Motivasi Berobat Pada Penyandang Tuberkulosis Di Puskesmas Temindung Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i1.3486Abstract
Latar Belakang Penyakit tuberkulosis paru dapat disembuhkan dengan pengobatan yang teratur dan adekuat dengan masa pengobatan selama enam sampai delapan bulan, bahkan lebih dari satu tahun sehingga pengobatan tuberkulosis paru membutuhkan motivasi yang kuat. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian survey dengan 30 sampel subjek penelitian ini adalah penderita tuberkulosis paru. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan 20 item pertanyaan. Penelitian di Puskesmas Temindung Samarinda tanggal 8 April – 17 April 2019. Hasil dari 30 penderita terdapat 27 penderita memiliki motivasi kuat dengan presentase 90%, dan dari 30 penderita terdapat 3 penderita memiliki motivasi sedang dengan presentase 10%, dan dari 30 penderita tidak terdapat penderita yang memiliki motivasi lemah dengan presentase 0%.Kesimpulan motivasi berobat pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Temindung Samarinda dalam kategori kuat.
Kata kunci : tuberkulosis paru, motivasi berobat
References
Aditama, H.P. (2013). Hubungan pengetahuan dan motivasi pasien TBC dengan motivasi berobat di UPT Puskesmas Mantup Lamongan.
Anthoine, L. (2017) Tingkat motivasi berobat penderita tuberculosis paru di kabupaten tapanuli tengah 2017. Akper Pemkab Tapanuli.
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Sukmana Mayusef dan Ashari ayu (2018). Gambaran pengetahuan pencegahan penderita tentang TB paru di Puskesmas Temindung Samarinda. JKPBK Vol 1(2):44-60
Donsu. (2016). Metodologi penelitian keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press
Donsu. (2017). Psikologi keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press
Fatimah, S. (2008). Faktor kesehatan yang berhubungan dengan kejadian TB Paru di kabupaten cilacap. Tesis. Universitas Dipenogoro
Husrt, M. (2015). Belajar mudah keperawatan medikal bedah, vol 1. Jakarta: EGC
Ikawati, Z. (2016). Penatalaksanaan terapi penyakit sistem pernafasan. Yogyakarta: Bursa Ilmu
Indaniasih. (2016). Metodologi Keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press
Irianto. (2017). Anatomi dan Fisiologi. Yogyakarta: Alfabeta
Kementrian Kesehatan RI. (2014). Pedoman nasional penanggulangan tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Mahmud, D. (2018). Psikologi suatu pengantar. Yogyakarta: ANDI
Nizar, M. (2017). Pemberantasan dan penanggulangan tubercolosis. Yogyakarta: Gosyen Publishing
Notoatmodjo. (2011). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: RINEKA
Nugroho. (2011). Asuhan keperawatan maternitas, anak, bedah, penyakit dalam. Yogyakarta: Nuha Medika
Nurwidji.(2013). Hubungan motivasi kesembuhan dengan kepatuhan penatalaksanaan pengobatan pada Pasien Tb Paru Di Wilayah Puskesmas Mojosari Mojokerto. Medica Majapahit
Padila. (2013). Asuhan keperawatan penyakit dalam. Yogyakarta: Nuha Medika
Rachmawati. (2013). Pengaruh dukungan sosial dan pengetahuan tentang penyakit TB terhadap motivasi untuk berobat di puskesmas. Buletin Penelitian.
Sastroasmoro. (2011). Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Jakarta: Sagung Seto
Siswanto, dkk (2014). Metodologi penelitian kesehatan dan kedokteran. Jakarta: Sagung Seto
Siswanto, dkk (2018). Metodologi penelitian kombinasi kualitatif-kuantitatif kesehatan. Yogyakarta: Basscript
Sutarno. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi berobat penderita TB Pekalongan. Arsi.
Wijaya., Putri. (2017). Keperawatan medikal bedah. Yogyakarta: Nuha Medika
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan.Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).