PEMALI DALAM MASYARAKAT ETNIK JAWA DI KOTA SAMARINDA: SUATU TINJAUAN SEMIOTIKA
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v5i2.3379Keywords:
denotasi, konotasi, pemali, semiotika, teori kebohonganAbstract
Penelitian ini membahas tentang interpretasi makna tanda pemali dalam masyarakat etnik Jawa yang berdomisili di Samarinda. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pemali apa yang diketahui serta dilaksanakan oleh masyarakat etnik Jawa dan makna tanda yang tekandung dalam pemali yang dilaksankan oleh masyarakat etnik Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan serta menggunakan pendekatan kualitatif denga metode deskriptif. Data penelitian ini berupa pemali yang didapatkan melalui informan yang mengetahui tentang budaya pemali dan masih melaksanakannya. Selanjutnya, data dikumpulkan dengan metode wawancara, rekam, dan catat. Kemudian, dianalisis dengan teknik reduksi data, transkip data, dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini ditemukan makna tanda pada setiap pemali dengan menggunakan teori semiotika teori kebohongan (The Theory Of Lie) milik Umberto Eco yang dapat dilihat dari dan makna konotatif /metafora (tanda mengelabui atau membohongi) adalah bentuk akibat yang akan menjadi tanda pemaknaan tingkat dua dan makna denotatif atau makna nyata (sebenarnya) yang sesuai kamus adalah pemaknaan tingkat satu, sehingga dari pemali tersebut akan diketahui tanda mana yang mengelabui (konotatif) serta makna sebenarnya (denotatif) pada pemali masyarakat etnik Jawa. Dalam penelitian ini didapatkan 103 pemali yang diketahui dan 30 pemali yang dilaksanakan.
References
Andriawati, Maria R. 2016. “Jaringan Komunikasi Perantau Etnik Jawa Asal Banyuwangi di Kota Makassar Terhadap Daya Tarik Daerah Tujuan dan Daerah Asal”. Jurnal Komunikasi Kareba, volume. 05, No. 01, Juni, hlm. 226.
Arifin, M. dan Syamsul Rijal. 2017. Bahasa Daerah di Kalimantan Utara. Yogyakarta: CV. Istana Agency.
Budiman, Kris. 2011. Semiotika Visual: Konsep, Isu, dan Problem Ikonitas. Yogyakarta: Jalasutra.
Danandjaja, James. 2002. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, dongeng, dan lain-lain. Jakarta: PT. Pustaka Utama Grafiti.
Danesi, Marcel. 2010. Pengantar Memahami Semiotika Media. Yogyakarta: Jalasutra.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia: Ediasi ke IV. Jakarta: PT. Gramedia.
Eco, Umberto. 2011. Teori Semiotika: Signifikasi Komunikasi, Teori Kode, Serta Teori Produsi- Tanda. Bantul: Kreasi Wacana.
Hatmiati. 2016. “Revitalisasi dalam Tradisi Lisan Orang Banjar”. Jurnal LokaBasa, volume. 01, No. 2, Oktober, hlm. 93-98.
https://intisari.grid.id/amp/03202943/penelitian-semakin-sering-anda-bangun-siang-semakin-pendek-usia-anda (diakses 02 Agustus 2019).
Indahsari, Febri Nur. 2013. “Konsep Nrima Pada Pengakuan Pariyem”. Jurnal Sastra Indonesia, volume.02, No.01, November, hlm. 1-11.
Kaelan. 2009. Filsafat Bahasa, Semiotika, dan Hermenutika. Ed. 01. Sleman: Paradigma.
Kasakeyan, Joseph. 2003. Gangguan Fungsi Otak dan Gangguan Penciuman. Yogyakarta: PT. Gramedia.
Kholitunissa. 2017. “Bisul dan Berbagai Jenis Penyakit Kulit”. http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/15537/6.BAB%20II (diakses 29 Juli 2019).
Laras, Lianita M. 2010. “Film Musikal Dokumenter: Generasi Biru: Suatu Tinjauan Semiotika Umberto Eco”. Skripsi Fakultas Sastra dam Seni Rupa Universitas Sebelas Maret. Tidak diterbitkan.
Latifah, Eva. 2018. “Posisi tidur Tengkurap Bahaya Bagi Kesehatan”. https://www.harapanrakyart.com/2018/10/posisi-tidur-tengkurap-bahaya-bagi-kesehatan-ini-penjelasan-medisnya (diakses 29 Juli 2019).
Linda. 2019. “Fakta dan Mitos Burung Gagak, Si Burung Penanda Kematian”. https://bacaterus.com/mitos-burung-gagak (diakses 15 Agustus 2019).
Naim, Mochtar. 1984. Merantau: Pola Migrasi Suku Minangkabau. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Noviani, Ratna. 2002. Jalan Tengah Memahami: Iklan, Analisis Realitas, Representasi dan Simulasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nurhasanah, Dewi. 2014. “Makna Tradisi Ritual Dhammong: Suatu Tinjauan Makna Berdasarkan Konsep Semiotika Umberto Eco”. Tesis Universitas Gajah Mada. Tidak diterbitkan.
Permata, Dian Aulia. 2018. “Penelitian: Semakin Sering Anda Bangun Siang, Semakin Pendek Usia Anda”.
Peursen, van C. A. 2015. Strategi Kebudayan. Yogyakarta: Kanisius.
Pongsilurang, dkk. 2014. “Pemahaman dan Penggunaan Pemali oleh Masyarakat Toraja dalam Kaitannya dengan Perilaku Kesehatan”. https://ris.uksw.edu/download/makalah/kode/M01664 (diakses 15 November 2017).
Priyatnati. 2011. Makanan dan Dampaknya Bagi Kesehatan. Yogyakarta: PT. Gramedia
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Quamilla, Ajeng. 2017. “Suka Makan Sambil Tiduran? Ini 3 Bahayanya Untuk Kesehatan. https://hallosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/bahaya-makan-sambil-tiduran (diakses 20 Juli 2019).
Rohidi, Tjetjep. 2000. Kesenian dalam Pendekatan Kebudayaan. Bandung: STISI Press Bandung.
Rossa, Vania. 2018. “Ini Alasan Ilmiah Kenapa Makan Tidak Boleh Berbunyi”. https://www.suara.com/lifestyle/2018/03/13/205939 (diakses 13 agustus 2019).
Sobur, Alex. 2001. Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Farming. Bandung: Rosdakarya.
Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Warsito. 2015. Antropologi Budaya. Yogyakarta: Ombak Dua.
Widyaastuti, Hesti. 2015. “Pemali dalam Kehidupan Masyarakat Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. “ Jurnal LokaBasa, volume. 05, No. 05, Oktober, hlm. 01-15.
Wilcox, G. 2015. “Insulin dan insulin resistance”. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1204764 (diakses 10 Juli 2019).
Zaimar, Okke K.S. 2008. Semiotika dan Penerapannya dalam Karya Sastra. Jakarta:
Zoest, van dan Sujiman. 1996. Filsafat Semiotiak. Yogyakarta: Jalasutra.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).