Analisis Data Surveilans Suspek Campak di Indonesia

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/jkmm.v7i1.16494

Keywords:

Data Surveilans Indonesia, Suspek Campak, Vaksinasi Campak

Abstract

Campak adalah salah satu penyakit yang paling menular sehingga memerlukan pemeliharaan terhadap kekebalan penduduk yang tinggi serta merata. Pada tahun 2022 jumlah kasus campak yang dilaporkan di seluruh dunia mengalami peningkatan sebesar 79% dalam dua bulan pertama. Terdapat 2.161 kasus suspek campak antara 1 Januari dan 3 April 2023 di 18 dari 38 provinsi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis data surveilans suspek campak di Indonesia tahun 2016-2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dan sampel adalah kasus Suspek Campak di Indonesia tahun 2016-2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus campak tahun 2016-2021 mengalami fluktuasi dimana Jawa Timur memiliki jumlah kasus tertinggi. Jumlah kasus pada Perempuan setiap tahunnya lebih tinggi dibandingkan laki- laki. Jumlah kasus yang menerima vaksinasi setiap tahunnya juga bervariasi.

Author Biography

  • Brian Septian Palembo, Sam Ratulangi University
    Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat

References

Arianto, M., Setiawati, M., Adi, M. S., Hadisaputro, S., & Budhi, K. (2018). Beberapa faktor risiko kejadian campak pada balita di Kabupaten Sarolangun. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 3(1), 41-47.

Ayu, Rosa Devitha, Agung Nugroho, and Hari Kusnanto. 2016. “Spatial Analysis of Measles Risk Areas in Bantul District of Yogyakarta Province.” Berita Kedokteran Masyarakat 32(10):393. doi: 10.22146/bkm.11416.

Azis, Abdul, and Nur Rizky Ramadhani. 2019. “Hubungan Status Imunisasi, Umur Dan Jenis Kelamin Terhadap Penyakit Campak Di Kota Tangerang Selatan Tahun 2018.” Jurnal Ilmiah Kesehatan 18(2):37–41. doi: 10.33221/jikes.v18i2.228.

Centers for Disease Control. 2023. “Fast Facts on Global Measles, Rubella, and Congenital Rubella Syndrome (CRS).”

Giarsawan1, Nyoman, I. Wayan, Suarta Asmara2, and Anysiah Elly Yulianti3. 2014. “Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Campak Di Wilayah Puskesmas Tejakula I Kecamatan Kabupaten BulelengTahun 2012.” Jurnal Kesehatan Lingkungan 4(2):140–145.

Hamzah, Hamriyana, and Lucia Yovita Hendrati. 2020. “Kasus Campak Pada Kasus Campak Yang Divaksinasi Menurut Provinsi Di Indonesia Tahun 2018-2020.” Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal IlmiahSTIKES Kendal 13(1):1–8.

Heniwati, Linda. 2014. Analisis Spasiotemporal Kejadian Campak Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2013.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. “Kampanye Imunisasi Measles Rubella Fase II Serentak Dilaksanakan Di 28 Provinsi Di Luar Pulau Jawa Pada Agustus-September.”

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Pedoman Surveilans Campak Rubela. 2nd ed. DKIJakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. “Peningkatan Cakupan Dan Mutu Imunisasi.”

Khotimah, Husnul. 2013. “Hubungan Antara Usia, Status Gizi, Dan Status Imunisasi Dengan Kejadian Campak Balita.” Jurnal Obstretika Scienta 1(1):23–32.

Liwu, T. S., Rampengan, N. H., & Tatura, S. N. (2016). Hubungan status gizi dengan berat ringannya campak pada anak. e-CliniC, 4(1).

Munira, S. L. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, 77.

Nurlaila, and Nur Hanna. 2016. “Karakteristik Kejadian Luar Biasa Campak Pada Salah Satu Desa DiKabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.” Jurnal Keperawatan 12(2):185–89.

Ramadhani, F. H., Azizah, R., Jalaludin, J., Martini, S., & Sulistyorini, L. (2023). Meta-Analysis and Systematic Review: Risk Factors of Measles Incidence in Indonesia (2012–2021). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 19(1), 138-148.

Sari, Ratna Puspita, and Andi Daramusseng. 2020. “Hubungan Jenis Kelamin Dan Status Imunisasi Dengan Kejadian Campak PadaBalita Di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran.” Borneo StudentResearch Vol 1 No 3(3):1937–41.

United Nations Children’s Fund. 2022. “Measles Cases Are Spiking Globally.”

World Health Organization. 2021. World Health Organization. Measles and Rubella Strategic Framework 2021-2030.

World Health Organization. 2023a. “Measles.”

World Health Organization. 2023b. “Measles Indonesia.”

World Health Organization. 2023c. “Perkembangan Eliminasi Campak Dan Rubela Di Indonesia, 2013-2022.”

Downloads

Published

2025-06-03