Gambaran Penyebab Tidak Langsung Kejadian Stunting di Tingkat Rumah Tangga Wilayah RT 23 dan 24 Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran Samarinda

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/jkmm.v4i1.9361

Keywords:

stunting, faktor penyebab tidak langsung, perilaku gizi, lingkungan

Abstract

Latar belakang & Tujuan: Stunting merupakan masalah gizi nasional. Berbagai factor bai secara langsung maupun secara tidak langsung mempengaruhi berkembangnya kejadian stunting. Faktor akses terhadap pelayanan Kesehatan, perilaku konsumsi keluarga, kondisi rumah dan lingkungan serta kebiasaan cuci tangan pakai sabun merupakan penyebab tidak langsung yang memberi kontribusi lebih besar jiakka diidentifikasi ataupun ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran mengenai factor penyebab tidak langsung yang berkaitan dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang menggali informasi mengenai akses terhadap pelayanan Kesehatan, perilaku konsumsi keluarga, kondisi rumah dan lingkungan serta kebiasaan cuci tangan pakai sabun. Respinden penelitian ini adalah 100 kepala keluarga di wilayah RT 23 dan RT 24 kelurahan bukuan kecamatan palaran, samarinda. Hasil : ini menunjukkan bahwa mayoritas keluarga mengakses puskesmas dan klinik sebagai tempat pelayanan Kesehatan. (89% dan 91%). mayoritas (65%) telah mengkonsumsi menu lengkap yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah), namun masih terdapat 45% keluarga dengan menu makanan yang belum terkategori lengkap. Sebagian besar (89%) kondisi rumah memenuhi syarat 99% tersedia jamban, 62% kualitas air memenuhi syarat, namun masih ditemukan 41% rumah terdapat jentik di tempat penampungan air. Kesimpulan: Masih diperlukan upaya intervensi secara intensif dengan pendekatan keluarga untuk memperbaiki perilaku gizi keluarga, kondisi rumah dan lingkungan serta perilaku cuci tangan keluarga.

Author Biography

  • Ismail Kamba, Mulawarman University
    Public Health

References

Dinas Kesehatan Kota Samarinda. 2021. Buku Profil Kesehatan Kota Samarinda

Haris, Hardianto. 2021. Analisis Perilaku Makan Dalam Keluarga Untuk Pencegahan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Galesong Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Tesis. Program Studi Pascsarjana Sosiologi. Universitas Hasanuddin. Http://Repository.Unhas.Ac.Id/Id/Eprint/6157/2/E032171015_Tesis%201-2.Pdf

Kemenkes RI. 2018. Buku Pedoman PHBS. Https://Promkes.Kemkes.Go.Id/Pedoman-Phbs

Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 2019. Stranas Stunting. Https://Stunting.Go.Id/Stranas-P2k/.

Kurniadi Dan Mulyono. Faktor Risiko Terjadinya Stunting Anak Usia Di Bawah 5 Tahun. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes. 2019;10(4):10

Notoadmojo S. 2011. Kesehatan Masyarakat, Ilmu Dan Seni. Rineka Cipta

Purnama, Sang G. 2017. Dikat Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan. Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Https://Simdos.Unud.Ac.Id/Uploads/File_Pendidikan_Dir/6090e73ad19c5f043c64bdf9f26b3919.Pdf

Undang-Undang Kesehatan No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan

Https://Peraturan.Bpk.Go.Id/Home/Details/38778/Uu-No-36-Tahun-2009

Thorne-Lyman AL, Valpiani N, Sun K, Semba RD, Klotz CL, Kraemer K, Akhter N, De Pee S, Pfanner RM, Sari M, Bloem MW. Household Dietary Diversity And Food Expenditures Are Closely Linked In Rural Bangladesh, Increasing The Risk Of Malnutrition Due To The Financial Crisis. J Nutr. 2010;140(1):182.

UNICEF. (2013). Improving Child Nutrition: The Achievable Imperative For Global Progress. New York: United Nations Children’s Fund

Downloads

Published

2022-07-22