MULTIKULTURALISME DALAM TARSUL KUTAI KARTANEGARA
DOI:
https://doi.org/10.30872/calls.v0i0.13138Keywords:
Tarsul, tradisi lisan, etnis Kutai, multikulturalismeAbstract
Tarsul merupakan sebuah kesenian berupa nyanyian tradisional yang berkembang di tengah masyarakat Kutai Kartanegara. Penelitian tradisi lisan ini didukung oleh konsep multikulturalisme yang menempatkan kesetaraan di tengah keragaman budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran perkembangan penyajian kesenian tarsul dan mengungkap nilai-nilai dan ekspresi multikultural yang terkandung dalam kesenian tersebut. Berbentuk penelitian fenomenologi, pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku budaya di wilayah Kutai Kartanegara. Hasil penelitian mengungkapkan adanya perkembangan penyajian tarsul dilihat dari tujuan penyelenggaraan dan bentuk penyajiannya. Nilai-nilai dan ekspresi multikultural yang dapat dianalisis antara lain toleransi, saling percaya, saling memahami, saling menghormati, dan keterbukaan pikiran. Implikasi dari hasil penelitian ini diharapkan menggugah keterlibatan pihak-pihak baik dari bidang pendidikan maupun pemerintah sehingga dapat memotivasi pengembangan pendidikan multikultural melalui karya seni serta melakukan upaya-upaya pelestarian warisan budaya lokal.
References
Abidin, Z. (2016). Menanamkan konsep multikulturalisme di Indonesia. Dinamika Global: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 1 (02), 123–140.
Arfah, M. (2023).Toleransi beragama dan pemahaman multikulturalisme sebagai upaya menangkal sikap radikalisme. Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan Dan Sosial-Budaya, 12(1), 10-26.
Arrovia, Z.I. (2021). Nilai-nilai multikultural dalam kebudayaan Pendalungan di Kabupaten Jember. Al Ma’Arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 3(2), 66-84.
Azis, S.A. (12 Maret 2021). Opini: Perspektif nilai-nilai budaya lokal dan hubungannya dengan agama. Diakses dari https://pasca.iainpare.ac.id/2021/03/opini-perspektif-nilai-nilai-budaya.html
Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. (Agustus, 2016). Tarsulan seni budaya Kutai. Diakses pada 19 Juli 2023 dari https://dispar.kukarkab.go.id/berita/tarsulan_seni_budaya_kutai.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. (n.d). Apa seni tarsul itu?
Endraswara, S. (2021). Metodologi penelitian kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ganap, V. (2012). Konsep multikultural dan etnisitas pribumi dalam penelitian seni. Jurnal Humaniora, 24(2), 156–167.
Herawati, Y. (2023). Makna dan nilai-nilai moral dalam sastra daerah Tarsulan Perkawinan di Kutai Kartanegara. LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan, 18 (1), 10-23.
Irawati, E. (2013). Kreativitas seniman tingkilan Kutai Kalimantan Timur. Panggung, 23(4), 386-398.
Kuswarno, E. (2009). Metodologi penelitian komunikasi fenomenologi: Konsepsi, pedoman, dan contoh penelitiannya. Bandung: Widya Padjajaran.
Maestro, E. (2012). Fenomena multikulturalisme dalam musik: Sebuah telaah elemen-elemen musikal non barat dalam karya komposer musik barat. Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra dan Seni, 10 (1), 17-24.
Mubarak. (2018). Wawasan budaya Islam Kutai (Budaya Islam dalam seni, adat, dan sastra masyarakat Kutai dalam tinjauan etnografi-deskriptif, Ittihad Jurnal Kopertis Wilayah XI Kalimantan, 15, 86-97.
Murtadlo, A. (2012). Seni tarsul: Sastra, kultur yang hidup dan berkembang di Kalimantan Timur. Prosiding Konferensi Internasional Kesusastraan XXII UNY HISKI, Yogyakarta: November 2012. Hal 25 - 35.
Parekh, B. (2006). Rethinking multiculturalism, cultural diversity and political
theory. New York: Palgrave Macmillan.
Pratama, Z.W (2022). Tarsul Kutai. Samarinda: Mulawarman University Press.
Pulungan, M.S. (2017). Kajian pelestarian seni budaya Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara, Jurnal “Gerbang Etam” Balitbangda Kab. Kukar, 11 (2), 4-20.
Ruswandi, U. (2022). Kajian riset pluralisme dan multikulturalisme. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 6 (1), 777 – 787. DOI:10.22437/jssh.v6i1.20193.
Salu, V.R. (2017). Nilai-nilai pendidikan multikulturalisme pada musik tradisional Tali Dua di Pulau Batang Dua Kota Ternate Maluku Utara. Imaji 15(1), 68-79.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.
Sugiyono (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung : Alphabet.
Suparlan, P. (2002). Menuju masyarakat Indonesia yang multikultural. Keynote Address Simposium III Internasional Jurnal ANTROPOLOGI INDONESIA, Universitas Udayana, Denpasar, Bali, 16-19 Juli 2002.
Suyanto. (2019). Fenomenologi sebagai metode dalam penelitian pertunjukan teater musikal, LAKON, Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Wayang, XVI (1), 26-32.
Tarsulan Kutai. (2017, Februari). Dalam Budaya Indonesia. Diakses pada 14 Maret 2023, melalui http://budaya-indonesia.org/Tarsulan-Kutai.
Thobroni, M., & Nurgiyantoro, B. (2010). Multikulturalisme dalam cerita tradisional Yogyakarta. Jurnal Penelitian Humaniora, 11(2), 154–169.
Tilaar, H.A.R. (2004). Multikulturalisme, tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Jakarta: Grasindo.
Utami, L. S. S. (2015). Teori-Teori Adaptasi Antar Budaya. Jurnal Komunikasi, 7(2), 180–197.
Wakano, A., Kabakoran, A., Ernas, S., Syarifuddin, Lauselang, H., & Tubaka, A.M. (2018). Pengantar multikultural. Ambon: IAIN Ambon Press.
Wakano, A. (2019). Nilai-nilai pendidikan multikultural dalam kearifan lokal masyarakat Maluku. Al - Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(2), 26-43.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Every works in CaLLs is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
