Procrastination Seen from Parents' Social Support and Self Efficacy of Students
Abstract
Procrastination is carried out by students on the background of several things, such as difficulty making decisions so that students tend to follow decisions even though it is detrimental to themselves. In addition, there are also some students who feel worried and afraid of being wrong in completing assignments but are embarrassed to ask teachers and parents this results in an increase in the level of procrastination at MAN Magelang Regency seen when students are given assignments that are not completed, so they tend to see the results of friends' work. This study aims to empirically examine the relationship between parental social support and self-efficacy with procrastination in MAN students in Magelang Regency. This study uses quantitative methods. The number of subjects in this study amounted to 304 students, the sampling technique used was proportional stratified random. Collecting data using procrastination scale, parental social support scale, and self-efficacy scale. Analysis of the data used in this study using multiple linear regression analysis with assumption test. The results of testing the hypothesis together obtained an R value of 0.811 with a significance value of 0.000 (p <0.01), providing an effective contribution of 65.8%. These results indicate that the hypothesis is accepted that there is a significant relationship between parental social support and self-efficacy with procrastination. This means that the higher the parent's social support and self-efficacy, the higher the level of procrastination.
Prokrastinasi dilakukan siswa dilatar belakangi beberapa hal seperti kesulitan mengambil keputusan sehingga siswa cenderung mengikuti keputusan teman meskipun hal tersebut merugikan dirinya sendiri. Selain itu juga terdapat beberapa siswa merasa khawatir dan takut salah dalam menyelesaikan tugas akan tetapi malu bertanya kepada guru maupun orangtua hal tersebut berakibat tingginya tingkat prokrastinasi di MAN Kabupaten Magelang terlihat pada saat siswa diberikan tugas tidak kunjung diselesaikan, sehingga siswa cenderung untuk melihat hasil pekerjaan teman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara dukungan sosial orangtua dan self efficacy dengan prokrastinasi pada siswa MAN di Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 304 siswa, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random. Pengumpulan data menggunakan skala prokrastinasi, skala dukungan sosial orangtua, dan skala self efficacy. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan uji asumsi. Hasil uji hipotesis bersama-sama diperoleh nilai R sebesar sebesar 0,811 dengann nilai signifikansi 0,000 (p < 0,01), memberikan sumbangan efektif sebesar 65,8%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesi diterima, yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial orangtua dan self efficacy dengan prokrastinasi. Artinya semakin tinggi dukungan sosial orangtua dan self efficacy mampu untuk menurunkan tingkat prokrastinasi.
Keywords
Full Text:
ENReferences
Anisahwati, P. (2019). Pengaruh perfectionism dan dukungan sosial terhadap prokrastinasi akademik dalam menyelesaikan tesis dan disertasi. TAZKIYA: Journal of Psychology, 4(1). https://doi.org/10.15408/tazkiya.v4i1.10832
Argaleta P, S. (2014). Hubungan dukungan sosial orangtua dengan prokrastinasi akademik dalam mengerjakan tugas sekolah pada siswa SMA PGRI Kota Batu [Desertasi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang]. http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/633
Atfilah, D. (2021). Parental Social Support, Self Regulation and Academic Procrastination for Depok Pharmacy Vocational Students. Psyche 165 Journal, 14(1), 1–7.
Atika, A. N., & Rasyid, H. (2018). Dampak status sosial ekonomi orang tua terhadap keterampilan sosial anak. Pedagogia: Jurnal Pendidikan, 7(2). https://doi.org/https://doi.org/10.21070/pedagogia.v7i2.1601
Bandura, A. (1986). Fondasi sosial pemikiran dan tindakan: Sebuah teori kognitif sosial. New York: Prentice-Hall.
Bandura, A. (1997). Self efficacy: the exercise of control. New York: W. H. Freeman and company.
Burka, J. B., & Yuen, L. . (2008). Procrastination, Why You Do It, What to Do About It Now. Buston: Da Capo Press.
Cinthia, R. R., & Kustanti, E. R. (2017). Hubungan antara konformitas dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Empati, 6(2), 31–37. https://media.neliti.com/media/publications/178226
Erfantinni, I. H., Purwanto, E., & Japar, M. (2016). Konseling kelompok cognitive-behavior therapy dengan teknik cognitive restructuring untuk mereduksi prokrastinasi akademik. Jurnal Bimbingan Konseling, 5(2), 119–125. https://doi.org/10.15294/jubk.v5i2.14029v
Erikson, E. H. (2010). Childhood and Society. New York: W. W. Norton & Company.
Friedman, M. (2008). Keperawatan keluarga. Jakarta: EGC.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Ruang Kehidupan Edisi 5. Jakarta: Erlangga.
Ilyas, M., & Suryadi, S. (2018). Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa Di SMA Islam Terpadu (It) Boarding School Abu Bakar Yogyakarta. An-Nida’, 41(1), 71–82. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24014/an-nida.v41i1.4638
Knaus. W. (2002). The procrastination Workbook. New York: Harbinger Publications, Inc.
Lastary, L. D., & Rahayu, A. (2018). Hubungan Dukungan Sosial dan Self Efficacy dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Perantau yang 1 2 Berkuliah di Jakarta. Ikra-Ith Humaniora: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 2(1), 17–23. https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-humaniora/article/view/70
Ormrod, J. E. (2008). Psikologi Pendidikan. Erlangga.
Pudjiastuti, E. (2016). Hubungan self efficacy dengan perilaku mencontek mahasiswa psikologi. MIMBAR: Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 28(1), 103–111. https://media.neliti.com/media/publications/7438
Rifayanti, R., Aulia, M. R., Sapari, I., & Misriyanti, M. (2018). Amazing Skill: Untuk Menurunkan Prokrastinasi Mahasiswa IPK di Atas 3.00. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 7(1), 11–21. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v7i1.2389
Sabella, A. A., Romiaty, R., & Sangalang, O. K. (2021). Pengaruh Penggunaan Game Online Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa Sma Muhammadiyah 1 Palangka Raya Tahun Ajaran 2020/2021. Jurnal Education And Development, 9(2), 501–505. https://doi.org/https://doi.org/10.37081/ed.v9i2.2602
Santrock, J. W. (2012). Adolescence. New York: McGraw Hill Company.
Sarafino, E & Smith, T. (2014). Health psychology biopsychological interaction seventh edition. Wiley.
Setyawan, I. (2017). Peran kelekatan pada orang tua terhadap pemaafan siswa sekolah menengah pertama. Journal Proyeksi, 12 (2). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30659/jp.12.2.1-8
Sullivan, H. S. (2012). The Interpersonal Theory of Psychiatry. New York: Epub.
DOI: http://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v11i1.6280
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Psikostudia : Jurnal Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Indexing by :
_________________________________________
PSIKOSTUDIA: Jurnal Psikologi Published by Faculty of Social and Political Siences, University of Mulawarman, Samarinda, East Kalimantan and This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
_________________________________________
PSIKOSTUDIA: Jurnal Psikologi
Department of Psychology
Faculty of Social and Political Siences, University of Mulawarman
Jl. Muara Muntai Kampus Gn. Kelua Samarinda 75411
Phone: +62 813 35350368
E-Mail: psikostudia@fisip.unmul.ac.id