Asesmen Dan Intervensi Psikologi Untuk Mengurangi Stres Psikologis Pada Para Ibu Di Desaku Menanti

Nurmina Nurmina, Yolivia Irna Aviani, Tesi Hermaleni, Devi Rusli, Azbar Lubis

Abstract


Desaku menanti adalah desa binaan Dinas Sosial kota Padang. Desaku Menanti berada di daerah Air Dingin Balai Gadang Lubuk Minturun Koto Tangah Padang. Kampung kesetiakawanan sosial merupakan bagian dari program Desaku Menanti dari Kementrian Sosial dan Pemerintah Daerah yang ditujukan untuk mengatasi masalah gelandangan dan pengemis. Program Desaku Menanti berwujud sebuah kampung yang layak untuk tempat tinggal para gelandangan dan pengemis. Selama tiga tahun mereka akan menetap di desaku menanti untuk mendapatkan keterampilan berwirausaha dan mengubah pola hidup yang lebih mandiri. Permasalahannya, terdapat warga desaku menanti yang kembali lagi kehabitat awalnya dan melakukan pelanggaran aturan-aturan di Desaku Menanti. Ibu warga binaan juga mengeluhkan reaksi-reaksi cemas karena tekanan ekonomi dan kekhawatiran terhadap kelangsungan hidup setelah program Dinas Sosial selesai. Oleh karena itu, perlu diberikan program asesmen dan intervensi psikologi yang khusus ditujukan untuk ibu-ibu agar bisa tetap sehat dan terhindar dari stres psikologis sehingga dapat meningkatkan hidup ke taraf yang lebih baik dan tidak kembali ke habitat awal setelah program Dinas Sosial selesai.


Keywords


Asesmen, intervensi, psikologi, stres, Ibu, Desaku Menanti/;/

Full Text:

PDF

References


Anggriana, T. M., & Dewi, N. K. (2016). Identifikasi Permasalahan Gelandangan dan Pengemis di UPT Rehabilitasi Sosial Gelandangan dan Pengemis. INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi, 7(1).

Hollingshead, A. B. & Redlich, F. C. (1958) Social Class and Mental Illness: A Community Study. New York: John Wiley.

Hudson, C.G. (2005). Socioeconomic Status and Mental Illness: Tests of the Social Causation and Selection Hypotheses. American Journal of Orthopsychiatry, 75, 3-18.

Kaplan, G. A., Haan, M. N., Syme, S. et al (1987) Socioeconomic status and health. In Closing the Gap: The Burden of Unnecessary Illness (eds Amler, R. W. & Dull, H. B.) pp. 125–129. New York: Oxford University Press.

Lancet. (2011). Mental health care—the economic imperative. The Lancet, 378, 1440.

doi:10.1016/S0140-6736(11)61633-4

Lund, C., Breen, A., Flisher, A. J., Kakuma, R., Corrigall, J., Joska, J. A., … Patel, V. (2010). Poverty and common mental disorders in low- and middle-income countries: A systematic review. Social science & medicine (1982), 71(3), 517–528. doi:10.1016/j.socscimed.2010.04.027

Mirowsky, J. & Ross, C.E. (2001) Age and the effect of economic hardship on depression. Journal of Health and Social Behavior, 42, 132–150.

Murali, V., & Oyebode, F. (2004). Poverty, social inequality and mental health. Advances in Psychiatric Treatment, 10(3), 216-224. doi:10.1192/apt.10.3.216

Patel, V., Rodrigues, M. & DeSouza, N. (2002) Gender, poverty, and postnatal depression: a study of mothers in Goa, India. American Journal of Psychiatry, 159, 43–47.

World Bank Group (2004) Responding to Poverty: How to Move forward in Achieving the Millennium Development Goals? Washington, DC: World Bank Group.

World Health Organization (1995) Bridging the Gaps. Geneva: WHO.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)

Faculty of Social and Political Siences
Jl. Muara Muntai Kampus Gn. Kelua Samarinda 75411
Phone: +62 813 35350368
E-Mail: plakat@fisip.unmul.ac.id

Creative Commons License
PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat by http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/palat is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.