Hubungan Jenis Kelamin Dan Lama Kontak Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit A. Wahab Sjahranie Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.30872/j.kes.pasmi.kal.v1i1.3621Abstract
Latar belakang: Penyakit Tuberkulosis paru adalah penyakit menular melalui sistem pernapasan, di Indonesia penyakit TB paru merupakan penyebab kematian pertama pada kasus penyakit infeksi dan diperkirakan 80-90 % penduduk telah terinfeksi kuman M. Tuberculosis dari penderita BTA positif. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dan lama kontak dengan kejadian TB paru dan menganalisa faktor risiko jenis kelamin, dan lama kontak terhadap kejadian TB paru di Rumah Sakit A. Wahab Sjahranie Samarinda. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah case control study (kasus kontrol) dengan 124 responden dengan perbandingan kontrol dan kasus 1 : 1 terdiri dari 62 kasus dan 62 kontrol, umur dimetching dengan jenis kelamin. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa ada hubungan lama kontak dengan kejadian TB paru dan lama kontak berisiko 7 kali lebih besar terkena TB paru. Kesimpulan dan Saran: Di sarankan Jika menemukan penderita TB paru dengan BTA (+) maka harus diadakan pemeriksaan pada anggota keluarga yang ada di rumah. Perlu penelitian lebih lanjut tentang factor risiko lain yang merupakan faktor risiko terhadap kejadian TB paru. Kegiatan penyuluhan pada masyarakat perlu ditingkatkan untuk menemukan penderita sedini mungkin. Perlu adanya kegiatan surveilen epidemiologis terhadap kasus TB paru sehingga penemuan penderita yang mengalami penyakit TB paru dapat segera diobati dan mengurangi penyebaran TB paru.
Kata Kunci : Tuberculosis, Lama kontak
References
Alsagaff, H. dan Mukty, A. 2010, Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Paru, Air Langga University Press, Surabaya.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rikesdas, 2013, Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profil Kesehatan Indonesia tahun 2013, Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2011, Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis, Cetakan ke 2, Jakarta
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2012, Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, Buku Saku Petugas Program TBC, Jakarta
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2012, Pedoman Nasional Penanggulanggan Tuberkulosis, cetakan ke 8, Jakarta.
Dinas Kesehatan Kalimantan Timur , Rencana Strategis Program Penanggulangan TB 2012 – 2016 Kalimantan Timur
Ditjen PPM. dan PL Depkes RI, 2010, 10 hal tentang TBC dan Penanggulangannya
Dye, C. at all, 1999, Angka TB Dunia Perkiraan Insidens, Prevalens dan Mortaliti Pada Berbagai Negara, http://www.klikpdpi.com.
Handayani, S. 2002, Respon Imunitas Seluler Pada Infeksi Tuberkulosis Paru, Cermin Dunia Kedokteran, http://www.kalbe.co.id
Hartono, A. 1999, Asuhan Nutrisi Rumah Sakit, EGC, Jakarta.
Lemeshow, S. dkk. 1997, Besar Sampel Dalam Penelitian Kesehatan, Gajah Mada University Press, Jokjakarta.
Mukono, H.J. 2002, Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan, Airlangga University Press, Surabaya.
Noor, N.N. 2010, Epidemiologi, Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin, Makassar.
Rungngu, L. 2002, Analisis Beberapa Faktor Risiko Kejadian TBC Paru di Wilayah Puskesmas Sidomulyo Kota samarinda. Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin, Makassar
Salahuddin, 2001, Analisis Beberapa Faktor Risiko Tuberkulosis Paru di Puskesmas Bantimurung Kabupaten Maros, Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin, Makassar
Sanropie, D. dkk. 1989, Pengawasan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Pusdiknakes, Jakarta
Sastroasmoro, S. dkk, 1995. Dasar-Dasar Metode Penelitian Klinis, Bina Rupa Aksara, Jakarta
Soeparman, dkk. 1998, Ilmu Penyakit Dalam jilid II, Balai Penerbit FKUI, Jakarta
Suyono, 1985, Perumahan Dan Pemukiman Sehat, Pusdiknakes, Proyek Pengembangan Pendidikan tenaga Sanitasi Pusat, Jakarta.
Tanuwiharja, B. 22 Mei 2004, Masalah TB Paru Resisten, http://www.pdpi.com
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan.Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).