Penggunaan Metode Hazard Identification, Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) dalam Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko Terhadap Proses Produksi di Industri Tekstil

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/jkmm.v6i2.16466

Keywords:

Bahaya, HIRARC, K3, kecelakaan kerja, risiko

Abstract

Potensi bahaya pada area produksi akan berisiko terjadi kecelakaan kerja dan PAK sehingga berdampak pada tingkat produktivitas pekerja. Faktanya terdapat kejadian kecelakaan kerja di area produksi. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan yang dapat dilakukan mengukur tingkat keberhasilan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan mengkategorikan hazard salah satunya dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) sebagai rangkaian proses identifikasi bahaya yang terjadi dalam aktivitas rutin maupun non rutin di perusahaan yang diharapkan dapat dilakukan usaha untuk pencegahan, pengurangan terjadinya kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan, dan menghindari serta minimalisir risiko. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dalam mengidentifikasi bahaya dan menganalisis risiko K3 dengan metode HIRARC terhadap proses produksi di Industri tekstil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan mengidentifikasi hubungan dari suatu variabel terhadap variabel lain. Subjek penelitian ini adalah pekerja di area produksi Industri tekstil. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya yaitu bahaya keselamatan kerja (safety hazard) akibat operasi mesin shuttle dan bahaya kesehatan kerja (health hazard) yaitu gangguan kebisingan dan pernafasan. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) terhadap kejadian kecelakaan kerja.

References

Astuti, Okky Suli. (2011). Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap Produktifitas Kerja Karyawan Bagian Produksi PT. Indmira Citra Tani Nusantara di Yogyakarta.Skripsi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”.

Fadilah, A., & Herbawani, C. K. (2022). Analisis Faktor Risiko Terjadinya Kecelakaan Kerja dengan Menggunakan HIRARC sebagai Tolak Ukur : Literatur Review. 292–296. https://doi.org/10.14710/mkmi.21.4.292-296

ILO. (2019). Safety and Health at the Heart of the Future of Work : Building on 100 Years of Eexperience. In International Labour Organization (Issue April).

Kementerian Ketenagakerjaan. Peraturan Menteri Tenaga Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan; 2018

Lana Labibatul Ulya, A. S. W. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Di Pt.Pijar Sukma Jepara. 11, 153–159.

Mayadilanuari, A. M. (2020). Penggunaan HIRARC Dalam Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Risiko Pada Pekerjaan Bongkar Muat. 4(2), 245–255.

Nasrullah. (2022). Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Pencegahan Kecelakaan Kerja. Studi Kasus Perilaku Pada Pekerja Lapangan PT. PLN Unit Lueng Bata, Banda Aceh. Vol. 3(2).

Suma’mur. (2018). Keselamatan Kerja Dan Pencegahan Kecelakaan (P. 322). Jakarta : Gunung Agung, 1995.

Supriyadi, Ahmad Nalhadi, A. R. (2015). Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Risiko K3 Pada Tindakan Perawatan & Perbaikan Menggunakan Metode Hirarc.

Supriyadi. (2017). Boiler Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control ( HIRARC ) Universitas Serang Raya Kerja Dapat Direncanakan , Dilakukan Dan Identification , Risk Assesment And Risk. 1(2).

Syaputra, E. M., & Nurbaeti, T. S. (2021). Hubungan Masa Kerja dengan Perilaku Aman pada Pekerja Bagian Workshop di PT.X Indramayu The relationship between tenure and safe behavior in workshop workers at PT. X Indramayu. 6(1), 6–9.

Downloads

Published

2024-12-31