Gambaran Kista Odontogenik Rongga Mulut di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Periode Tahun 2017-2022

Authors

  • Nur Fithriah Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman
  • Cristiani Nadya Pramasari Program Studi Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman
  • Danial Danial Program Studi Pendidikan Dokter

DOI:

https://doi.org/10.30872/MOLAR.v4i2.10690

Keywords:

Kista Odontogenik, Gambaran, Klasifikasi

Abstract

 

Pendahuluan: Kista odontogenik telah lama dikenal sebagai masalah klinis pada rongga mulut dan sering ditemukan dalam praktik kedokteran gigi hingga masa kini. Kista odontogenik yaitu kista yang berasal dari jaringan odontogenik dan sebagian besar dilapisi oleh epitel yang berasal dari epitel odontogenik. Gambaran klinis yang paling umum ditemukan adalah pembengkakan namun dengan rasa sakit yang kurang, kecuali kista menjadi terinfeksi atau terkait dengan gigi non-vital. WHO (2017), mengklasifikasikan kista odontogenik menjadi dua yaitu, kista perkembangan (developmental cyst) dan kista inflamasi (inflammatory cyst). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kista odontogenik rongga mulut di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan desain penelitian observasional deskriptif, dan data yang dikumpulkan merupakan data sekunder berupa rekam medis pasien yang menderita kista odontogenik Hasil: Dijumpai 46 pasien dengan diagnosis kista odontogenik, 39% menderita kista dentigerous, 52% kista radikular,7% keratokista odontogenik dan 2% kista glandular odontogenik. Dengan kelompok usia paling banyak terjadi pada remaja 35% dan dewasa 35%. Berdasarkan jenis kelamin, dijumpai pada perempuan sebanyak 54% dan laki laki 46%. Berdasarkan lokasi anatomis, dijumpai pada mandibula sebanyak 52% dan maksila 48%. Kesimpulan: Kista odontogenik yang paling banyak ditemukan adalah kista radikular. Dengan kelompok usia paling banyak terjadi pada remaja dan dewasa. Kista odontogenik lebih banyak dijumpai pada perempuan dibanding  laki laki, dan lebih banyak dijumpai pada mandibula dibanding maksila.

Author Biographies

  • Nur Fithriah, Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman
    Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman
  • Cristiani Nadya Pramasari, Program Studi Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman
    Laboratoirum Bedah Mulut
  • Danial Danial, Program Studi Pendidikan Dokter
    Laboratorium Ilmu Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

References

Butt, F. et al. (2011). Pattern of Odontogenic and Nonodontogenic Cysts. 22(6), 2160–2162. https://doi.org/10.1097/SCS.0b013e3182323fbe

C.White, S., & J.Pharoah, M. (2014). Oral radiography Principles and Interpretation.

Hupp, J. R., Ellis, E., & Tucker, M. R. (2019). Contemporary oral and maxillofacial surgery (7th ed.). Mosby Elsevier.

Malik, N. A. (2008). Textbook of Oral and Maxillofacial Surgery-Jaypee Brothers. In Textbook of oral and maxillofacial surgery.

Odell, E. W. (2017). Cawson’s Essentials of Oral Pathology and Oral Medicine (9th ed.). Elsevier.

Shear, M., & Speight, P. (2008). Cysts of the Oral and Maxillofacial Regions. In Cysts of the Oral and Maxillofacial Regions. https://doi.org/10.1002/9780470759769

Soluk-Tekkeşin, M., & Wright, J. M. (2018). The world health organization classification of odontogenic lesions: A summary of the changes of the 2017 (4th) edition

Franklin, J. R. B., Vieira, E. L., Brito, L. N. S., de Castro, J. F. L., & Godoy, G. P. (2021). Epidemiological evaluation of jaw cysts according to the new WHO classification: a 30-year retrospective analysis. Brazilian Oral Research, 35, 1–7. https://doi.org/10.1590/1807-3107bor-2021.vol35.0129

Shoaee, S., Khazaei, P., Mashhadiabbas, F., & Varshosaz, M. (2018). Association between tooth impaction and odontogenic lesions : A matched case-control study.

Downloads

Published

2024-09-30