TRADISI LISAN UPACARA PERKAWINAN SORONG SERAH SUKU SASAK DESA SAMBERA KECAMATAN MARANGKAYU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Authors

  • Siti Raohun Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman
  • Mursalim Mursalim Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman
  • Purwanti Purwanti Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.30872/jbssb.v5i3.4127

Abstract

Tradisi lisan dalam bentuk perkawinan merupakan salah satu peristiwa yang sakral dan sangat penting karena menyangkut nilai-nilai kehidupan. Salah satu adat perkawinan sebagai bentuk warisan budaya terdapat pada masyarakat suku Sasak desa Sambera Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu adat Sorong Serah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna yang terdapat dalam adat perkawinan Sorong Serah suku Sasak. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan dan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data lisan. Adapun sumber data yaitu pemangku adat yang menangani adat perkawinan masyarakat suku Sasak, tokoh agama, dan para tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dalam pembahasan ini bahwa proses upacara adat perkawinan Sorong Serah suku Sasak desa Sambera meliputi : (1) Persiapan Arta Gegawan (seserahan nilai adat), (2) Persiapan Penampi (juru bicara pengantin perempuan), (3) Kedatangan Pisolo (petugas perlengkapan adat dan tamu), (4) Kedatangan Pembayun (juru bicara pengantin laki-laki), (5) Serah Terima Nilai Adat, (6) Megal Tali Jinah (pengesahan nilai adat).

References

Amir, Adriyetti. 2013. Sastra Lisan Indonesia. Penerbit ANDI Yogyakarta.

Agni, Binar. S.Si. 2009. Sastra Indonesia Lengkap. Penerbit Hi-Fest Publishing.

Basrowi dan Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Djanandjaja, James. 1997. Folklor Indonesia, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Grafiti Press.

Istian, I., Hudiyono, Y., & Rokhmansyah, A. 2017. Bentuk, Fungsi, Dan Nilai Tuturan Dalam Upacara Adat Biduk Bebandung Suku Bulungan: Kajian Folklor. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni Dan Budaya, 1(4), 265-278. doi:http://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v1i4.710

Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antripologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Maulidianto, H., Rokhmansyah, A., & Dahlan, D. 2021. Religiusitas Dalam Cerita Rakyat Puan Sipanaik. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya, 5(1), 28—38. doi:http://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v5i1.3141

Moleong, L. J. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mole, M., Mursalim, M., & Rokhmansyah, A. 2018. Analisis Tuturan Tarian Bambu Gila Di Maluku Tengah Ditinjau Dari Bentuk Dan Fungsi. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni Dan Budaya, 2(2), 196-205. doi:http://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v2i2.1100

Nana Sudjana dan Ahwal Kusumah.2000. Proposal Penelitian di Perguruan Tinggi. Bandung: Sinar Baru Algasindo

Prastowo, Andi. 2011. Metode Penelitian Kualitatif Dalam Prespektif Rancangan Penelitian. Yogyakarta: Ar-Ruz Media.

Ratna, Kutha Nyoman. 2010. Sastra dan Cultural Studies Representasi Fiksi dan Fakta. Pustaka Pelajar.

________.2012. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa

Zulfahnur, Z. F, Sayuti Kurnia dan Zuniar Z. Adji. 1996. Teori Sastra. Jakarta: Depdikbud.

Kuncoro, Setyo Nur. 2014. “Tradisi Upacara Perkawinan Adat Keraton Surakarta.” https://jurnal.etheses.uin.malang.ac.id/2014.html (diunduh pada 30 Maret 2017).

Wiya. Rasta. 2018. “Tradisi Sorong Serah Aji Krame Suku Sasak”. https://.rastarshopwiya14.blogspot.com/2018/01/kenali-tradisi-sorong-serah-aji-krame_89.html

Additional Files

Published

2021-07-01

Issue

Section

Articles