Posisi Perempuan dalam Pemilu 2024 pada Media Sosial X: Kajian Analisis Wacana Kritis Sara Mills
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v9i2.19235Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana perempuan diposisikan dalam wacana media sosial, khususnya melalui cuitan/tuturan selama masa pemilu Indonesia 2024. Urgensi penelitian ini berdasarkan pada meluasnya permasalahan yang seharusnya dapat ditilik lebih jauh perihal perempuan di hadapan politik dan masa pemilu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perempuan diposisikan berdasarkan posisi subjek-objek dan pembaca melalui teks. Analisis ini akan dikaji menggunakan pisau analisis wacana kritis Sara Mills. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah cuitan/tuturan berupa teks yang mengandung diskurus mengenai isu perempuan selama pemilu 2024. Sedangkan sumber data yang digunakan ialah media sosial X. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik sadap dan catat. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik telaah baik secara teks maupun kontek, dan selanjutnya pemaparan mengenai aspek yang menjadi fokus utama pembahasan. Setelah pemaparan mengenai analisis data maka kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa cuitan mengenai isu-isu perempuan selama masa pemilu 2024 dalam media sosial X terdapat tiga isu yang mendominasi yakni (1) kebijakan/produk hukum terkait perempuan, (2) objektifikasi terhadap perempuan, (3) representasi perempuan dalam kontestasi politik. Berdasarkan masing-masing isu tersebut merefleksikan pemahaman patriarki serta narasi objektifikasi tentang perempuan selama masa pemilu 2024. Posisi subjek acapkali dipegang oleh orang atau sekelompok masyarakat dengan pemahaman patriarki. Kemudian posisi objek pada cuitan atau tuturan tersebut seringkali menggambarkan bagaimana perempuan terdegradasi menjadi peran yang pasif. Terkait posisi pembaca terlihat bahwa mayoritas memperkuat pandangan yang merendahkan perempuan, mengabaikan suara dan pengalaman mereka, serta mengukuhkan posisi inferior perempuan dalam masyarakatDownloads
Additional Files
Published
2025-04-30
Issue
Section
Articles
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).