BELIAN BETULAH: RITUAL TOLAK BALA SUKU PASER TELAKE DI KECAMATAN LONG KALI
DOI:
https://doi.org/10.30872/calls.v9i0.13158Keywords:
Partisipan, Performansi Bahasa, Properti, Ritual Belian BetulahAbstract
Suku Paser Telake di Kecamatan Long Kali masih mempercayai warisan leluhur yang dapat dilihat dari ritual Belian. Salah satu ritual Belian yang dilakukan, yakni Belian Betulah untuk tujuan menolak bala atau wabah penyakit dengan bacaan selawat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ritual tolak bala Belian Betulah. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi yang bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan bahasa dan ranah pengalaman pemilik budaya dengan proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara narasumber (pemilik budaya). Berdasarkan wawancara narasumber, terdapat tiga unsur utama dalam ritual Belian Betulah yaitu pertama, unsur performansi bahasa dalam ritual Belian Betulah dapat ditemukan penggunaan mantra atau do’a, titik atau lagu, dan selawat. Kedua, unsur partisipan dalam ritual ini dapat dilihat dari peran mulung, pemusik, dan penggading. Ketiga, unsur properti, seperti minyak, sajen, krembulu, daun-daun (tumbuhan), pakaian, alat musik, jangkit, perahu tingkat tujuh, dan, mahar. Selain itu, melalui wawancara dengan pemilik budaya, Belian Betulah dilaksanakan saat ada wabah yang menerpa suatu daerah yang di dalam prosesi terbagi menjadi dua yakni belian dan larung jangkit. Akulturasi budaya Islam terlihat pada prosesi larung jangkit dalam ritual Belian Betulah karena diiringi musik dan juga puji-pujian berbahasa Arab (selawat).
References
Duranti, A. (Ed.). (2001). Linguistic Anthropology. Massachusetts: Blackwell.
Farid, M., Adib, M., Main, A., Setyowati, N., Siahaan, S., & Jatiningsih, O. (2018). Fenomenologi Dalam Penelitian Ilnu Sosial. Jakarta: Prenadamedia Group.
Herrmanss, Isabell. 2011. Toward the Breaking Day: An Ethnograpghy of Belian Curing Rituals among The Luangans of Indonesian Borneo. (Accademic Dissertation, University of Helsinki).
https://helda.helsinki.fi/server/api/core/bitstreams/81321de3-3add-43c2-8fdc-1ef795335fa9/content
Irawati, E. (2014). Makna Simbolik Pertunjukan Kelentang dalam Upacara Belian Sentiu Suku Dayak Benuaq Desa Tanjung Isuy, Kutai Barat Kalimantan Timur. Jurnal Kajian Seni, 01(01), 60–73. https://doi.org/10.22146/art.5876.
Irawati, E. (2019). Kelentangan dalan Belian Sentiu Suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur (S. P. N. Rahmat, Ed.). Yogyakarta: ISI Yogyakarta.
Kristanti, R. (2019). Besoyong Dalam Pesta Adat Belian Paser Nondoi di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Selonding, 14(14), 2148–2160. https://doi.org/10.24821/selonding.v14i14.3139.
Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif (F. Annisya & Sukarno, Eds.). Semarang: Lembaga Pendidikan Sukarnp Pressindo (LPSP).
Mamik. (2015). Metodologi Kualitatif (M. C. Anwar, Ed.). Sidoarjo: Zifatama Publisher.
Masrur, Pratma, Z. W., Zenita, R., Suhendi, I. D. S., Sari, N. A., Musdalipah, … Ramdhani, W. A. (2022). Mosaik Ritus Tradisi Kabupaten Kutai Kartanegara (I. D. Suhendi & M. A. A. Nasir, Eds.). Surabaya: Cipta Media Nusantara.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Nessy, N., & Rokhim, N. (2020). Upacara Ritual Belient Sentiu Dayak Benuaq Di Kampung Ponak Kecamatan Siluq Ngurai Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Greget: Jurnal Pengetahuan Dan Penciptaan Tari, 18(2), 157–170. https://doi.org/10.33153/grt.v18i2.2874.
Nurfaadhilah, R. (2014). Cermin Kearifal Lokal Masyarakat Desa Mandalasar Dalam Mantra Pengobatan (Kajian Antropolinguistik). Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
Parekh, B. (2006). Rethinking Multiculturalism: Cultural Diversity and Political Theory. New York: Palgrave Macmillan.
Putri, I. A., Hidayat, Y., & Azkia, L. (2022). Paser Bekerai Sebagai Kelompok Sosial Bagi Masyarakat Paser Di Tanah Grogot Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi, 2(2), 245–259. https://doi.org/10.20527/jtamps.v2i2.6468.
Santang. (2022). Leksikon Mantra Pengobatan pada Ritual Balian Pengobatan dalam Masyarakat Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara. Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama Dan Budaya Hindu, 13(1). https://doi.org/10.33363/ba.v13i1.789.
Sejarah Paser. (2012). Retrieved March 1, 2023, from paserkab.go.id website: https://paserkab.go.id/home/sejarah.
Sibarani. (2013). Kurikulum Pendidikan Budaya Batak Toba: Pendidikan Karak- ter Berbasis Budaya untuk Sekolah Da- sar. Medan: IPMI.
Vivian, Y. I. (2022). Beliant Sentiu: Ritual Pengobatan Masyarakat Dayak Benuaq. In S. Surya & A. Gunawan (Eds.), Warisan Budaya Kalimantan Timur. Surabaya: Cipta Media Nusantara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Every works in CaLLs is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
