Hubungan Sanitasi Rumah dengan Kejadian ISPA pada Masyarakat Desa Takalar Lama Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar
DOI:
https://doi.org/10.30872/jkmm.v3i2.7281Keywords:
Pencemaran Udara, Kepadatan Hunian, VentilasAbstract
Latar Belakang & Tujuan: Infeksi saluran pernafasan akut masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dunia. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. ISPA akan menyerang host apabila ketahanan tubuh (immunologi) menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada masyarakat Desa Takalar Lama Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar Tahun 2021. Metode: Variabel independen dalam penelitian ini adalah pencemaran udara dalam ruangan, kepadatan hunian, dan ventilasi. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kepala keluarga di Desa Takalar Lama berjumlah sebanyak 457 kepala keluarga. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari jumlah keseluruhan kepala keluarga. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yakni pengambilan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan yang signinifikan antara kejadian ISPA dengan pencemaran udara dalam ruangan dengan nilai p-value = 0,000. Ada hubungan signifikan antara kejadian ISPA dengan kepadatan hunian dilakukan pengujian Chi-Square dengan p-value = 0,004. Terdapat hubungan signifikan antara kejadian ISPA dengan ventilasi dengan nilai p-value = 0,004 Kesimpulan: Adapun kesimpulan penelitian yaitu terdapat hubungan yang bermakna (signifikan) antara variabel pencemaran udara, variabel Kepadatan hunian, dan variabel ventilasi dengan kejadian ISPA di Desa Takalar Lama Kabupaten Takalar. Diharapkan kepada masyarakat desa Takalar Lama agar mengurangi pemakaian anti nyamuk bakar dan menggantinya dengan anti nyamuk elektrik serta menghindari merokok di dalam rumah, memperhatikan kapasitas rumah dengan penghuni agar tidak terjadi over crowded di dalam rumah, membuat ventilasi yang sesuai dengan luas bagunan sehingga terjadi sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik di dalam rumah.References
Agusriyani, Wa Ode Nur, & Aliah, Mushaddiq. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan
Kejadian Penyakit Ispa Di Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi.
MIRACLE JOURNAL OF PUBLIC HEALTH, 2(1), 151-161.
Aisah, Siti, Miswan, Miswan, Yani, Ahmad, & Rafiudin, Rafiudin. (2018). Faktor-Faktor Yang
Berhubungan Dengan Penyakit Ispa Pada Anak Balita Desatinombo Kecamatan Tinombo
Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Kolaboratif Sains, 1(1).
Arif, Sunaryo, Kesehatan, Jurusan Gizi Fakultas Ilmu-ilmu, Sandjaja, Sandjaja, Kesehatan, Jurusan Gizi
Fakultas Ilmu-ilmu, Herwanti, Bahar, & Kesehatan, Jurusan Gizi Fakultas Ilmu-ilmu. (2018).
Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ispa Pada Anak Umur 6-59 Bulan Di Nusa
Tenggara Timur (Analisa Data Sekunder Riskesdas 2007).
Gapar, I Gede Sumertha, Adiputra, Nyoman, & Pujaastawa, IBG. (2015). Hubungan kualitas sanitasi
rumah dengan kejadian penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah kerja
Puskesmas IV Denpasar Selatan Kota Denpasar. ECOTROPHIC: Jurnal Ilmu Lingkungan
(Journal of Environmental Science), 9(2), 41-45.
Hara, Yublina Jami, Nara, Adriana, Hara, Maria Kareri, & Atameha, Johana Babang. (2017). Gambaran
Lingkungan Fisik Rumah Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita Di
Puskesmaskawangu. JURNAL KESEHATAN PRIMER, 2(1), 205-210.
Krismeandari, Dinaravony. (2015). Faktor Lingkungan Rumah Dan Faktor Perilaku Penghuni Rumah
Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sekaran.
Universitas Negeri Semarang.
Marniati, Marniati, & Yarmaliza, Yarmaliza. (2017). Analisis Faktor Penyebab Terhadap Kejadian
Ispa. Paper presented at the Prosiding Seminar Nasional USM.
Mayasari, Ema. (2017). Analisis Faktor Risiko Kejadian Ispa Ditinjau Dari Status Rumah Di Wilayah
Kerja Puskesmas Kota Wilayah Utara Kota Kediri. IKESMA, 13(1).
