DINAMIKA SOSIAL BUDAYA DALAM PERKEMBANGAN KULINER NASI KUNING DI SAMARINDA
DOI:
https://doi.org/10.30872/calls.v0i0.13137Keywords:
dinamika sosial budaya, kuliner, multikulturalisme, SamarindaAbstract
Dikenal sebagai kota perniagaan dan daerah penghasil batu bara, Samarinda merupakan tempat bertemunya banyak etnis dan kelompok masyarakat Indonesia. Hal ini menjadikan Samarinda kaya akan produk budaya yang salah satunya adalah makanan. Salah satu makanan yang menjadi ikon pariwisata di Samarinda adalah nasi kuning. Berangkat dari latar belakang Samarinda sebagai wadah bertemunya banyak etnis, perkembangan kuliner nasi kuning ini menjadi menarik untuk diteliti terutama mengenai kaitannya dengan dinamika sosial budaya Samarinda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika sosial budaya dalam perkembangan kuliner nasi kuning di Samarinda. Data yang kami gunakan dikumpulkan dengan metode purposive sampling yang melibatkan wawancara lapangan dan rekam catat. Setelah itu, temuan akan diinterpretasikan dan dihubungkan dengan konteks budaya setempat menggunakan kerangka konsep dinamika sosial budaya oleh Koentjaraningrat (1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasi kuning Samarinda telah mengalami modifikasi budaya yang mencerminkan akulturasi budaya dan adaptasi kuliner kearifan lokal. Selain itu, perkembangan kuliner nasi kuning di Samarinda menunjukkan adanya pergeseran persepsi dan perilaku masyarakat terkait multikulturalisme.
References
Abdullah, I. 2015. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: PT. Pustaka Pelajar.
Adi, B. K. 2008. Rethinking Multiculturalism: Keberagaman Budaya dan teori Politik (terjemahan). Yogyakarta: PT. kanisius.
Ardana, I. K., dkk. 2011. Masyarakat Multikultural Bali: Tinjauan Sejarah, Migrasi, dan Integrasi.
Kuntowijoyo. 2006. Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.
Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Levinson, S. C. 1983. Pragmatics. Australia: Cambridge University Press.
Mulyana, D. & Rakhmat, J. 2006. Komunikasi Antarbudaya: Panduan Berkomunikasi dengan Orang-orang Berbeda Budaya. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nala, I. W., & Indriani, N. (2020). Typical Culinary as Brand Image of Samarinda. Global Research on Tourism Development and Advancement (Vol. 2, No. 2), 82-95.
Nuraeni, H. G & Alfan, M. 2013. Studi Budaya di Indonesia. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Ranjabar, J. 2013. Sistem Sosial Budaya Indonesia: Suatu Pengantar. CV. Alfabeta.
Windayanto, R. N., & Kesuma, T. M. (2023). Nama-Nama Kafe di Malang Raya: Bentuk, Makna, dan Refleksi Sosiokultural. Linguistik Indonesia, 1-20.
Yayuk, R. (2021). Keragaman Nama Kuliner Banjar Berdasarkan Geografi Lokal. Undas (Vol. 17, No. 1), 75-94.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Every works in CaLLs is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
