MAKNA TUTURAN DALAM PROSESI PERNIKAHAN ADAT KUTAI: TINJAUAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v5i2.3223Keywords:
makna tuturan, pernikahan adat kutai, semiotikaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis makna denotasi dan konotasi dalam tuturan pernikahan adat Kutai dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Objek penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dalam menyampaikan pesan-pesan mengenai nilai budaya yang tercermin di setiap prosesi pernikahan dalam tradisi masyarakat Kutai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan wawancara langsung ke masyarakat Kutai yang memahami tuturan dalam pernikahan Adat Kutai. Merekam suara narasumber sebagai data dan mencatat segala hal yang perlu dicatat. Selanjutnya diperkuat dengan studi pustaka yakni dengan arsip perpustakaan daerah Kota Samarinda. Berdasarkan hasil pembahasan, menyimpulkan bahwa: 1). Makna denotasi pada prosesi pernikahan adat Kutai memiliki beberapa tuturan yakni Meminang, Kebun belukar, Nyorong tanda, Uang sumahan, Bepacar, Bealis, Naik Pengantin, Naik mentuha. Proses yang dilakukan untuk melamar seorang gadis kemudian menyerahkan seserahan baik berupa benda maupun uang. Tradisi ini dilakukan sebagai syarat dalam proses pernikahan adat Kutai. 2). Makna konotasi pada tuturan prosesi adat pernikahan Kutai yakni Meminang, kata kebun belukar yang dilambangkan sebagai seorang anak gadis yang akan diikat oleh laki-laki untuk dipersunting. Nyorong tanda, seserahan berupa benda agar terjaganya rahasia rumah tangga yang selalu sejalan mengarungi kehidupan berumah tangga. Bepacar, menandakan agar terhindarnya dari bencana serta aura mempelai wanita makin bercahaya. Bealis, menandakan agar mempelai wanita terlihat manis dan cantik. Naik pengantin, melambangkan kesulitan dan kebahagian di dalam rumah tangga serta mendapatkan hal-hal baik dikehidupan. Naik mentuha, sebuah kesiapan sang mempelai dalam melepaskan diri untuk mengarungi bahtera rumah tangga.
References
Alex Sobur. 2003. Semiotika Komunikasi. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Anugrah, Diana. 2016. Analisis Semiotika Terhadap Prosesi Pernikahan Adat Jawa Temu Manten Di Samarinda. Samarinda: Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol. 4, No.1: 319-330.
Barthes, Roland. 2004. Mitologi. Diterjemahkan oleh Nurhadi dan A. Sihabul Millah.Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Bauto, Laode Monto. Perspektif Agama dan Kebudayaan Dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia. Kendari: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial. Vol. 23, No. 2: 11-13.
Darma, Erwin. 2013. Kamus Bahasa Kutai-Bahasa Indonesia. Samarinda: Kantor bahasa Provinsi Kalimantan Timur.
Eko, Nugroho. 2012. Representasi Rasisme Dalam Film This Is England. Skripsi: Universitas Ilmu Komunikasi.
Hasan, Iqbal. 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Bumi Aksara.
Hoed, Benny H. 2011. Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Komunitas Bambu.
Istian, I., Hudiyono, Y., & Rokhmansyah, A. 2017. Bentuk, Fungsi, Dan Nilai Tuturan Dalam Upacara Adat Biduk Bebandung Suku Bulungan: Kajian Folklor. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya, 1(4), 265-278. doi:http://dx.doi.org/10.30872/ilmubudaya.v1i4.710
Iswidayati, Sri. 2006. Pendekatan Semiotik Seni Lukis Kontemporer Jepang Periode 80an-90an, Kajian Estetika Tradisional Wabi Sabi Jepang. Skripsi: Universitas Negeri Semarang Press.
Kemendikbud. 1977. Adat Dan Upacara Perkawinan Daerah Kalimantan Timur. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Koentjaraningrat. 2003. Pengantar Antropologi I. Jakarta: Rineka Cipta.
Kridalaksana, Harimurti. 2009. Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia.
Melati, Tily Putri. 2016. Makna Simbol-Simbol Budaya Dalam Prosesi Adat Pernikahan Di Kabupaten Dompu Kajian Semiotika (Roland Barthes). Skripsi: Universitas Mataram.
Mole, M., Mursalim, M., & Rokhmansyah, A. 2018. ANALISIS TUTURAN TARIAN BAMBU GILA DI MALUKU TENGAH DITINJAU DARI BENTUK DAN FUNGSI. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya, 2(2), 196 - 205. doi:http://dx.doi.org/10.30872/ilmubudaya.v2i2.1100
Nadra & Reniwati. 2009. Dialektologi: Teori dan Metode. Yogyakarta: Elmatera Publishing.
Ndia, Yunia Maria. 2012. Kajian Semiotik Bahasa Pernikahan Adat Budaya Flores Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Skripsi: Universitas Negeri Yogyakarta.
Ramsis. 2015. Perubahan Proses Perkawinan Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Mentarang Di Desa Pelita Kanaan Kecamatan Malinau Kabupaten Malinau. Samarinda: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 81-95.
Rokhmansyah, A. 2016. MORFOLOGI CERITA RAKYAT KUTAI KARTANEGARA PUTRI SILU: ANALISIS NARATOLOGI VLADIMIR PROPP. Sirok Bastra, 4(1), 79-87.
Saraswati, Sylvia. 2009. Cara Mudah Menyusun Proposal, Skripsi, Tesis, Disertasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Sugiarto, Eko. 2015. Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif Skripsi dan Tesis.Yogyakarta: Suaka Media.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syuhada, S., Murtadlo, A., & Rokhmansyah, A. 2018. NILAI DALAM CERITA RAKYAT SUKU DAYAK TUNJUNG TULUR AJI JANGKAT DI KUTAI BARAT: KAJIAN FOLKLOR. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya, 2(2), 188 - 195. doi:http://dx.doi.org/10.30872/ilmubudaya.v2i2.1093
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).