PRODUKSI PROPOLIS MENTAH ( RAW PROPOLIS) LEBAH MADU Trigona spp DI PULAU LOMBOK

Septiantina Dyah Riendriasari, Krisnawati Krisnawati

Abstract


 

Usaha budidaya lebah madu Trigona spp di Lombok semakin berkembang pesat. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut dikarenakan budidaya trigona mampu menghasilkan produk perlebahan berupa madu, propolis dan bee bread. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi propolis mentah (raw propolis) lebah madu Trigona spp di Pulau Lombok. Penelitian dilaksanakan dari April 2012 sampai dengan Desember 2014. Lokasi penelitian dilakukan di Ds. Lendang Nangka, Lombok Timur; Ds. Sigar Penjalin dan  Ds. Genggelang, Lombok Utara serta Ds. Karang Bayan, Lombok Barat. Masing – masing lokasi penelitian budidaya lebah madu Trigona tahun 2012 mempunyai 6 stup. Metode penelitian dilakukan dengan observasi di lapangan kemudian data diolah dan ditabulasi kemudian dianalis secara deskriptif. Hasil produksi raw propolis tahun 2012 terbanyak diproduksi di Ds. Lendang Nangka dengan jumlah rata-rata 75.63 gr/6 bulan/6 stup. Tahun 2013, hasil raw propolisnya terbanyak di Ds. Genggelang dengan jumlah rata-rata 94.38 gram/6 bulan/6 stup dan tahun 2014  produksi raw propolis tertinggi di Ds. Sigar Penjalin dengan jumlah rata-rata 102.84 gram/6 bulan/4 stup. Dari tahun 2012 sampai 2014 jumlah stup semakin berkurang pada masing – masing lokasi penelitian. Jumlah stup berkurang disebabkan karena adanya koloni yang kurang sehat dan akhirnya meninggalkan stup. Banyaknya produksi raw propolis tidak terpengaruh oleh banyaknya stup yang dimiliki, namun adanya faktor pendukung lain seperti faktor lingkungan (suhu dan kelembaban), pakan yang tersedia dan kesehatan koloni lebah madu Trigona spp.

 


Full Text:

PDF

References


Bankova, V. S., Castro, S. L., & Marcucci, M. C. (2000). Propolis: Recent Advances In Chemistry And Plant Origin. Apidologie 31, 3-15.

Djajasaputra, M. R. (2010). Potensi Budidaya Lebah Trigona dan Pemanfaatan Propolis Sebagai Antibiotik Alami Untuk Sapi PO. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Partadireja, A. (1985). Pengantar Ekonomi. Yogyakarta: BPFE-UGM.

Riendriasari, S. D. (2014). Budidaya dan Produk Perlebahan Trigona spp Di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Seminar Nasional "Peranan Dan Strategi Kebijakan Pemanfaatan HHBK Dalam Meningkatkan Daya Guna Kawasan Hutan" (pp. 213-221). Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Signh, S. (1962). Beekeeping In India. New Delhi: Indian Council of Agricultural Research.

Sulthoni, A. (1986). Aspek Biologi Lebah Madu Sebagai Faktor Utama Pengembangan Budidaya Di Kehutanan. Lokakarya Pembudidayaan Lebah Madu Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (pp. 29-33). Jakarta: Perum Perhutani.

Wahyuni, N., & Riendriasari, S. D. (2012). Teknik Produksi Propolis. Mataram: Balai penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu.

Woo, K. (2004). Use of Bee Venom And Propolis For Apitherapy in Korea. Proceeding of the 7th Asian Apicultural Association and 10th BEENET Symposium and Technofora (pp. 311-315). Los Banos: University of Philippines.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.