ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI PADA KAWASAN REKLAMASI TAMBANG BATU BARA PT JEMBAYAN MUARABARA KALIMANTAN TIMUR

Sri Sarminah, Dian Kristianto, Muhammad Syafrudin

Abstract


Penambangan batubara yang menggunakan teknik penambangan secara terbuka seperti yang dilakukan oleh PT Jembayan Muarabara Kalimantan Timur memiliki banyak dampak negatif,  yaitu berubahnya kondisi suatu lingkungan dengan penurunan produktivitas tanah, pemadatan tanah, terjadinya erosi dan sedimentasi, serta terjadinya gerakan tanah atau longsoran. Untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan dari model penambangan terbuka ini dilakukan kegiatan reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang untuk memperbaiki kondisi areal yang terbuka tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Bahaya Erosi (TBE) pada areal reklamasi pertambangan batubara PT Jembayan Muarabara.  Penelitian ini dilaksanakan di tiga areal reklamasi yaitu areal Disposal, areal Stock Soil dan areal Revegetasi  PT Jembayan Muarabara Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Penelitian laju erosi  menggunakan metode tongkat (stick) meliputi beberapa tahapan yaitu pembuatan plot ukur erosi (PUE) berukuran 20 m × 20 m sebanyak 3 buah yaitu  PUE Stock Soil, PUE Disposal dan PUE Revegetasi. Pada setiap  PUE tersebut dibuat sub PUE berukuran 5 m × 5 m dan pada setiap ujung sub PUE dipasang tongkat erosi berbahan stainless, dan pengambilan sampel tanah untuk sifat fisik tanah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju erosi potensial tertinggi terjadi di areal disposal aktif  yaitu  sebesar 2822,40 ton/ha/thn, kemudian di areal Stock soil sebesar 884,40 ton/ha/thn, sedangkan laju erosi terendah yaitu  499,12 ton/ha/thn terdapat di areal Revegetasi dan termasuk Tingkat Bahaya Erosi sangat berat. 

 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Arsyad S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor.

Hudson, W.W. 1976. Soil conservation. BT. Batsford Limited. London.

Kartasapoetra, G. 2000. Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Bima Aksara Jakarta.

Kartosudjono W. 1994. Lingkungan pertambangan dan reklamasi, Direktorat Pertambangan Umum. Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi Republik Indonesia.

Nurmani, U., Monde,A., dan Rahman, A. 2016. Indeks Bahaya Erosi pada Beberapa Penggunaan Lahan di Desa Malei Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala. e-J. Agrotekbis 4 (2) :186-194.

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.07 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Pascatambang Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 07 Tahun 2006 Tentang Tata Cara Pengukuran Kriteria Baku Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Purwowidodo, 1999. Konservasi Tanah di Kawasan Hutan. Jurusan Manajemen Hutan. Fakultas Kehutanan IPB.

Rahim S. E. 2003. Pengendalian Erosi Tanah: Dalam Rangka Pelestarian Lingkungan Hidup. Bumi aksara. Jakarta.

Ruslan M. 1979. Pengaruh Jalan Sarad Terhadap Erosi dan Run-Off di Kesatuan Usaha PT. Inhutani II Stagen, Pulau Laut-Kalimantan Selatan. Tesis Sarjana Kehutanan, Fakultas Kehutanan IPB. Bogor. Tidak diterbitkan.

Subowo, G. 2011 Penanmbangan Sistem Terbuka Ramah Lingkungan dan Upaya Reklamasi Pasca Tambang untuk Memperbaiki Kualitas Sumberdaya Lahan dan Hayati Tanah. Jurnal Sumberdaya Lahan, 5(2).

Sulistyo. B. 2015. Kajian Perubahan Tingkat Kekritisan Lahan Sebagai Akibat Proses Eliminasi Unit Lahan Di Kawasan Pertambangan Danau Mas Hitam, Provisi Bengkulu. Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. PROS SEM NAS MASY BIODINV INDON, 1(4) : 823 – 833.

Wischmeier, W. H. 1978. Predicting Rainfall Erosion Losses: A Guide To Erosion Planning. USDA, Washington, D.C.

Yamani. A. 2015. Studi Besarnya Erosi pada Areal Reklamasi Tambang Batubara di PT Arutmin Indonesia Kabupaten Kotabaru. Jurnal Hutan Tropis, 13(1) : 46 – 54.

Zulkarnain, 2014. Soil Erosion Assessment of The Post-Coal Minning Site in Kutai Kartanegara District, East Kalimantan Timur. International Journal of Science of Engeneering (IJSE), 7(2).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.