ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH ENGTAY DALAM NASKAH DRAMA SAMPEK ENGTAY KARYA N. RIANTIARNO (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v5i2.3426Keywords:
tokoh, kepribadian, psikologi sastra, psikoanalisis, drama, Sampek EngtayAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh Engtay dan faktor perubahan tipe kepribadian tokoh Engtay. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data dalam penelitian ini berupa kalimat dan kutipan yang diperoleh dari naskah drama Sampek Engtay. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari tiga alur, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan penelitian maka diperoleh hasil bahwa tidak ada keseimbangan antara id, ego, superego yang dialami Engtay. Engtay cenderung hanya mementingkan keinginannya dari pada aspek biologis yang berkembang di masyarakat, sehingga terjadi ketegangan di dalam diri Engtay. Selain analisis terhadap struktur kepribadian tersebut, dilakukan juga analisis tipe kepribadian tokoh Engtay. Hasil penelitian menyebutkan bahwa tokoh Engtay mengalami konsistensi dari yang sebelumnya dia bertipe phlegmatis setelah mengalami konflik dia tetap dengan tipe phlegmatis. Terdapat tiga faktor yang menyebabkan perubahan kepribadian tokoh Engtay yang meliputi, pertama faktor fisik yang ditandai ketika Engtay yang harus menyamar menjadi seorang laki-laki agar bisa bersekolah di Yayasan Putra Bangsa. Faktor yang kedua ialah faktor lingkungan sosial yang ditandai ketika ibunya yang masih sangat percaya pada larangan bahwa anak perempuan tidak boleh bersekolah dan hanya boleh berdiam diri di rumah. Ketiga faktor diri sendiri ditandai dari diri Engtay yang sangat menginginkan untuk bisa bersekolah karena ia mau menjadi wanita yang mengetahui betapa luasanya dunia dan memiliki pendidikan agar kaum wanita tidak dipandang sebelah mata.
References
Agam , Rameli. 2008. Menulis proposal. Yogyakarta: Familia
Budianta, Budiman dkk. 2006. Membaca Sastra. : Indonesia Tera.
Emzir, Rohman Saifur. 2016. Teori dan Pengajaran Sastra. Jakarta: Rajawali Pres.
Endraswara, Suwardi. 2008. Metode Penelitian Psikologi Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.
Freud, Sigmund. 1984. Memperkenalkan Psikoanalisa Lima Ceramah. Jakarta: PT Gramedia, Anggota IKAPI.
Giriani, N. P., Ahmad, M. R., & Rokhmansyah, A. 2017. Kepribadian Tokoh Utama Dalam Naskah Monolog Balada Sumarah Karya Tentrem Lestari: Kajian Psikologi Sastra. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya, 1(1), http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JBSSB/article/view/665
Hall, S Calvin. 2019. Psikologi Freud. Yogyakarta: IRCiSoD.
Fajriyah, K., Mulawarman, W. G., & Rokhmansyah, A. 2017. Kepribadian tokoh utama wanita dalam novel alisya karya muhammad makhdlori: kajian psikologi sastra. Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics (CaLLs), 3(1), 1-14. http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/CALLS/article/view/773
Minderop, Albertine. 2011. Psikologi Sastra. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Milles, B. Matthew dan A. Michael Hubermas. 2009. Analisis Data Kualitatif; Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Nazir, Muhammad. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Okto. F. 2014. “Kepribadian Tokoh Utama Dalam Roman Momo Karya Michael Ende Analisis Psikologi sastra”. Skripsi Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Tidak Diterbitkan
PM, Redaksi. 2012. Sastra Indonesia Paling Lengkap. Jawa Barat: Pustaka Makmur.
Riantiarno. N. 1999. Sampek Engtay. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.
Rokhmansyah, Alfian. 2014. Studi dan Pengkajian Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sahid, Nur. 2017. Sosiologi Teater. Yogyakarta: Gigih Pustaka Mandiri
Semiun, Yustinus. 2006. Teori Kepribadian dan Terapi Psikoanalitik Freud. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI).
Semi, Atar. 1993. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.
Suryabrata, Sumadi. 1985. Psikologi kepribadian. Jakarta: CV. Rajawali.
Siswantoro. 2010. Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Stanton, Robert. 2012. Teori Fiksi Robert Stanton. Diterjemahkan Dalam Bahasa Indonesia Oleh Sugihastuti dan Rossi Abi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Syarifah J.N. 2015. “Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari Ditinjau Dari Aspek Psikologi sastra”. Skripsi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman. Tidak Diterbitkan.
Yusuf LN, Nurihsan dan Syamsu. 2011. Teori Kepribadian. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).