Kolaborasi asimetris antara negara dan masyarakat adat dalam perlindungan warisan budaya takbenda di Kutai Barat
DOI:
https://doi.org/10.30872/calls.v11i0.22672Keywords:
asymmetric collaboration, Indigenous communities, Kutai Barat, intangible cultural heritage, cultural safeguardingAbstract
Program perlindungan Warisan Budaya Takbenda (HTN) di Indonesia terus mengungkap asimetri antara negara dan masyarakat adat. Studi ini mengkaji perlindungan HTN di Kutai Barat. Negara diwakili oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, sementara masyarakat Dayak Benuaq mendefinisikan masyarakat adat. Pendekatan etnografi kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa kolaborasi pada dasarnya bersifat asimetris. Negara cenderung mendominasi melalui mekanisme administratif yang kaku, dokumentasi, dan kebijakan birokrasi, sementara masyarakat adat berupaya melestarikan warisan mereka melalui praktik-praktik organik. Meskipun negara bergantung pada masyarakat adat untuk melindungi HTN, masyarakat ini seringkali menjadi sasaran eksploitasi budaya dengan dalih perlindungan HTN. Asimetri ini menimbulkan beberapa polemik, termasuk klaim keaslian, persaingan antardaerah, dan terbatasnya partisipasi masyarakat adat dalam perumusan kebijakan. Studi ini menyoroti bahwa masih terdapat ruang yang cukup besar untuk negosiasi dan dialog antara negara dan masyarakat adat. Dinyatakan bahwa penguatan lembaga-lembaga Pribumi, desentralisasi pengambilan keputusan, dan pengakuan otoritas budaya lokal merupakan langkah-langkah penting menuju terciptanya kerangka kerja yang lebih adil dan berkelanjutan untuk menjaga ICH.
References
Aini, A. N., Amilia, F., & Susetyo, A. M. (2024). Exploring social critique in the literary work of film: Ali & Ratu Queens through Bourdieu’s sociological theory. JOLLS: Journal of Language and Literature Studies, 4(4), 847–858. https://doi.org/10.36312/jolls.v4i4.2362
Alivizatou, M. (2024). Intangible Heritage and Participation: Encounters With Safeguarding Practices. Routledge.
Anggraini, N., & Eriwati, Y. (2015). Panduan Pencatatan, Penetapan, dan Pengusulan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (L. D. Ratnawati, Ed.). Direktorat Jendral Kebudayaan.
Arifin, M. B., Wahyuni, I., & Yudista, R. (2022). Prosesi ritual pengobatan Beliatn Sentiu suku Dayak Benuaq di desa Bengkuring kabupaten Kutai Kartanegara. In I. D. Suhendi & M. A. Nasir (Eds.), Mosaik Ritus Tradisi Kabupaten Kutai Kartanegara (pp. 177–190). Cipta Media Nusantara. https://repository.unmul.ac.id/bitstream/handle/123456789/51243/Mosaik
Ritus Tradisi Kabupaten Kutai Kartanegara pdf.pdf?sequence=1
Arisandi, H. (2015). Buku Pintar Pemikiran Tokoh-tokoh Sosiologi: Dari Klasik Sampai Modern (A. Nihari, Ed.). IRCiSoD.
Bourdieu, P. (1979). Distinction: A Social Critique of The Judgement of Taste. Harvard University Press.
Dienaputra, R. D., Machdalena, S., & Kartika, N. (2023). Inventarisasi potensi objek pemajuan kebudayaan di Jawa Barat. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 7(3), 2825. https://doi.org/10.31764/jmm.v7i3.14467
Elgindy, A., & Sanchez, M. (2025). Recognising the misrecognised: unmasking symbolic violence in our social world and the role of translation. Söylem Filoloji Dergisi, 10(1), 434–448. https://doi.org/10.29110/soylemdergi.1601430
Emanuel. (2023). Ritual Beliatn Sentiu Kutai Barat (C. Gunawan, Ed.). CV Gunawan Lestari.
Fatmawati, N. I. (2020). Pierre Bourdieu dan konsep dasar kekerasan simbolik. Madani Jurnal Politik Dan Sosial Kemasyarakatan, 12(1), 41–60. https://doi.org/10.52166/madani.v12i1.1899
Irawati, E. (2014). Makna simbolik pertunjukan kelentang dalam upacara Belian Sentiu suku Dayak Benuaq desa Tanjung Isuy, Kutai Barat Kalimantan Timur. Jurnal Kajian Seni, 01(01), 60–73. https://doi.org/10.22146/art.5876
Irawati, E. (2019). Kelentangan dalan Belian Sentiu Suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur (S. P. N. Rahmat, Ed.). ISI Yogyakarta.
Jayantiari, I. G. A. M. R., & Laksana, I. G. N. D. (2023). Optimalisasi pemajuan kebudayaan melalui pengaturan peran desa adat dalam peraturan daerah provinsi Bali. Jurnal Legislasi Indonesia, 20(4), 59–67. https://doi.org/10.54629/jli.v20i4.1091
Kelly, M., Morin, J., Tarle, L., Newman, C., Bevilacqua, R., Barnett, S., Markey, S., & Lepofsky, D. (2024). Indigenous cultural heritage policies as a pathway for Indigenous sovereignty and the role of local governments: an example with K’ómoks First Nation, British Columbia. Frontiers in Environmental Archaeology, 3. https://doi.org/10.3389/fearc.2024.1427458
Pastera, R. J. P. (2024). Unveiling the veil: intangible cultural heritage and the Filipino college students. Journal of Ethnic and Cultural Studies, 11(2), 25–41. https://doi.org/10.29333/ejecs/1818
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2024. (2024). https://peraturan.bpk.go.id/Details/304633/permendagri-no-15-tahun-2024
Taha, K., Maani, H., Al Dwakiat, K., & Abu-Tayeh, K. (2023). An analysis of Bourdieu’s habitus and field theory in Hamid’s The Reluctant Fundamentalist. Theory and Practice in Language Studies, 13(1), 161–167. https://doi.org/10.17507/tpls.1301.18
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017. (2017). chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/http://pemajuankebudayaan.id/wp-content/uploads/2019/06/UU-Nomor-5-Tahun-2017-tentang-Pemajuan-Kebudayaan.pdf
Vivian, Y. I. (2018). Album kompilasi sebagai pembentuk habitus musikal bagi komunitas jazz Jogja. Jurnal Kajian Seni, 4(2), 179. https://doi.org/10.22146/jksks.46451
Vivian, Y. I. (2021). Tindakan Sosial Masyarakat Dayak Benuaq Pada Ritual Beliatn Sentiu. chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://repository.unmul.ac.id/bitstream/handle/123456789/11913/TINDAKAN
SOSIAL MASYARAKAT DAYAK BENUAQ PADA RITUAL BELIATN SENTIU.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Vivian, Y. I. (2022). Habitus Musikal: Perspektif Musikologi dan Sosiologi (D. R. Rizqian, Ed.). Amerta Media.
Vivian, Y. I., Gunawan, A., & Arrazaq, F. Y. (2022). Mamanda Kutai: karakteristik ladon pada lirik dan musik karya Mamanda Panji Berseri. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik Dan Pendidikan Musik, 2(1), 19–48. https://doi.org/10.30872/mebang.v2i1.22
Vivian, Y. I., Yusriansyah, E., Max, J. I. S. D., D, D., Putra, B. A., Iqbal, M., Kawulusan, F. R., & Andiansyah. (2024). Practices for safeguarding intangible cultural heritage: integrating the national perspectives with the practices of indigenous people of Indonesia. ISVS, 11(10), 82–104. https://doi.org/10.61275/ISVSej-2024-11-10-05
Wirawan. (2012). Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradigma: Fakta Sosial, Definisi Sosial & Perilaku Sosial. Prenadamedia Group.
Wolniak, M., & Houston, S. (2023). A sociologist in the field of social work: Pierre Bourdieu’s theory and its relevance for social work practice. Critical and Radical Social Work, 11(2), 183–198. https://doi.org/10.1332/204986021X16455445960144
Yoon, E. S. (2020). School choice research and politics with Pierre Bourdieu: new possibilities. Educational Policy, 34(1), 193–210. https://doi.org/10.1177/0895904819881153
Downloads
Published
Issue
Section
License
Every works in CaLLs is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
