ANALISIS WACANA KRITIS PADA PODCAST "KITA YANG BODOH ATAU SEKOLAH YANG BODOH"
DOI:
https://doi.org/10.30872/calls.v7i2.6183Keywords:
Analisis Wacana Kritis, Deddy Corbuzier, Podcast, Van DijkAbstract
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskribsi kualitatif dan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk untuk menganalisis teks dalam podcast Deddy Corbuzier yang sudah ditranskrip. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yakni podcast bersama Kak Seto dengan judul “Kita yang Bodoh atau Sekolah yang Bodoh?!” dengan durasi 47 menit 55 detik yang di unggah dalam channel youtube pada tanggal 4 April 2020. Pada podcast tersebut, membahas mengenai pendidikan di Indonesia. Hasil penelitian ini didapatkan elemen-elemen dalam wacana seperti struktur makro (tematik), superstruktur (pendahuluan, isi, penutup, dan simpulan), dan struktur mikro (latar, praanggapan, maksud, koherensi kondisional, metafora). Simpulan dari podcast ini adalah membahas mengenai sekolah yang masih menggunakan sistem pendidikan yang belum terbarui, Kak Seto selaku Ketua KPAI mendirikan Home Schooling bagi anak-anak yang kurang cocok dengan pendidikan formal maupun anak-anak yang tidak bisa mengenyam pendidikan, dan pernyataan-pernyataan Deddy mengenai sekolah dan kuliah menjadi bumbu yang khas dalam podcast tersebut.
References
Darma, Y. A. (2009). Analisis Wacana Kritis. Bandung: Yrama Widya.
Eriyanto. (2009). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS Yogyakarta.
Fauzan, U. (2014). Analisis Wacana Kritis dari Model Faiclough Hingga Mills. Jurnal PENDIDIK, 6(1), 1-15.
Hasanah, N. M. (2019). Penyelenggaraan Jalur Pendidikan Formal dan Nonformal (Studi Kasus di PAUD Terpadu Salsabila Al- Muthi'in Yogyakarta). JECED: Journal of Early Childhood Education and Development, 1(2), 84-97.
Karo-Karo, D. (2013). Membangun Karakter Anak Dengan Mensinergikan Pendidikan Informal Dengan Pendidikan formal. Jurnal PGSD FIP Unimed, 1(2), 1-13.
Saadillah, A., Haeniah, N., & Jumriah. (2020). Analisis Wacana Teun Van Dijk Dalam Cerpen "Tukang Dongeng" Karya Ken Hanggara. Jurnal Lingue, 2(2), 80-87.
Sari, N. A., & Yusriansya, E. (2020, Agustus 15). Analisis Wacana Kritis Terhadap Konten Media Sosial "Bekal Buat Suami" Dalam Perspektif Gender. Seminar Nasional Linguistik dan Bahasa (SEMANTIKS), pp. 69-80.
Setiawan, S., & Halum, Y. S. (2016). Pesab Dari Selebor: Analisis Wacna Kritis Terhadap Fenomena Bahasa Tulis Stiker Sepeda Motor. Paramasastra, 3(2), 172-196.
Tricahyono, D., Sariyatun, & Ediyono, S. (2020). Analisis Wacana Kritis Pendidikan Multikultural dan Pendidikan Nilai Dalam Buku Teks Sejarah SMA. SOCIA: Jurna Ilmu-ilmu Sosial, 17(1), 1-10.
Utomo, G. P. (2017). Wacana Antikomunisme Dalam Teks dan Konteks Sosial Film Pulau Buru Tanah air Beta (Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk). Universitas Diponegoro.
Wahyuni, K., & Sudiana, I. (2020). Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk Pada Pemberitaan Kompas dengan Judul "Dibalik Kasus Penusukan wiranto dan Penangkapan Sejumlah Terduga Teroris. Jurnal Bahtera: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya, 7(1), 801-818.
Yanti, N. D., Putrayasa, I. B., & Artika, I. (2019). Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Pada Teks Pidato Kalim Kemenangan Pilpres 2019. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 3(3), 356-362.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Every works in CaLLs is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