Putra, Yuhendri, & Wulandari, Sekar Sri. (2019). Faktor Penyebab Kejadian Ispa. Jurnal Kesehatan,
(1), 37-40.
Putri, Anindea Elma. (2017). Faktor-faktor Yang berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Orang
Dewasa Di Desa besuk Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo. Jurnal Ilmiah Kesehatan
Media Husada, 6(1), 1-10.
Putri, Maulidiyah Dwi Azti, & Adriyani, Retno. (2019). Hubungan Usia Balita Dan Sanitasi Fisik
Rumah Dengan Kejadian Ispa Di Desa Tumapel Kabupaten Mojokerto Tahun 2017. The
Indonesian Journal of Public Health, 13(1), 98-109.
Riskesdas. (2018). Hasil Utama RISKESDAS 2018.
Rizkilla, Fadhita, & Yenita, Riski Novera. (2018). Kondisi Fisik Rumah Dan Perilaku Keluargadengan
Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema
Kesehatan, 3(3), 449-456.
Salim, Agus. (2016). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Non Pneumonia Di
UPTD Pelayanan Kesehatan Cikancung Kabupaten Bandung. Sehat Masada, 10(2), 42-52.
Sari, Fitria. (2015). Pengetahuan Ibu Tentang Ispa Di UPTD Puskesmas Pondok Gede. Jurnal Bidang
Ilmu Kesehatan, 5(1), 13.
Yusuf, Milawati, Sudayasa, I Putu, & Nurtamin, Tomy. (2017). Hubungan Lingkungan Rumah dengan
Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Masyarakat Pesisir Kelurahan Lapulu
Kecamatan Abeli Tahun 2014. MEDULA, 3(2).
Yohanes Lodo (2015). Faktor yang Mempengaruhi Kejadian ISPA di Desa Wolowea Kecamatan
Boawae Kabupaten NagekeoProvinsi Nusa Tenggara Timur
Zahra, Zahra, & Assetya, Okky Rico. (2018). Kondisi Lingkungan Rumah Dan Kejadian Ispa Pada
Balita Di Indonesia. Jurnal Ekologi Kesehatan, 16(3), 121-129.
Downloads
Published
Issue
Section
License
The copyright of this article is transferred to Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) and when the article is accepted for publication. The authors transfer all and all rights into and to paper including but not limited to all copyrights in the Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman. The author represents and warrants that the original is the original and that he/she is the author of this paper unless the material is clearly identified as the original source, with notification of the permission of the copyright owner if necessary. The author states that he has the authority and authority to make and carry out this task.
The author states that:
- This paper has not been published in the same form elsewhere.
- This will not be submitted elsewhere for publication prior to acceptance/rejection by this journal.
A Copyright permission is obtained for material published elsewhere and who require permission for this reproduction. Furthermore, I / We hereby transfer the unlimited publication rights of the above paper to Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman. Copyright transfer includes exclusive rights to reproduce and distribute articles, including reprints, translations, photographic reproductions, microforms, electronic forms (offline, online), or other similar reproductions.
The author's mark is appropriate for and accepts responsibility for releasing this material on behalf of any and all coauthor. This Agreement shall be signed by at least one author who has obtained the consent of the co-author (s) if applicable. After the submission of this agreement is signed by the author concerned, the amendment of the author or in the order of the author listed shall not be accepted.
Rights / Terms and Conditions Saved
- The author keeps all proprietary rights in every process, procedure, or article creation described in Work.
- The author may reproduce or permit others to reproduce the work or derivative works for the author's personal use or for the use of the company, provided that the source and the Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman copyright notice are indicated, the copy is not used in any way implying the Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) approval of the product or service from any company, and the copy itself is not offered for sale.
- Although authors are permitted to reuse all or part of the Works in other works, this does not include granting third-party requests to reprint, republish, or other types of reuse.
Article Processing Charge
In order to improve the quality of articles, starting in June 2025 each article to be published in JKMM is subjected to a fee of IDR 550,000 or USD 34.
These fee include the costs of reviewing, translating, proofreading, layout, and publishing articles. Price does not include printed books and postage. The fee will be paid before entering the review process by reviewer.
More information about the Article Processing Charge, please Contact the journal representative through our number in footage information below.