Deteksi Gerakan Sebagai Bentuk Pengamanan Ruangan Kosong Memanfaatkan Teknologi Depth Stream Camera

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/jim.v14i2.1989

Keywords:

Depth Stream Camera, Pixel, HCI

Abstract

Dalam penelitian ini, membahas sistem pengamanan ruangan kosong yang tidak ada aktifitas manusia didalamnya. Ruangan kosong bisa berupa ruangan penting untuk menyimpan dokumen atau barang yang dianggap penting dan dikhawatirkan terjadi pencurian barang atau orang yang memasuki ruangan tanpa ijin. Cara kerja sistem ini menempatkan kamera depth stream kedalam ruangan kosong tersebut kemudian aplikasi mengambil nilai per pixel ruangan tersebut yang disimpan kedalam bentuk array. Berikutnya nilai dari array yang didapat akan dijumlah dan diberi margin error sekitar 2 % untuk mendapatkan nilai batas atas dan batas bawah dari nilai pixel yang didapat. Setelah menetukan parameter batas atas dan batas bawah nilai pixel, kamera akan melakukan streaming gambar dari ruangan yang sudah dipasangi kamera depth stream sehingga mendapatkan nilai pixel secara realtime yang ditampung ke dalam array kedua dan menjumlah total nilai yang ditampung dari array kedua. Lalu nilai penjumlahan array kedua tersebut dibandingkan dengan nilai batas atas dan batas bawah yang didapat dari proses sebelumnya. Jika terdapat gerakan otomatis jumlah total array kedua dapat lebih atau kurang dari batas yang ditentukan, sehingga aplikasi dapat memberi pesan kepada pengguna jika ada gerakan didalam ruang tersebut. Sehingga prinsip dari Human Computer Interacion (HCI) yaitu membuat interaksi manusia dengan komputer terjadi seefisien mungkin dapat tercapai.

Author Biographies

  • Achmad Teguh Wibowo, UIN Sunan Ampel Surabaya
    lecturer of Islamic State University Sunan Ampel Surabaya departement information system
  • Faris Mushlihul Amin, UIN Sunan Ampel Surabaya
    lecturer of Islamic State University Sunan Ampel Surabaya departement information system
  • Mohammad Khusnu Milad, UIN Sunan Ampel Surabaya
    lecturer of Islamic State University Sunan Ampel Surabaya departement information system

References

Castells, M. (2013). Informationalism, networks, and the network society: a theoretical blueprint. The Network Society. https://doi.org/10.4337/9781845421663.00010

Darimi, I. (2008). Teknologi Informasi Dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Efektif. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 36(1–4), 1–2. https://doi.org/10.1007/s11068-008-9037-4

Jarrett Webb, J. A. (2012). Beginning Kinect Programming with the Microsoft Kinect SDK (1st ed.). New York: Apress.

Kurniawan, A. (2019). 17 Definisi, Pengertian Teknologi Menurut Para Ahli Dan Perkembangannya.

Loehr, D. (2004). Gesture and Intonation (Ph.D Thesi). Washington, D.C.: Georgetown University.

Majid, K. (2016). Pengertian Pixel.

Nafi’an, M. I., Chrisnanto, Y. H., & Uriawan, W. (2016). PENERAPAN AUGMENTED REALITY UNTUK EKSPLORASI FASILITAS DI UNJANI BERBASIS HUMAN COMPUTER INTERACTION ( HCI ), 2016(Sentika), 18–19.

Ngafifi, M. (2014). Kemajuan Teknologi Dan Pola Hidup Manusia Dalam Perspektif Sosial Budaya. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 2(1), 33–47. https://doi.org/10.21831/jppfa.v2i1.2616

Pacey, A. (1983). The culture of technology. Michigan: MIT Press.

Toynbee, A. J. (2004). Sejarah Umat Manusia (Mankind and Mother Earth): A Narrative History of the World. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wibowo, A. T., Yudaningtyas, E., & Sunaryo. (2013). Teknologi Natural User Interface Menggunakan Kinect Sebagai Pemicu Kerja Perangkat Keras Berbasis Fuzzy Inference System. Jurnal EECIS, 7(1), 1–6.

Downloads

Published

20-09-2019