TRADISI SASTRA LISAN MA’BADONG DALAM RAMBU SOLO’ TANA TORAJA: STUDI KASUS PEMAKAMAN NEK LANGKUN
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v5i3.3953Keywords:
Fungsi, Makna, Ma’badong, Nek Langkun, Rambu Solo’Abstract
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) bagaimana makna Ma’badong dalam Rambu Solo’ pemakaman Nek Langkun?(2) Bagaimana fungsi Ma`badong dalam Rambu Solo’ pemakaman Nek Langkun?. Tujuan penelitian adalah (1) mendeksripsikan makna Ma’badong dalam Rambu Solo’ pemakaman Nek Langkun, (2) mendeksripsikan fungsi Ma`badong dalam Rambu Solo’ pemakaman Nek Langkun. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian lapangan denggan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimata atau paragraf hasil transkripsi dari dokumentasi Ma’badong dalam upacara kematian Nek Langkun. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu dokumentasi berupa video upacara kematian Nek Langkun. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi: observasi dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis folklor yakni transkripsi dan transliterasi kemudian dilanjutkan dengan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis makna dan fungsi ma’badong studi kasus Nek Langkun adalah sebagai mahluk sosial manusia harus berintraksi dan mengenal satu dengan yang lain. Melakukan kebaikan sesama manusia selama hidup, orang-orang akan mengigat kebaikan tersebut dan mendoakaannya. Karena semua mahluk yang dilahirkan di bumi pasti akan mengalami kematian. Kemudian kalau kita berusaha dengan sungguh-sungguh selama hidup pasti akan memperoleh kesuksesan, seperti yang sudah dilakukan Nek Langkun kepada anak dan cucunya. Sedangkan fungsi dari ma’badong dalam upacara kematian Nek Langkun terdiri atas empat, diantaranya: berfungsi sebagai spiritualitas, sebagai pembeda status sosial dalam masyarakat, sebagai sarana ekonomi, mempererat hubungan kekerabatan antar masyarakat.
References
Aminuddin. 2008. Semantik. Bandung: Sinar Baru.
Dahlia. 2016. Analisis Wacana Ma’badon (Salah Satu Upacara Rambu Solo Di Tana Toraja). dalam Jurnal Perspektif, Volume 01, No. 02, Desember, hlm 131.
Endraswara. 2013. Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk, dan Fungsi. Yogyakarta: Ombak.
Jumiati. 2013. Makna Simbolik Tradisi To Ma’Badong Dalam Upacara Rambu Solo’ Di Kabupaten Tana Toraja. Skripsi. Universitas Hasanudin. Tidak Diterbitkan.
Pateda, Mansoer. 2010 Semantik Leksikal. Jakarta: Renaka Cipta.
Pujileksono, Sugeng. 2018. Pengantar Sosiologi. Malang: Intrans Publishing.
Rambe, Aguswati Hildebrandt. 2014. Keterjalinan dalam Keterpisahan. Makassar: Oase Intim.
Salam, Rahayu. 2017. Ritual Ma’Badong di Tana Toraja. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ (diakses 20 April 2020).
Ullman, Stephen. 2014. Pengantar Semantik. Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Sumarsono. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).