MENYOAL MULTIKULTURALISME KONTEMPORER: POLITIK KERAGAMAN BUDAYA ATAU POLITISASI KERAGAMAN BUDAYA?
DOI:
https://doi.org/10.30872/calls.v0i0.13140Keywords:
Multikulturalisme, Politik Perbedaan, Relasi Kuasa, Politik KesamaanAbstract
Dipenghujung abad ke-20, hampir di berbagai belahan dunia, persoalan keragaman “identitas” atau “pilihan hidup” kembali mengemuka menjadi wacana yang krusial dan politis. Persoalan keragaman budaya yang dahulunya dipinggirkan, kemudian mendapat ruang dan tempat untuk dibicarakan kembali dalam wacana-wacana kontemporer. Perihal keragaman tersebut kini hadir dalam wujud wacana multikulturalisme. Dalam konteks Indonesia, sejak berakhirnya era Orde Baru, wacana multikulturalisme hadir dalam bentuk politik rekognisi atau politik perbedaan. Hak-hak minoritas atau hak-hak kewarganegaraan pascanasional seperti hak ekologis, hak budaya, dan hak identitas asli menjadi bagian dari tuntutan utama dari sebagian masyarakat di tanah air. Artikel ini menganalisis secara kritis wacana multikulturalisme dalam berbagai praktiknya di era (pasca)modern Indonesia, dan meneroka praktik multikulturalisme kontemporer tersebut dalam relasinya terhadap praktik-praktik kuasa pada berbagai konteks bernegara. Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan, yakni menggunakan beragam sumber kepustakaan yang membahas wacana keragaman di Indo nesia. Hasil pembahasan memperlihatkan bagaimana wacana multikulturalisme dapat menjadi tawaran alternatif atas berbagai cara pandang esensialis dan pergulatan keragaman di Indonesia, namun di sisi lain juga dapat menjadi persoalan krusial dan problematis khususnya dalam pembangunan wacana “keindonesian” di ruang-ruang publik dalam era kebebasan.
References
Aspinall, E. and Fealy, G. (2003). Local Power and Politics in Indonesia: Desentralisation and Democratisation. Institute of Southeast Asian Studies.
Bissoondath, N. (2002). Selling Illusions: The Myth of Multiculturalism. Penguin
Budianta, M. (2003). Multikulturalisme dan Pendidikan Multikultural: Sebuah Gambaran Umum, Tsaqafah, Vol 1(2), pp. 8
Chaney, D. 2004. The Cultural Turn: Scene Setting Essays on Contemporary Cultural History. Routledge.
Davidson, J., S. et all. (2010). Adat dalam Politik Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia & KITLV-Jakarta
Giddens, A. (2013). Modernity and Self-Identity: Self and Society in the Late Modern Age, Polity Press
Hadiz, V., R. (2005), Dinamika Kuasaan Ekonomi Politik Pasca Suharto. LP3S
Hadiz, V. R. (2016). Islamic Populism in Indonesia and The Middle East. Cambridge
Hall, S. (1990). Cultural Identity and Diaspora. In J. Rutherford (ed), Identity: Community, Culture, Difference (pp. 222-237). Lawrence and Wishart
Hall, S. (2007). Cultural Identity and Diaspora. In D. Braziel and J. Evans (Eds), Theorizing Diaspora (pp. 234-236). Blackwell Publishing.
Henly, D. and Davidson, J. S. (2007). Introduction: Radical Conservatism – the Protean Politics of Adat. In D. Henley and J. S. Davidson (Eds). The Revival of Tradition in Indonesian Politics. London dan New York: Routledge.
Jameson, Fredric. 2014. Postmodernism, or, The Cultural Logic of Late Capitalism.
Lubis, A., Y. (2004). Memahami Cultural Studies dan Multikulturalisme dari Perspektif Pascamodern. Wacana, Vol. 6 (2) (pp. 10-11). Universitas Indonesia
Moleong, L., J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT. Remaja Rosdakarya
Nasution, I. and Agustinus, R. (2006). Pengantar. In I. Nasution and R. Agustinus (eds), Restorasi Pancasila: Mendamaikan Politik Identitas dan Modernitas (pp. xxii). Brighten Institute
Nordholt, S., H and van Klinken, G. 2007. Politik Lokal di Indonesia. Yayasan Obor
Parekh, B. 1997. National Culture and Multiculturalism. In K. Thompson (ed), Media and Cultural Regulation (pp.165-169). Sage Publications and The Open University.
Parekh, B. 2000. Rethinking Multiculturalism: Cultural Diversity and Political Theory. Palgrave
Robet, R. (2010). Manusia Politik: Subjek Radikal dan Politik Emansipasi di Era Kapitalisme Global menurut Slavoj Zizek. Marjin Kiri
Sharpe, M. and & Boucher, G. (2010. Zizek and Politics: A Critical Introduction. Edinburgh University Press
Spivak, G. C., (1998). Can the Subaltern Speak. In C. Nelson & L. Grossberg (eds), Marxism and The Interpretation of Culture. Macmillan Education
Supeli, K. (2013). Kebudayaan dan Kegagapan Kita. In M. Andan and M. Suryawijaya (eds), Imajinasi Kebudayaan: Kompilasi Pidato Kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta 1998-2013. Perhimpunan Koalisi Seni Indonesia
Tyson, L. (2006). Critical Theory Today. Routledge.
Woodward, K. (1997). Introduction. In K. Woodward (ed), Identity & Difference. Sage & Open University
Zizek, S. (2006). Multiculturalism, or, the Cultural Logics of Multinational Capitalism. In R. Butler and S. Stephens (eds). The Universal Exception (pp. 151-183). Continuum
Zizek, S. (2003). Foreword. In P. Hallward. Badiou: A Subject to Truth (pp. xi). University of Minnesota Press
Downloads
Published
Issue
Section
License
Every works in CaLLs is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
