Rekomendasi Pemupukan Padi Sawah (Oryza sativa L.) Spesifik Lokasi di Kecamatan Malinau - Kabupaten Malinau

Hidayanto Hidayanto

Abstract


The area of paddy fields in Malinau Kota District is around 463 ha or 10.29 percent of the productive paddy in Malinau Regency which reaches 4,500 ha. The productivity of rice in the area is still low, which is around 3-4 ton ha-1, its caused by the use of fertilizers that are not yet suitable for plant growth requirement. Therefore, in order to improve rice productivity, it is necessary to do soil analysis to formulate spesific location fertilizer recommendations based on soil nutrient status. The assessment was carried out in Malinau District, Malinau Regency, on September-November 2017. The purpose of the asseement was to develop recommendations for fertilizing specific location lowland rice based on soil nutrient status. The assessment method is to take composite soil samples from several representative locations, then analyze in the laboratory, and the results of the analysis are used to formulate recommendations for specific location lowland rice fertilization. The results of soil analysis showed that soil pH was acid, organic C-content was low, N-tot was low, P was medium and K was medium. Recommendations of N fertilization with Urea as the basic fertilizer 50-100 kg ha-1 and subsequent N fertilization based on leaf color chart (LCC), P fertilization with SP-36 as much as 100 kg ha-1, and K fertilization with KCl as much as 50 kg ha-1.

Keywords


fertilizer recommendations, location specific, lowland rice, Malinau City

Full Text:

PDF

References


Al-Jabri,M.,M. Soepartini dan Mangku E.S. 1984. Pemilihan metode uji Zn dan Cu pada tanah – tanah sawah dari Jawa Barat dan Jawa Timur dengan Padi Sawah Sebagai Tanaman Indikator. Prosiding Pertemuan Teknis Penelitian Tanah.Puslittanak, Bogor.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kaltim. 2018. Laporan Akhir Kegiatan: Dukungan Inovasi Pertanian di Kawasan Perbatasan Kabupaten Malinau - Kalimantan Utara. BPTP Kaltim, Samarinda.

Hidayanto, M., Jojon S., Agus Sofyan, Dadang R., Basir Nappu, 2003. Pemetaan Status Hara P dan K Lahan Sawah. Laporan Kegiatan Pengkajian. BPTP Kaltim, Samarinda.

Hidayanto, M., Yossita F., Dian Witardoyo. 2017. Laporan Pengkajian Lahan Rawa Pasang Surut. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur. Samarinda.

Hidayanto, M., Yossita F., 2019. Rekomendasi Pemupukan Padi Sawah Lahan Rawa Pasang Surut Spesifik Lokasi di Tanjung Buka. Prosiding Seminar Nasional Universitas Mulawarman, Samarinda.

Moersidi, S.,D.Santoso, M.Soepartini, M.Al-Jabri, J. Sri Adiningsih, dan M, Sudjadi. 1989. Peta Keperluan Fosfat Tanah di Jawa dan Madura. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk No. 8:13-25.

Moersidi, S., J. Prawirasumantri, W.Hartatik, A. Pramudia dan M Sudjadi. 1991. Evaluasi Kedua Keperluan Fosfat Pada Lahan Sawah Intensifikasi di Jawa. Prosiding Lokakarya Nasional Efisiensi Penggunaan Pupuk V. Pusat Peneltian Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Nyakpa, M.Y. A.M.Lubis, M.A. Pulung, A.G.Amrah, A.Munawar, G.B.Hong, N.Hakim. 1988. Kesuburan Tanah. Universitas Lampung. Lampung. Rosmarkam, A. Yuwono.N.W. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta.

Nurmegawati,W.Wibawa, E.Makruf, D. Sugandi dan T. Rahman.2012. Tingkat Kesuburan Dan Rekomendasi Pemupukan N, P, Dan K Tanah Sawah Kabupaten Bengkulu Selatan. Journal Solum Vol. IX No.2 Juli 2012: 11-18 ISSN: 1829-7994 61.

Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. 1992a. Penelitian Status Hara P Lahan Sawah di Sulawesi Selatan. Laporan Hasil Penelitian.Puslittanak, Bogor.

Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, 1992b. Penelitian Status Hara P Lahan Sawah di Pulau Lombok. Laporan Hasil Penelitian.Puslittanak, Bogor.

PUSLITBANGTANAK [Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat]. 2004. Tanah Sawah dan Teknologi Pengelolaannya. Puslitbangtanak, Bogor.

PUSLITTAN [Pusat Penelitian Tanah]. 1983. Kriteria Penilaian Hasil Analisis Tanah. Puslittan, Bogor.

Setyorini, D. Widowati, L.R, Kasno, A. 2006. Petunjuk Penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Balai Penelitian Tanah, Bogor.

Soepartini, M., Nurjaya, A. Kasno, S.Ardjakusumah, S. Moersidi dan J. Sri Adiningsih. 1994. Status Hara P dan K Serta Sifat-Sifat Tanah Sebagai Penduga Kebutuhan Pupuk Padi Sawah di Pulau Lombok. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk No. 12:23-35.Puslittanak, Bogor.

Soepartini, M.1995. Status Kalium Tanah Sawah dan Tanggap Padi Terhadap Pemupukan KCl di Jawa Barat. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk No. 13:27-40. Puslittanak, Bogor.

Soepartini, M., Sri Widati, Mangku, E.S dan Tri Prihatini. 1996. Evaluasi Kualitas dan Sumbangan Hara dari Air Pengairan di Jawa. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk No. 14. Puslittanak, Bogor.

Sofyan, A., S. Moersidi, Nurjaya dan J. Suryono. 2000. Laporan Akhir Penelitian Status Hara P dan K Lahan Sawah Sebagai Dasar Penggunaan Pupuk Yang Efisien Pada Tanaman Pangan Tahun 1999/2000. Bagian Proyek Penelitian Sumbedaya Lahan dan Agroklimat. Puslittanak, Bogor.

Sofyan, A dan Suryono, J, 2002. Petunjuk Teknis Pembuatan Peta Status Hara P dan K Lahan Sawah Skala 1:50.000 Serta Percobaan Pemupukan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Puslitbangtanak, Bogor.

Sri Adiningsih, J. S. Moersidi, M. Sudjadi dan A.M. Fagi. 1989. Evaluasi Keperluan Fosfat pada Lahan Sawah Intensifikasi di Jawa. Prosiding Lokakarya Nasional Efisiensi Penggunaan Pupuk. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Sri Rochayati, Mulyadi dan J. Sri Adiningsih. 1991. Penelitian Efisiensi Penggunaan Pupuk di Lahan Sawah. Prosiding Lokakarya Nasional Efisiensi Penggunaan Pupuk V. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Sofyan, A., D. Nursyamsi, and I. Amien. 2002. Development of Soil Testing an Indonesia. Workshop Procedding.21-24 January 2002. SMCRS Technical Bulletin 2003-1.

Viets F. G, and W.L. Lindsay. 19973. Testing soils for Zinc, Copper, Manganese and Iron. Soil Testing and Plant analysis. Revised ed. Soil Sci Am.J. Inc. Madison, Wisconsin, USA.

Widjaja-Adhi, I G.P. 1988. Masalah Tanaman di Lahan Gambut. Makalah Disajikan dalam Pertemuan Teknis Penelitian Usahatani Menunjang Transmigrasi. Cisarua, Bogor, 27-29 Februari 1988. Hlm 16.




DOI: http://dx.doi.org/10.35941/jatl.2.1.2019.2533.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab