Efek Pemberian Bawang Putih Dan Seledri Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Batua Kota Makassar

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/jkmm.v1i1.2522

Abstract

Latar Belakang & Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian bawang putih dan seledri terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas batua Kota Makassar. Metode: Penelitian ini bersifat quasi eksperimen dengan desain nonrandomized pre post test without control group. Populasi penelitian ini adalah penderita hipertensi tidak terkontrol yang berada di wilayah kerja Puskesmas Batua. Sampel sebanyak 50 orang penderita hipertensi yang dibagi atas dua kelompok yaitu kelompok yang diberi bawang putih dan kelompok yang diberi seledri masing-masing sebanyak 25 orang. Data dianalisis melalui uji t berpasangan dan annova. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bawang putih dan seledri berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah penderita  hipertensi. Persentase penurunan paling tinggi adalah pada kelompok seledri (72%). Perbedaan rata-rata tekanan darah sistolik pada kedua kelompok terjadi pada pengukuran ketiga dan keempat (p<0,05), sedangkan perbedaan tekanan darah diastolik terdapat pada pengukuran hari pertama sampai keempat. Perbedaan rata-rata tekanan darah sistolik antara kelompok bawang putih dan kelompok seledri terjadi pada pengukuran hari kedua, ketiga dan keempat (p<0,05). Kesimpulan: Ada perbedaan rata-rata tekanan darah diastolik terjadi pada pengukuran hari pertama, kedua dan ketiga.

Author Biographies

  • Ridwan Amiruddin, Hasanuddin University
    Bagian Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin
  • Saifuddin Sirajuddin, Hasanuddin University
    Bagian Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

References

Dewi, R.S. (2011). Pengaruh Seledri (Apium Graveolens L.) Terhadap Tekanan Darah. Tesis. Universitas Diponegoro.Semarang

Irawati. (2013). Pengaruh Kombinasi Captopril Dan Seledri (Apiumgraveolens)Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Primer. Tesis. Universitas Hasanuddin. Jurnal Masyarakat Epidemiologi Indonesia.

Irwanto, Y. dkk. (2004). Pengaruh Pemberian Kapsul Ekstrak Garlik terhadap Perubahan Tekanan Darah dan jumlah Trombosit pada Penderita Preeklampsi Ringan. Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol. XX, No.3, Malang, Indonesia

NIH (National Institute of Health). (2003). JNC 7 Express, The Seventh Report of The Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation and Traetment of High Blood Pressure. U.S. Department Of Health And Human Services. (online)

Nosaria, G., dkk. (2012). Effect of Health Education about Hypertension to Level of Knowledge about Hypertension Control in Elderly at Puskesmas Sigaluh 1 Banjarnegara [Skripsi]. [Yogjakarta]: University of Yogjakarta; 2012.

Ried, et al. (2008). Effect of garlic on blood pressure: A systematic review and meta-analysis. BMC Cardiovascular Disorders 2008, 8:13 doi:10.1186/1471-2261-8-13

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013). Pedoman Pewawancara Petugas Pengumpul Data. Jakarta: Badan Litbangkes, Depkes RI, 2013 (http://depkes.go.id/downloads/riskesdas2013/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf) diakses tanggal 2 Januari 2014

Sheps, Sheldom. G. (2005). Mayo Clinic Hipertensi Mengatasi Tekanan Darah Tinggi. Jakarta: Intisari Media Utama

Silva, et al. (2008). Maternal educational level and risk ofgestational hypertension: the Generation R Study. Journal of Human Hypertension (2008) 22,483–492 &2008 Nature Publishing Group All rights reserved 0950-9240/08$30.00 (online) www.nature.com/jhh diakses tanggal 11 Desember 2013

Tobing, Rod. (2011). “Penatalaksanaan Hipertensi”. http://Sectiocadaveris. wordpress.com diakses tanggal 3 Februari 2014

Downloads

Published

2019-09-13