ANALISIS POTENSI KAWASAN UNTUK ZONASI DI KHDTK HUTAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN LOA HAUR DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Max Marthen Christoffel Tumbol, Muhammad Sumaryono

Abstract


Dalam rangka mengurangi laju degradasi keanekaragaman tumbuhan dibutuhkan suatu kawasan konservasi tumbuhan secara ex-situ yang memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik atau kombinasi dari pola-pola tersebut untuk tujuan kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan, maka perlu dibangun KHDTK Hutan Pendidikan Dan Pelatihan. Untuk menunjang kegiatan dimaksud  maka perlu adanya pengelolaan kawasan yang salah satunya adalah dalam bentuk penataan zonasi. Penelitian ini bertujuan mengaplikasi pemanfaatan data keruangan yang terkini di areal KHDTK Hutdik Loa Haur di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan penerapan teknologi sistem informasi geografis dan penginderaan jauh, mengetahui kondisi biofisik, pemanfaatan ruang secara aktual dan peruntukan KHDTK Hutan Pendidikan Dan Pelatihan sebagai dasar penataan zonasi secara mikro, menghasilkan peta zonasi terbaru dalam rangka mendukung pengelolaan KHDTK Hutan Pendidikan Dan Pelatihan. Penelitian ini dilaksanakan di KHDTK Hutan Pendidikan Dan Pelatihan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pengumpulan data berupa peta analog dan digital yang selanjutnya diproses melalui analisis data spasial dan interpretasi citra satelit. Dari semua peta yang diperoleh dari hasil tumpang susun, analisis data spasial dan interpretasi citra satelit,  kemudian dilakukan pembuatan peta tutupan lahan dan peta arahan zonasi KHDTK Hutan Pendidikan Dan Pelatihan. Hasil yang diperoleh dari panelitian ini adalah terbentuk 4 (empat) zona di dalam KHDTK Hutan Pendidikan Dan Pelatihan, yaitu zona sarana dan prasarana, zona perlindungan dan pelestarian alam, zona wisata alam dan jasa lingkungan, serta zona Rehabilitasi dan Kelompok Tani Hutan


Full Text:

PDF

References


Anonim. 1980. Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 837/Kpts/um/II/1980. Kriteria dan Tata Cara Penetapan Hutan Lindung dan Hutan Produksi. Departemen Kehutanan, Jakarta. 45 h.

Anonim. 1990. Understanding GIS : The Arc/Info Method. Environmental System Research Institute, Redland, CA, USA.

Anonim. 1997. Peta tanah pulau Kalimantan. Bogor: Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat

Anonim. 1999. Undang-undang Pokok Kehutanan Nomor 41 tentang Kehutanan. Departemen Kehutanan, Jakarta.

Anonim. 2010. Media Litbang Kesehatan Volume XX Nomor 3, Jakarta.

Anonim. 2011. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 93 tahun 2011 Tanggal 27 Desember 2011. Kebun Raya, Jakarta.

Anonim. 2012. Balikpapan Dalam Angka Tahun 2012. Kota Balikpapan, Balikpapan.

Anonim. 2012. Studi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat di Kawasan IUPHHK PT. Sari Bumi Kusuma Camp Tontang Kabupaten Sintang, Pontianak.

Anonim. 2013. Peraturan Kehutanan Republik Indonesia No. P.43/Menhut-II/2013 Tanggal 19 Agustus 2013. Penataan Batas Areal Kerja Ijin Pemanfaatan Hutan, Persetujuan Prinsip Penggunaan Kawasan Hutan, Persetujuan Prinsip Pelepasan Kawasan Hutan dan Pengelolaan Kawasan Hutan Pada Kesatuan Pengelolaan Hutan dan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus, Jakarta.

Anonim. 2013. Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK. 942/Menhut-II/2013 Tanggal 23 Desember 2013. Peta Kawasan Hutan dan Wilayah Tertentu yang ditunjuk sebagai Kawasan Hutan di Provinsi Kalimantan Timur Skala 1 : 250.000, Jakarta

Agus, A. 1993. Kapita Selecta Farmakologi dan Obat Tradisional. Bandung : Penerbit Angkasa.

Avery TE. 1990. Penafsiran Foto Udara. Edisi Indonesia. Akademika Pressindo, Jakarta.

Lillesand, T.M. and R.W. Kiefer. 1979. Remote Sensing and Image Interpretation. University of Wisconsin, New York.

Lumban_Gaol MR. 2006. Analisis Fungsi Kawasan Menggunakan Pengideraan Jauh dan Sistem Informasi Geografis di Taman Nasional Kutai. Usulan Penelitian untuk Tesis S2. Program Studi Ilmu Kehutanan. Program Pascasarjana Magister, Universitas Mulawarman.

Mackinnon, J.K. dan J. Thorsell. 1986. Pengelolaan Kawasan yang Dilindungi di Daerah Tropika. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Maguire, D.J. and Dangermond. 1991. The Functionallity of GIS. p. In D.J. Maguire, M.F. Goodchild and D.W. Rhind (eds). Geographycal Informatiom Systems. P. 319 – 335. Longman Scientific and Technical and John Wiley, New York.

Muhadjir, A.A. 1997. Pengolahan Citra Digital untuk Data Penginderaan Jarak Jauh. Makalah yang Disampaikan pada Kursus PIT VII-MAPIN. Bandung, 1-2 Desember 1997.

Noerdjito, M. & I. Maryanto (eds.). 2001. Jenis-jenis hayati yang dilindungi perundang-undangan Indonesia. Balitbang Zoologi & Puslitbang Biologi-LIPI, The Nature Conservancy & USAID. Cibinong.

Odum, P.E. 1983. Dasar-dasar ekologi. Edisi ketiga. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Prahasta, E. 2002. Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Informatika, Bandung.

Puntodewo, A.; S. Dewi dan J. Tarigan. 2003. Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. Andi, Yogyakarta.

Saridan, A., P. Sist, dan Abdurahman. 1997. Identifikasi jenis pohon pada plot permanen, proyek strek di Berau, Kalimantan Timur. Dipterocarpa. Badan Litbang Kehutanan, Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Samarinda, Kalimantan Timur. Indonesia. Vol 1,1.

Saputra, R. 2008. Solusi Konservasi Hutan dengan Membangun Kepedulian Bersama. Kabar Indonesia, Jakarta.

Soenarmo, S. dan Hartati. 1997. Introduction to Remote Sensing and Image Processing. Makalah Disampaikan pada Kursus PIT VII-MAPIN, Bandung 1-2 Desember 1997.

Sutanto. 1993. Penginderaan Jauh I, Gama Press, Yogyakarta.

Zuhud, E.A.M.1994. Kamus Penyakit dan Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Pustaka Populer Obor


Refbacks

  • There are currently no refbacks.