ANALISIS SEMIOTIKA MOTIF TENUN KHAS SANGIRAN SEBAGAI REPRESENTASI BUDAYA PRA-SEJARAH: PENDEKATAN FERDINAND DE SAUSSURE
DOI:
https://doi.org/10.30872/calls.v12i1.20243Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya prasejarah dalam ragam motif tenun khas Sangiran melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Sangiran, sebagai situs prasejarah yang terletak di Jawa Tengah, menyimpan kekayaan fosil dan artefak yang mencerminkan dinamika budaya masyarakat sekitarnya. Seni tenun di wilayah ini bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga cerminan identitas dan nilai-nilai masyarakat pembuatnya, dengan pola-pola yang mengandung simbol-simbol yang merepresentasikan pandangan hidup dan hubungan manusia dengan alam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data primer berupa wawancara dan observasi dengan informan, serta data sekunder dari buku berjudul “Ragam motif batik dan tenun khas Sangiran” serta artikel yang terkait. Teknik analisis data menggunakan melibatkan tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan ragam tenun khas Sangiran dikategorikan kedalam lima jenis dengan penamaan motif yang berbeda yaitu, fosil fauna dengan 3 nama motif, flora dengan 2 nama motif, arsitektur 2 dengan nama motif, alam 1 dengan nama motif, dan artefak 1 dengan nama motif. Kata kunci: Prasejarah; Representasi ; Motif Tenun; Semiotika; Sangiran .References
Duwiningsih, D., Panglipur, R. S., Wahyuningsih, I., Gunawan, G., & SB, I. (2020). Mereka memperdalam arti penting situs Sangiran: Pengetahuan dan prasejarah. Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.
Harianja, J., & Waluyo, T. J. (2018). Upaya United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dalam menjaga keberadaan Museum Sangiran sebagai warisan budaya dunia tahun 2011-2016 (Skripsi, Universitas Riau).
Hidayatullah, N. A. (2017). Representasi kekerasan dalam film “Jagal” The Act of Killing (analisis semiotik) (Skripsi, IAIN).
Hermanto, W. (2024). Strategi implementasi motif batik khas Sangiran sebagai upaya pelestarian situs Sangiran: The implementation strategy of batik patterns from Sangiran as a way to preserve the Sangiran site. Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif, 5(1), 40-51.
Kholis, A. N., Budi, S., & Cahyanti, D. N. (2023). Motif batik Jombangan sebagai media edukasi dalam penguatan leadership skills berbasis kearifan lokal. Sendikraf, 4(2).
Kurator. (2010). Situs prasejarah Sangiran. Jakarta.
Norkholifah, Y. (2021). Perancangan batik Sukowati dengan sumber ide fosil gading gajah Sangiran. Kemadha, 10(1).
Putri, T. W. (2024). Representasi perempuan dan batik dalam Instagram Museum Batik Indonesia. Jurnal Komunikatio, 10(1), 8-21.
Rahmayani, D. N. A., Bimas, I. S., Rahmanendra, H., Rahmat, K. D., Adiati, A. T. F., Susilowati, M., & Yudhaninggar, K. (2022). Ragam motif batik dan tenun khas Sangiran. Sragen: Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Republik Indonesia. (2010). Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Subiyakto, B., & Akmal, H. (2016). Menelusuri jejak-jejak masa lalu Indonesia.
Sukmono, R. (1997). Pengantar sejarah kebudayaan Indonesia.
Sitompul, A. L., Patriansyah, M., & Pangestu, R. (2021). Analisis poster video klip Lathi: Kajian semiotika Ferdinand De Saussure. Besaung: Jurnal Seni Desain dan Budaya, 6(1).
Widianto, H., & Simanjuntak, T. (2009). Sangiran menjawab dunia. Sragen: Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaa
Downloads
Published
Issue
Section
License
Every works in CaLLs is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
