Menjaga Harmoni Alam dan Budaya Kearifan Lokal dalam Tradisi Sesaji Rewanda Kecamatan Gunungpati
DOI:
https://doi.org/10.30872/calls.v9i2.7808Keywords:
Kebudayaan, Desa Kandri, Sesaji RewandaAbstract
Suatu kebudayaan lahir karena adanya dorongan dari pikiran manusia untuk menciptakan sesuatu hal yang kemudian melahirkan kebudayaan itu di suatu daerah yang mereka tinggali. Kebudayaan dan manusia adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Manusia yang menyelaraskan dirinya dengan sosial dan budaya menjadi sebuah masyarakat. Kebudayaan tidak mungkin ada jika tidak ada masyarakat dan masyarakat tidak mungkin tidak menghasilkan suatu kebudayaan. Penetapan Desa Kandri sebagai Desa Wisata mengharuskan masyarakat untuk terus bergerak dan berproses dalam menyikapi perubahan karena tidak mungkin hanya bergantung pada pemerintah saja. Salah satu upacara ritual untuk konsumsi wisata yang ada di desa Kandri adalah Sesaji Rewanda yang telah dilestarikan secara turun temurun dan masih ada hingga sekarang. Sesaji Rewanda sendiri dilaksanakan setiap tahun pada tujuh hari setelah lebaran, sebelumya tradisi ini dilaksanakan pada 1 Syawal atau pada hari ketiga Hari Raya Idul Fitri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Menggambarkan secara sistematis, factual, dan akurat tentang bagaimana latar belakang sesaji rewanda, peoses pelaksanaan, manfaat dan fungsi yang diperoleh, serta bagaimana cara melestarikan agar tradisi itu tetap terjaga.
References
Arikontu, Suharsimi. (1996). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta. hal. 20.
Auliani, Palupi Annisa. (2014). Ritual Sesaji Rewanda, Menjaga Keseimbangan Alam di Goa Kreo. National Geographic.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta
Moleong, Lexy J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. hal. 3.
Sunarto. (2016). Filsafat Seni Nusantara. Jurnal Imaji. Vol. 14. No. 1. Hal 81-89.
Utina, U. T. (2018). Peran Masyarakat Kandri dalam Mengembangkan Potensi Seni Pada Pariwisata di Desa Kandri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 3(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Every works in CaLLs is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
