PENGEMBANGAN BUKU CERITA RAKYAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU DAYAK RANDUK
DOI:
https://doi.org/10.30872/calls.v7i1.5113Keywords:
pengembangan buku, cerita rakyat, kearifan lokal, Suku Dayak RandukAbstract
ABSTRAK
Salah satu wujud kearifan lokal yang perlu dipertahankan keberadaannyaadalah cerita rakyat. Karena itu, cerita rakyat yang berbasis kearifan lokal setempat perlu dikenalkan oleh peserta didik sejak dini. Sementara yang terjadi di lapangan, banyak sekolah belum menggunakan cerita rakyat berbasis kearifan lokal menjadi bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Hal ini lah yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku cerita rakyat berbasis kearifan lokal Suku Dayak Randuk serta menguji kelayakan dan kemenarikannya. Peneliti ini merupakan penelitian pengembangan. Prosedur pengembangan menggunakan tujuh tahapan dari sepuluh tahapan menurut Sugiyono, yaitu sampai pada tahap revisi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita rakyat yang dikembangkan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.
Kata Kunci: pengembangan buku, cerita rakyat, kearifan lokal, Suku Dayak Randuk
Downloads
Published
Issue
Section
License
Every works in CaLLs is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
