S. dan Umar, I. (1994). Peta Geologi Lembar Balikpapan, Kalimantan. Bandung: Pusat Survei Geologi.
Soengkono, S. (1999). Assessment of Faults and Fractures at The Mokai Geothermal Field, Taupo Volcanic Zone,
New Zealand. Proceedings World Geothermal Congress, Vol. 1 (1), p. 1771-1776.
Sunan, H. L., Gibran, A. K., Aditama, M. R., Iswahyudi, S., Widiatmoko, F. R., Widagdo, A., & Laksono, F. A. T. (2021). Interpretasi struktur geologi berdasarkan fault fracture density (ffd) dan implikasinya terhadap potensi likuefaksi di Daerah Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Eksplorium: Buletin Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir, 42(1), 47-54.
Wibowo, H. H. (2010, April). Application of Fault and Fracture Density (FFD) Method for Geothermal Exploration in Non-Volcanic Geothermal System; a Case Study in Sulawesi-Indonesia. In Proceeding world geothermal congress.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice

Authors who publish in Jurnal Teknik Geologi: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).